Javascript must be enabled to continue!
Hiperrealitas dalam Pemasaran Langsung Kerupuk Purnama oleh Tunanetra
View through CrossRef
This study examines hyperreality in direct marketing process of Kerupuk Purnama conducted by the blind. The hyperreality phenomenon is explained through four stages of imaging based on Jean Baudrillard’s theory. The data were collected through in-depth interviews and observation of the principal informants chosen purposively, four blind sellers of Kerupuk Purnama, as well as interviews with the secondary informants, two ordinary people who had experience in buying the related product. The results showed the happening of hyperreality in direct marketing of Kerupuk Purnama done by the blind. Consumers do not buy the product essence, but the sign that they care about the seller who is considered weaker. The study provides a theoretical contribution to Richard Perloff's interpersonal persuasion technique that persuasion should not start with initial offering but also can be done with praises and warnings of the norm at the end of the process to lure the persuasion targets' addiction.[Penelitian ini mengkaji hiperrealitas dalam proses pemasaran langsung produk Kerupuk Purnama yang dilakukan oleh penyandang tunanetra. Fenomena hiperrealitas dijelaskan melalui empat tahapan pencitraan sesuai teori yang dikemukakan Jean Baudrillard. Pengumpulan data dilaksanakan dengan metode wawancara mendalam dan observasi terhadap informan utama yang dipilih secara purposive, yaitu empat tunanetra penjual Kerupuk Purnama, serta wawancara terhadap informan pendukung, yaitu dua orang masyarakat umum yang memiliki pengalaman membeli produk terkait. Hasil penelitian menunjukkan terjadinya hiperrealitas dalam proses pemasaran langsung Kerupuk Purnama yang dilakukan oleh penyandang tunanetra. Konsumen tidak membeli esensi produk, namun tanda bahwa ia peduli terhadap penjualnya yang dianggap lebih lemah. Penelitian memberikan sumbangan teoritis terhadap teknik persuasi interpersonal Richard Perloff, bahwa teknik persuasi tidak harus dimulai dengan penawaran di awal proses, namun dapat dilakukan dengan pujian dan peringatan terhadap norma di akhir proses untuk memancing adiksi pihak terpersuasi.]
Title: Hiperrealitas dalam Pemasaran Langsung Kerupuk Purnama oleh Tunanetra
Description:
This study examines hyperreality in direct marketing process of Kerupuk Purnama conducted by the blind.
The hyperreality phenomenon is explained through four stages of imaging based on Jean Baudrillard’s theory.
The data were collected through in-depth interviews and observation of the principal informants chosen purposively, four blind sellers of Kerupuk Purnama, as well as interviews with the secondary informants, two ordinary people who had experience in buying the related product.
The results showed the happening of hyperreality in direct marketing of Kerupuk Purnama done by the blind.
Consumers do not buy the product essence, but the sign that they care about the seller who is considered weaker.
The study provides a theoretical contribution to Richard Perloff's interpersonal persuasion technique that persuasion should not start with initial offering but also can be done with praises and warnings of the norm at the end of the process to lure the persuasion targets' addiction.
[Penelitian ini mengkaji hiperrealitas dalam proses pemasaran langsung produk Kerupuk Purnama yang dilakukan oleh penyandang tunanetra.
Fenomena hiperrealitas dijelaskan melalui empat tahapan pencitraan sesuai teori yang dikemukakan Jean Baudrillard.
Pengumpulan data dilaksanakan dengan metode wawancara mendalam dan observasi terhadap informan utama yang dipilih secara purposive, yaitu empat tunanetra penjual Kerupuk Purnama, serta wawancara terhadap informan pendukung, yaitu dua orang masyarakat umum yang memiliki pengalaman membeli produk terkait.
Hasil penelitian menunjukkan terjadinya hiperrealitas dalam proses pemasaran langsung Kerupuk Purnama yang dilakukan oleh penyandang tunanetra.
Konsumen tidak membeli esensi produk, namun tanda bahwa ia peduli terhadap penjualnya yang dianggap lebih lemah.
Penelitian memberikan sumbangan teoritis terhadap teknik persuasi interpersonal Richard Perloff, bahwa teknik persuasi tidak harus dimulai dengan penawaran di awal proses, namun dapat dilakukan dengan pujian dan peringatan terhadap norma di akhir proses untuk memancing adiksi pihak terpersuasi.
].
Related Results
IbM Kelompok Pembuat Kerupuk Kerang di Desa Pepe Kabupaten Sidoarjo
IbM Kelompok Pembuat Kerupuk Kerang di Desa Pepe Kabupaten Sidoarjo
Kerupuk kerang belum dipasarkan secara luas padahal rasanya enak dan mempunyai nilai gizi yang tinggi sehingga berpotensi untuk dikembangkan. Di desa Pepe Kec. Sedati, Kab. Sidoar...
Perencanaan dan Pembuatan Teknologi Asistif Smart Shoes untuk Mahasiswa Tunanetra di Universitas Muhammadiyah Lampung
Perencanaan dan Pembuatan Teknologi Asistif Smart Shoes untuk Mahasiswa Tunanetra di Universitas Muhammadiyah Lampung
Anak tunanetra adalah anak yang mengalami hambatan pada penglihatannya,sehingga menyebabkan anak mengalami kesulitan pada mobilitas ataupun aktivitasnya. Mobilitas adalah kemampuan...
Pengaruh Substitusi Tepung Talas Beneng (Xantoshoma Undipes K. Koch) Terhadap Kualitas Kerupuk Berbahan Dasar Pati Tapioka
Pengaruh Substitusi Tepung Talas Beneng (Xantoshoma Undipes K. Koch) Terhadap Kualitas Kerupuk Berbahan Dasar Pati Tapioka
Abstrak
Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh substitusi tepung talas beneng (xantoshoma undipes k. koch) terhadap kualitas kerupuk berbahan dasar pati tap...
PEMANFAATAN ALAT MUSIK TRADISIOANAL RINDIK UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERHITUNG DAN KREASI SENI SISWA TUNANETRA
PEMANFAATAN ALAT MUSIK TRADISIOANAL RINDIK UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERHITUNG DAN KREASI SENI SISWA TUNANETRA
Media pembelajaran matematika berbentuk visual auditori sangat penting untuk digunakan dalam proses pembelajaran siswa tunanetra. Keterbatasan media pembelajaran matematika eksplor...
Analisa Produktivitas Mesin Kerupuk Kentang Dengan Menggunakan Metode Objective Matrix (OMAX)
Analisa Produktivitas Mesin Kerupuk Kentang Dengan Menggunakan Metode Objective Matrix (OMAX)
Pengukuran produktivitas memegang peranan yang sangat penting dalam mengevaluasi dan menentukan strategi lebih lanjut untuk meningkatkan tingkat produktivitas. Penelitian ini bertu...
FORMULASI KERUPUK SAGU DENGAN PENAMBAHAN TAPIOKA DAN TERIGU
FORMULASI KERUPUK SAGU DENGAN PENAMBAHAN TAPIOKA DAN TERIGU
Kerupuk adalah makanan ringan yang dibuat dari bahan berpati, bersifat kering dan renyah. Kerupuk yang berbahan dasar sagu pada umumnya dikenal dengan nama kerupuk sagu. Kerupuk sa...
Analisis Kelayakan Usaha Agroindustri Kerupuk Mie Singkong
Analisis Kelayakan Usaha Agroindustri Kerupuk Mie Singkong
Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisa : 1. Besarnya biaya, penerimaan dan pendapatan pada agroindusti kerupuk mie singkong dalam satu kali proses produksi. dan 2. Kelayak...
Efisiensi Pemasaran Lada Putih dan Lada Hitam di Desa Atolanu Kecamatan Lambandia Kabupaten Kolaka Timur
Efisiensi Pemasaran Lada Putih dan Lada Hitam di Desa Atolanu Kecamatan Lambandia Kabupaten Kolaka Timur
Produksi Lada Kabupaten Kolaka Timur mengalami peningkatan sebesar 96 ribu ton tahun 2017 menjadi 280 ribu ton tahun 2022. Kondisi ini menggambarkan potensi usahatani lada sangat m...

