Javascript must be enabled to continue!
PERBEDAAN DERAJAT KEASAMAN (pH) SALIVA PADA PEROKOK ELEKTRIK DAN NON-PEROKOK
View through CrossRef
Latar Belakang: Saliva merupakan suatu cairan di dalam tubuh manusia yang memiliki fungsi yang penting terhadap kesehatan rongga mulut yang dapat terpapar langsung rokok elektrik. Nikotin yang terdapat pada e-liquid rokok elektrik dapat menurunkan sekresi saliva. Adanya penurunan sekresi saliva tersebut dapat mengakibatkan pH saliva menurun dapat mengakibatkan terjadinya karies pada gigi, periodontitis, infeksi mulut, dll. Tujuan: Mengetahui perbedaan pH saliva pada perokok elektrik dan non-perokok. Metode: Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian analitik observasional dengan rancangan penelitian cross-sectional. Sebanyak 60 orang subjek penelitian dibagi menjadi 30 orang perokok elektrik dan 30 orang non-perokok. Subjek penelitian diwajibkan untuk mengisi informed consent sebelum mengisi kuesioner yang ditentukan. Saliva setiap subjek dikumpulkan di tabung sampel sebanyak ± 15 ml dalam keadaan istirahat. pH saliva kemudian diukur menggunakan alat pH meter. Hasil: Berdasarkan analisis menggunakan uji t tidak berpasangan diketahui bahwa perokok elektrik dan non-perokok memiliki perbedaan yang signifikan (p < 0,05) dengan rerata pH saliva pada perokok elektrik 6,98 ± 0,24 dan rerata pH saliva non-perokok 7,37 ± 0,27. Simpulan: pH saliva yang antara perokok elektrik dan non-perokok memiliki perbedaan yang signifikan. Perokok elektrik mempunyai pH saliva yang bernilai lebih rendah daripada non-perokok.
Title: PERBEDAAN DERAJAT KEASAMAN (pH) SALIVA PADA PEROKOK ELEKTRIK DAN NON-PEROKOK
Description:
Latar Belakang: Saliva merupakan suatu cairan di dalam tubuh manusia yang memiliki fungsi yang penting terhadap kesehatan rongga mulut yang dapat terpapar langsung rokok elektrik.
Nikotin yang terdapat pada e-liquid rokok elektrik dapat menurunkan sekresi saliva.
Adanya penurunan sekresi saliva tersebut dapat mengakibatkan pH saliva menurun dapat mengakibatkan terjadinya karies pada gigi, periodontitis, infeksi mulut, dll.
Tujuan: Mengetahui perbedaan pH saliva pada perokok elektrik dan non-perokok.
Metode: Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian analitik observasional dengan rancangan penelitian cross-sectional.
Sebanyak 60 orang subjek penelitian dibagi menjadi 30 orang perokok elektrik dan 30 orang non-perokok.
Subjek penelitian diwajibkan untuk mengisi informed consent sebelum mengisi kuesioner yang ditentukan.
Saliva setiap subjek dikumpulkan di tabung sampel sebanyak ± 15 ml dalam keadaan istirahat.
pH saliva kemudian diukur menggunakan alat pH meter.
Hasil: Berdasarkan analisis menggunakan uji t tidak berpasangan diketahui bahwa perokok elektrik dan non-perokok memiliki perbedaan yang signifikan (p < 0,05) dengan rerata pH saliva pada perokok elektrik 6,98 ± 0,24 dan rerata pH saliva non-perokok 7,37 ± 0,27.
Simpulan: pH saliva yang antara perokok elektrik dan non-perokok memiliki perbedaan yang signifikan.
Perokok elektrik mempunyai pH saliva yang bernilai lebih rendah daripada non-perokok.
Related Results
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2), Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
Analisis Perbandingan Sitomorfometrik Apusan Bukal pada Perokok dan Non Perokok
Analisis Perbandingan Sitomorfometrik Apusan Bukal pada Perokok dan Non Perokok
Abstract. Cigarettes contain harmful substances, mainly nicotine, tar and carbon monoxide (CO) which are also carc5inogenic. Chemical substances in cigarettes can cause cellular c...
Nilai pH Saliva pada Buruh Perokok di Pelabuhan Bitung
Nilai pH Saliva pada Buruh Perokok di Pelabuhan Bitung
Abstract: Saliva is a complex fluid composed of a mixture of major and minor salivary glands in the oral cavity. The role of saliva is as a protective base between the lining of th...
COMPARISON OF BODY MASS INDEX ELECTRIC SMOKER AND CONVENTIONAL SMOKER ON MEDICAL STUDENTS UNIVERSITY MALAHAYATI IN 2019
COMPARISON OF BODY MASS INDEX ELECTRIC SMOKER AND CONVENTIONAL SMOKER ON MEDICAL STUDENTS UNIVERSITY MALAHAYATI IN 2019
Latar Belakang : Epidemi masalah tembakau sekarang menjadi masalah dunia, banyak jenis jenis rokok bermunculan untuk mengurangi dampak dari tembakau, salah satunya rokok elektrik, ...
Pengembangan Model Matematika Dinamika Perokok Di Kota Bogor
Pengembangan Model Matematika Dinamika Perokok Di Kota Bogor
Masih tingginya kasus perokok di Kota Bogor menjadi alasan bagi masyarakat, praktisi kesehatan, pemerintah untuk mengambil langkah dan kebijakan yang tepat dalam mencegah meluasnya...
Persepsi Masyarakat Kota Magelang Terhadap Bahaya Rokok Bagi Kesehatan Anak Dengan Riwayat Orang Tua Perokok
Persepsi Masyarakat Kota Magelang Terhadap Bahaya Rokok Bagi Kesehatan Anak Dengan Riwayat Orang Tua Perokok
Merokok sudah menjadi hal lazim yang dilakukan oleh masyarakat Indonesia. Baik itu dari kalangan anak-anak maupun orang tua. Banyak orang yang merokok di dekat anggota keluargany...
Pengaruh air kelapa terhadap peningkatan pH saliva
Pengaruh air kelapa terhadap peningkatan pH saliva
Abstract: Dental caries is a disease that attacks the hard tooth tissue. One of the causes of dental caries is the acidogenic bacteria. The bacterial growth is influenced by the co...

