Javascript must be enabled to continue!
PENGARUH DIAFRAGMA TERHADAP PERILAKU SISTEM STRUKTUR JEMBATAN
View through CrossRef
AbstrakPengaruh diafragma terhadap perilaku sistem struktur jembatan beton bertulang bertipe grid yang terbuat dari komponen balok gelagar dan pelat lantai. Untuk mendapatkan pengaruh diafragma terhadap perilaku struktur, dilakukan tiga macam analisis dan dua tahap pembebanan, yaitu struktur tanpa diafragma pada tahap beban mati dan tahap beban hidup, struktur tanpa diafragma pada tahap beban mati dan dengan diafragma pada tahap beban hidup, serta struktur dengan diafragma pada tahap beban mati dan tahap beban hidup. Analisis dilakukan dengan menggunakan metoda elemen hingga dalam formulasi matriks. Gelagar dimodelkan dengan elemen lentur-torsi dengan gaya prategang. Diafragma dimodelkan dengan elemen lentur-torsi tanpa gaya prategang. Pelat lentur dimodelkan dengan elemen pelat lentur menurut teori Kirchhoff. Analisis dituangkan dalam satu program paket komputer yang dituliskan dalam bahasa Fortran. Program yang khusus disusun untuk keperluan penelitian telah diuji kebenarannya dengan melakukan proses validasi, berupa perbandingan hasil yang diperoleh lewat penerapan program dengan solusi eksak. Terbukti bahwa program memberikan hasil yang cukup dekat dengan solusi eksak. Program diterapkan terhadap analisis jembatan berbentang 40 meter dengan lebar 18 meter. Jembatan dimodelkan dengan 16 gelagar, 16 diafragma dan 16 pelat lentur. Studi kasus terdiri atas perbandingan perilaku jembatan pada kasus tanpa diafragma dengan kasus dengan diafragma. Penggunaan diafragma ternyata sangat meredusir perpindahan dan momen baik pada gelagar maupun pada pelat.Kata kunci: Diafragma, Torsi, Lentur, Grid.
Title: PENGARUH DIAFRAGMA TERHADAP PERILAKU SISTEM STRUKTUR JEMBATAN
Description:
AbstrakPengaruh diafragma terhadap perilaku sistem struktur jembatan beton bertulang bertipe grid yang terbuat dari komponen balok gelagar dan pelat lantai.
Untuk mendapatkan pengaruh diafragma terhadap perilaku struktur, dilakukan tiga macam analisis dan dua tahap pembebanan, yaitu struktur tanpa diafragma pada tahap beban mati dan tahap beban hidup, struktur tanpa diafragma pada tahap beban mati dan dengan diafragma pada tahap beban hidup, serta struktur dengan diafragma pada tahap beban mati dan tahap beban hidup.
Analisis dilakukan dengan menggunakan metoda elemen hingga dalam formulasi matriks.
Gelagar dimodelkan dengan elemen lentur-torsi dengan gaya prategang.
Diafragma dimodelkan dengan elemen lentur-torsi tanpa gaya prategang.
Pelat lentur dimodelkan dengan elemen pelat lentur menurut teori Kirchhoff.
Analisis dituangkan dalam satu program paket komputer yang dituliskan dalam bahasa Fortran.
Program yang khusus disusun untuk keperluan penelitian telah diuji kebenarannya dengan melakukan proses validasi, berupa perbandingan hasil yang diperoleh lewat penerapan program dengan solusi eksak.
Terbukti bahwa program memberikan hasil yang cukup dekat dengan solusi eksak.
Program diterapkan terhadap analisis jembatan berbentang 40 meter dengan lebar 18 meter.
Jembatan dimodelkan dengan 16 gelagar, 16 diafragma dan 16 pelat lentur.
Studi kasus terdiri atas perbandingan perilaku jembatan pada kasus tanpa diafragma dengan kasus dengan diafragma.
Penggunaan diafragma ternyata sangat meredusir perpindahan dan momen baik pada gelagar maupun pada pelat.
Kata kunci: Diafragma, Torsi, Lentur, Grid.
Related Results
PERAN TATA KELOLA PERUSAHAAN DALAM MEMODERASI PENGARUH IMPLEMANTASI GREEN ACCOUNTING, CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY DAN FIRM SIZE TERHADAP KINERJA KEUANGAN
PERAN TATA KELOLA PERUSAHAAN DALAM MEMODERASI PENGARUH IMPLEMANTASI GREEN ACCOUNTING, CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY DAN FIRM SIZE TERHADAP KINERJA KEUANGAN
This study examines the role of corporate governance in moderating the influence of green accounting disclosure, corporate social responsibility (CSR), and firm size on the financi...
Studi Alternatif Perencanaan Struktur Jembatan: Studi Kasus Jembatan Biru Ruas Jalan Bandongan Salamkanci
Studi Alternatif Perencanaan Struktur Jembatan: Studi Kasus Jembatan Biru Ruas Jalan Bandongan Salamkanci
Jembatan Biru menghubungkan Ruas Jalan Bandongan – Salamkanci. Lokasi Jembatan Biru berada pada tikungan tajam sehingga membahayakan pengguna jalan. Apabila terdapat kendaraan berm...
ANALISIS KEKUATAN STRUKTUR JEMBATAN BAILEY JALAN PROVINSI RUAS MATUTING – RANGGA-RANGGA
ANALISIS KEKUATAN STRUKTUR JEMBATAN BAILEY JALAN PROVINSI RUAS MATUTING – RANGGA-RANGGA
Jembatan merupakan sarana transportasi yang penting bagi kehidupan karena dapat menghubungkan satu daerah dengan daerah lainnya yang dipisah oleh sungai, jurang, laut atau halangan...
ANALISIS STRUKTUR JEMBATAN GANTUNG SELF-ANCHORED
ANALISIS STRUKTUR JEMBATAN GANTUNG SELF-ANCHORED
Jembatan merupakan struktur yang dibuat untuk menyeberangi jurang atau rintangan seperti sungai, rel kereta api, ataupun jalan raya. Jembatan sering menjadi komponen kritis dari su...
ANALISIS PERHITUNGAN MODUL JEMBATAN GELAGAR I DAN GELAGAR BOX BAJA SEBAGAI FUNGSI JEMBATAN JALAN RAYA
ANALISIS PERHITUNGAN MODUL JEMBATAN GELAGAR I DAN GELAGAR BOX BAJA SEBAGAI FUNGSI JEMBATAN JALAN RAYA
Jembatan merupakan bagian dari prasarana transportasi yang berfungsi sebagai penghubung jalan yang terputus oleh rintangan (sungai, danau, laut,  lembah,  prasarana transportas...
EVALUASI BIAYA PEMELIHARAAN JEMBATAN BAJA WAI BOYAN NEGERI SEITH DENGAN PEDOMAN BINAMARGA
EVALUASI BIAYA PEMELIHARAAN JEMBATAN BAJA WAI BOYAN NEGERI SEITH DENGAN PEDOMAN BINAMARGA
Jembatan baja adalah struktur penting dalam infrastruktur transportasi dan harus
dipelihara dan diperiksa secara teratur untuk menjaga keamanan dan kelancaran lalu
lint...
Modifikasi Perencanaan Jembatan Mahakam 4 Di Kota Samarinda Menggunakan Model Cable Stayed
Modifikasi Perencanaan Jembatan Mahakam 4 Di Kota Samarinda Menggunakan Model Cable Stayed
Jembatan Kembar Mahakam IV adalah jembatan tipe Arch atau pelengkung baja yang berada tepat bersebelahan dengan Jembatan Mahakam I. Jembatan Kembar Mahakam IV dibangun untuk mengu...
ANALISIS DEFLEKSI JEMBATAN CABLE STAYED MENGGUNAKAN SOFTWARE ALLPLAN BRIDGE (ALUE BULOH BRIDGE)
ANALISIS DEFLEKSI JEMBATAN CABLE STAYED MENGGUNAKAN SOFTWARE ALLPLAN BRIDGE (ALUE BULOH BRIDGE)
Jembatan Alue Buloh merupakan jenis jembatan rangka baja jenis warren truss dengan panjang 180 meter yang menghubungkan Desa Latong dan Desa Alue Buloh. Dalam perencanaan ulang ini...

