Javascript must be enabled to continue!
Identifikasi Faktor yang Mempengaruhi Partisipasi Masyarakat dalam Pengelolaan Bank Sampah
View through CrossRef
Abstract. The waste bank management is one of the work programs in Cipamokolan Village as a form of effort in carrying out household-scale waste management. However, not all residents of each RW in Cipamokolan Village have participated in waste management efforts through waste bank management activities. The purpose of this study is to identify what factors that affecting community participation in waste bank management in Cipamokolan Village. The approach method used in this study is a quantitative method with the Guttman scale analysis method and multiple linear regression analysis. Based on the results of the study, it was found that community participation with the status of members in the planning stage of waste bank activities in Cipamokolan Village was classified into the high participation category with a percentage of 68%, while non-members were classified as moderate participation with a percentage of 49%. Furthermore, the participation of the community with the status of members in the stage of implementing waste bank activities in Cipamokolan Village is classified into the high participation category with a percentage of 75.6%, while non-members are classified as moderate participation with a percentage of 37%. There were also 3 factors that influenced community participation in this study, namely land availability variables, environmental/people influence variables, and communication effectiveness variables. Therefore, the management of the waste bank must strive for socialization and community empowerment so that they can participate in managing the waste bank. Therefore, the management of the waste bank must strive for socialization and community empowerment so that they can participate in managing the waste bank.
Abstrak. Pengelolaan bank sampah menjadi salah satu program kerja di Kelurahan Cipamokolan sebagai salah satu bentuk upaya dalam melaksanakan pengelolaan sampah skala rumah tangga. Namun, belum semua warga tiap RW di Kelurahan Cipamokolan yang ikut serta dalam upaya pengelolaan sampah melalui kegiatan pengelolaan bank sampah. Adapun tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengidentifikasi faktor apa saja yang mempengaruhi partisipasi masyarakat dalam pengelolaan Bank Sampah di Kelurahan Cipamokolan. Metode pendekatan yang digunakan pada penelitian ini ialah metode kuantitatif dengan metode analisis skala Guttman dan analisis regresi linear berganda. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh bahwa partisipasi masyarakat yang berstatus sebagai anggota dalam tahap perencanaan kegiatan bank sampah di Kelurahan Cipamokolan ini tergolong ke dalam kategori partisipasi tinggi dengan persentase sebesar 68%, sedangkan untuk non anggota tergolong kedalam partisipasi sedang dengan persentase sebesar 49%. Selanjutnya, partisipasi masyarakat yang berstatus sebagai anggota dalam tahap pelaksanaan kegiatan bank sampah di Kelurahan Cipamokolan ini tergolong ke dalam kategori partisipasi tinggi dengan persentase sebesar 75,6%, sedangkan untuk non anggota tergolong kedalam partisipasi sedang dengan persentase sebesar 37%. Ditemukan juga 3 faktor yang mempengaruhi partisipasi masyarakat pada penelitian ini, yaitu variabel ketersediaan lahan, variabel pengaruh lingkungan/orang sekitar, dan variabel efektivitas komunikasi. Oleh karena itu, pihak pengelola bank sampah harus mengupayakan sosialisasi dan pemberdayaan masyarakat agar turut berpartisipasi dalam pengelolaan bank sampah.
Universitas Islam Bandung (Unisba)
Title: Identifikasi Faktor yang Mempengaruhi Partisipasi Masyarakat dalam Pengelolaan Bank Sampah
Description:
Abstract.
The waste bank management is one of the work programs in Cipamokolan Village as a form of effort in carrying out household-scale waste management.
However, not all residents of each RW in Cipamokolan Village have participated in waste management efforts through waste bank management activities.
The purpose of this study is to identify what factors that affecting community participation in waste bank management in Cipamokolan Village.
The approach method used in this study is a quantitative method with the Guttman scale analysis method and multiple linear regression analysis.
Based on the results of the study, it was found that community participation with the status of members in the planning stage of waste bank activities in Cipamokolan Village was classified into the high participation category with a percentage of 68%, while non-members were classified as moderate participation with a percentage of 49%.
Furthermore, the participation of the community with the status of members in the stage of implementing waste bank activities in Cipamokolan Village is classified into the high participation category with a percentage of 75.
6%, while non-members are classified as moderate participation with a percentage of 37%.
There were also 3 factors that influenced community participation in this study, namely land availability variables, environmental/people influence variables, and communication effectiveness variables.
Therefore, the management of the waste bank must strive for socialization and community empowerment so that they can participate in managing the waste bank.
Therefore, the management of the waste bank must strive for socialization and community empowerment so that they can participate in managing the waste bank.
Abstrak.
Pengelolaan bank sampah menjadi salah satu program kerja di Kelurahan Cipamokolan sebagai salah satu bentuk upaya dalam melaksanakan pengelolaan sampah skala rumah tangga.
Namun, belum semua warga tiap RW di Kelurahan Cipamokolan yang ikut serta dalam upaya pengelolaan sampah melalui kegiatan pengelolaan bank sampah.
Adapun tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengidentifikasi faktor apa saja yang mempengaruhi partisipasi masyarakat dalam pengelolaan Bank Sampah di Kelurahan Cipamokolan.
Metode pendekatan yang digunakan pada penelitian ini ialah metode kuantitatif dengan metode analisis skala Guttman dan analisis regresi linear berganda.
Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh bahwa partisipasi masyarakat yang berstatus sebagai anggota dalam tahap perencanaan kegiatan bank sampah di Kelurahan Cipamokolan ini tergolong ke dalam kategori partisipasi tinggi dengan persentase sebesar 68%, sedangkan untuk non anggota tergolong kedalam partisipasi sedang dengan persentase sebesar 49%.
Selanjutnya, partisipasi masyarakat yang berstatus sebagai anggota dalam tahap pelaksanaan kegiatan bank sampah di Kelurahan Cipamokolan ini tergolong ke dalam kategori partisipasi tinggi dengan persentase sebesar 75,6%, sedangkan untuk non anggota tergolong kedalam partisipasi sedang dengan persentase sebesar 37%.
Ditemukan juga 3 faktor yang mempengaruhi partisipasi masyarakat pada penelitian ini, yaitu variabel ketersediaan lahan, variabel pengaruh lingkungan/orang sekitar, dan variabel efektivitas komunikasi.
Oleh karena itu, pihak pengelola bank sampah harus mengupayakan sosialisasi dan pemberdayaan masyarakat agar turut berpartisipasi dalam pengelolaan bank sampah.
Related Results
SCREENING DAN EVALUASI PROGRAM BANK SAMPAH KOTA YOGYAKARTA
SCREENING DAN EVALUASI PROGRAM BANK SAMPAH KOTA YOGYAKARTA
Pendahuluan: Badan Lingkungan Hidup (DLH) Kota Yogyakarta Sejak Tahun 2009 mengembangkan program bank sampah sebagai salah satu kegiatan yang dilaksanakan oleh Sub Bidang Daur Ulan...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2), Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
EDUKASI DAN PELATIHAN KELOMPOK MASYARAKAT TENTANG BANK SAMPAH
EDUKASI DAN PELATIHAN KELOMPOK MASYARAKAT TENTANG BANK SAMPAH
ABSTRAK
Sampah selalu menjadi masalah sulit bagi masyarakat yang tidak peduli dengan lingkungan. Ketika orang tidak menjaga kebersihan, mereka dapat meninggalkan timbunan sa...
ANALISIS ASPEK TEKNIS OPERASIONAL PENGELOLAAN SAMPAH DI RSUD ADE MOEHAMMAD DJOEN KOTA SINTANG
ANALISIS ASPEK TEKNIS OPERASIONAL PENGELOLAAN SAMPAH DI RSUD ADE MOEHAMMAD DJOEN KOTA SINTANG
ABSTRAK Permasalahan yang timbul di RSUD Ade M. Djoen Sintang yaitu ketersediaan sarana dan prasarana yang masih kurang dan penanganan pengelolaan sampah yang masih belum berjalan ...
PELATIHAN PENINGKATAN KAPASITAS BANK SAMPAH MELALUI PEMANFAATAN SAMPAH PLASTIK MENJADI BAHAN BAKAR ALTERNATIF
PELATIHAN PENINGKATAN KAPASITAS BANK SAMPAH MELALUI PEMANFAATAN SAMPAH PLASTIK MENJADI BAHAN BAKAR ALTERNATIF
Sampah merupakan suatu bahan yang terbuang atau dibuang dari sumber hasil aktifitas manusia maupun proses alam yang belum memiliki nilai ekonomis. Masalah sampah timbul dengan adan...
STRATEGI PENGELOLAAN SAMPAH BERBASIS PARTISIPASI DAN NILAI LOKAL DI KELURAHAN KANDANG MAS KOTA BENGKULU
STRATEGI PENGELOLAAN SAMPAH BERBASIS PARTISIPASI DAN NILAI LOKAL DI KELURAHAN KANDANG MAS KOTA BENGKULU
Permasalahan sampah rumah tangga masih menjadi tantangan utama di berbagai wilayah perkotaan, termasuk di Kelurahan Kandang Mas, Kecamatan Kampung Melayu, Kota Bengkulu. Rendahnya ...
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PENGELOLAAN SAMPAH DI DESA SUKAMENAK
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PENGELOLAAN SAMPAH DI DESA SUKAMENAK
Abstrak. Volume sampah di kota Bandung meningkat seiring dengan pertambahan jumlah penduduk. TPA sudah tidak dapat menampung lebih banyak lagi, akibatnya sampah meluap dan berser...

