Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Analisis Kesesuaian Pemanfaatan Ruang di Kecamatan Cianjur

View through CrossRef
Abstract. The increase in population from year to year is increasingly irregular so that the need for land for residential areas also increases. As a result, the people of Cianjur District built a residential area on a spatial pattern plan that was not intended for it. Another factor of the discrepancy in the use of the space is the ignorance of the community about the spatial plan. The government of Cianjur Regency has yet to socialize the spatial plan down to the village or kelurahan level. The purpose of this study is to analyze the suitability of space utilization. This research uses quantitative methods. The method used for this research is the method of map overlay and observation of satellite imagery. The results of the overlay with the RTRW spatial pattern plan show that the number of unsuitable polygons for spatial use is 36 polygons with a total area of 3.92 Ha. Based on the results of the analysis, so that the Cianjur Regency government can immediately follow up on space utilization that is not in accordance with the pattern plan, besides that the government must carry out socialization regarding the spatial plan, as well as evaluate the Cianjur Regency Spatial Plan for 2011-2031 and the Urban Area RDTR Draft Cianjur. Abstrak. Peningkatan jumlah penduduk dari tahun ke tahun semakin tidak teratur sehingga kebutuhan akan lahan untuk kawasan permukiman pun ikut meningkat. Akibatnya masyarakat Kecamatan Cianjur membangun suatu kawasan permukiman pada rencana pola ruang yang bukan peruntukkannya. Faktor lainnya dari ketidaksesuaian pemanfaatan ruang tersebut adalah ketidaktahuan masyarakat mengenai rencana tata ruang. Pemerintah Kabupaten Cianjur pun belum melakukan sosialisasi mengenai rencana tata ruang hingga ke level desa atau kelurahan. Tujuan dalam penelitian ini adalah menganalisis kesesuaian pemanfaatan ruang. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Metode yang digunakan untuk penelitian ini adalah metode pertampalan peta dan pengamatan citra satelit. Hasil overlay dengan rencana pola ruang RTRW menunjukkan bahwa jumlah poligon ketidaksesuaian pemanfaatan ruang berjumlah sebanyak 36 poligon dengan total luasan 3,92 Ha. Berdasarkan hasil analisis, agar pemerintah Kabupaten Cianjur dapat segera menindaklanjuti pemanfaatan ruang yang tidak sesuai dengan rencana pola, selain itu pemerintah harus melakukan sosialisasi terkait rencana tata ruang, serta melakukan evaluasi terhadap Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Cianjur Tahun 2011-2031 dan Draft RDTR Kawasan Perkotaan Cianjur.
Title: Analisis Kesesuaian Pemanfaatan Ruang di Kecamatan Cianjur
Description:
Abstract.
The increase in population from year to year is increasingly irregular so that the need for land for residential areas also increases.
As a result, the people of Cianjur District built a residential area on a spatial pattern plan that was not intended for it.
Another factor of the discrepancy in the use of the space is the ignorance of the community about the spatial plan.
The government of Cianjur Regency has yet to socialize the spatial plan down to the village or kelurahan level.
The purpose of this study is to analyze the suitability of space utilization.
This research uses quantitative methods.
The method used for this research is the method of map overlay and observation of satellite imagery.
The results of the overlay with the RTRW spatial pattern plan show that the number of unsuitable polygons for spatial use is 36 polygons with a total area of 3.
92 Ha.
Based on the results of the analysis, so that the Cianjur Regency government can immediately follow up on space utilization that is not in accordance with the pattern plan, besides that the government must carry out socialization regarding the spatial plan, as well as evaluate the Cianjur Regency Spatial Plan for 2011-2031 and the Urban Area RDTR Draft Cianjur.
Abstrak.
Peningkatan jumlah penduduk dari tahun ke tahun semakin tidak teratur sehingga kebutuhan akan lahan untuk kawasan permukiman pun ikut meningkat.
Akibatnya masyarakat Kecamatan Cianjur membangun suatu kawasan permukiman pada rencana pola ruang yang bukan peruntukkannya.
Faktor lainnya dari ketidaksesuaian pemanfaatan ruang tersebut adalah ketidaktahuan masyarakat mengenai rencana tata ruang.
Pemerintah Kabupaten Cianjur pun belum melakukan sosialisasi mengenai rencana tata ruang hingga ke level desa atau kelurahan.
Tujuan dalam penelitian ini adalah menganalisis kesesuaian pemanfaatan ruang.
Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif.
Metode yang digunakan untuk penelitian ini adalah metode pertampalan peta dan pengamatan citra satelit.
Hasil overlay dengan rencana pola ruang RTRW menunjukkan bahwa jumlah poligon ketidaksesuaian pemanfaatan ruang berjumlah sebanyak 36 poligon dengan total luasan 3,92 Ha.
Berdasarkan hasil analisis, agar pemerintah Kabupaten Cianjur dapat segera menindaklanjuti pemanfaatan ruang yang tidak sesuai dengan rencana pola, selain itu pemerintah harus melakukan sosialisasi terkait rencana tata ruang, serta melakukan evaluasi terhadap Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Cianjur Tahun 2011-2031 dan Draft RDTR Kawasan Perkotaan Cianjur.

Related Results

DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
KONDISI KESESUAIAN PEMANFAATAN RUANG DI KOTA SURABAYA
KONDISI KESESUAIAN PEMANFAATAN RUANG DI KOTA SURABAYA
Kecamatan Wonorejo dan Kecamatan Sukolilo merupakan bagian wilayah Kota Surabaya yang tergabung pada Unit Pengembangan (UP) II dalam dokumen RDTR Kota Surabaya tahun 2018 dengan ke...
Kewenangan Dinas Pekerjaan Umum Dan Penataan Ruang Kota Bima Dalam Mewujudkan Penyelenggaraan Penataan Ruang
Kewenangan Dinas Pekerjaan Umum Dan Penataan Ruang Kota Bima Dalam Mewujudkan Penyelenggaraan Penataan Ruang
Penataan Ruang adalah suatu sistem proses perencanaan tata ruang, pemanfaatan ruang, dan pengendalian pemanfaatan ruang. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penat...
Evaluasi Kesesuaian Pemanfaatan Pola Ruang Kota Baubau (Studi Kasus: Kecamatan Batupoaro, Murhum dan Wolio)
Evaluasi Kesesuaian Pemanfaatan Pola Ruang Kota Baubau (Studi Kasus: Kecamatan Batupoaro, Murhum dan Wolio)
Abstrak: Kota Baubau yang terus berkembang mengakibatkan pesatnya pertumbuhan penduduk dan peningkatan kebutuhan lahan sehingga cenderung mempengaruhi pola ruang wilayah kota. Pene...
Pelaksanaan Pengawasan Dan Pengendalian Pemanfaatan Ruang Oleh Pemerintah Kota Payakumbuh
Pelaksanaan Pengawasan Dan Pengendalian Pemanfaatan Ruang Oleh Pemerintah Kota Payakumbuh
Kebijakan penataan ruang merupakan langkah yang ditetapkan oleh pemerintah, baik pusat maupun daerah untuk dilaksanakan dan diwujudkan dalam penyelenggaraan penataan ruang di Indon...
Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang Pada Kawasan Lindung di Kota Palu
Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang Pada Kawasan Lindung di Kota Palu
Pengembangan atau pembangunan suatu wilayah harus berdasar pada lahan yang tersedia, karena lahan merupakan sumberdaya utama yang sangat dibutuhkan. Pengembangan atau pembangunan d...
Perancangan dan Implementasi Sistem Informasi Deteksi Kesesuaian Pemanfaatan Ruang Berbasis Web dengan Fitur Geo-Intersection Pada POSTGIS
Perancangan dan Implementasi Sistem Informasi Deteksi Kesesuaian Pemanfaatan Ruang Berbasis Web dengan Fitur Geo-Intersection Pada POSTGIS
Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (KKPR) merupakan konfirmasi kesesuaian antara rencana pemanfaatan ruang dengan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) dan menjadi persyaratan wajib...

Back to Top