Javascript must be enabled to continue!
PEMODELAN PENYEBARAN POLUTAN DI UDARA DENGAN SOLUSI PERSAMAAN DIFUSI ADVEKTIF
View through CrossRef
ABSTRAKTelah dimodelkan penyebaran konsentrasi polutan di udara akibat emisi pabrik melalui persamaan difusi advektif. Sebagai syarat batas, polutan dianggap berasal dari suatu sumber titik dan penyebaran konsentrasinya dipengaruhi oleh stabilitas atmosfir. Selanjtunya, model diselesaikan dengan bahasa pemrograman MATLAB. Pada kondisi atmosfir stabil, polutan terkonsentrasi pada daerah dengan jarak 27-28 kilometer dari sumber polutan dengan nilai konsentrasi sebesar 3,1 mg/m3. Sedangkan pada kondisi atmosfir netral, konsentrasi polutan maksimum berada pada jarak 2,1 kilometer dari sumber dengan nilai 11 mg/m3. Pada kondisi atmosfir labil, konsentrasi polutan berada pada daerah yang cukup dekat dengan sumber, yaitu 0,6 kilometer dengan nilai 14,55 mg/m3. MODELING OF AIRBORNE-POLLUTANT SPREADING USING THE SOLUTION OF ADVECTIVE-DIFFUSION EQUATIONABSTRACTThe spreading of airbone-pollutant concentration that was resulted from factory effluent was modelled using advective-diffusion equation. In this modelling, it was considered that airbone-pollutant was resulted from a stationary point source and its spreading was affected by atmospheric stability. Model was completed by MATLAB programming. When atmosphere was stable, the pollutant was concentrated at 27-28 km distance from the source concentration 3,1 mg/m3. The maximum concentration of pollutant was 11 mg/m3 at 2,1 km distance under neutral atmosphere condition. The pollutant was concentrated at 0,6 km with magnitude 14,55 mg/m3 if the atmosphere was unstable.
Title: PEMODELAN PENYEBARAN POLUTAN DI UDARA DENGAN SOLUSI PERSAMAAN DIFUSI ADVEKTIF
Description:
ABSTRAKTelah dimodelkan penyebaran konsentrasi polutan di udara akibat emisi pabrik melalui persamaan difusi advektif.
Sebagai syarat batas, polutan dianggap berasal dari suatu sumber titik dan penyebaran konsentrasinya dipengaruhi oleh stabilitas atmosfir.
Selanjtunya, model diselesaikan dengan bahasa pemrograman MATLAB.
Pada kondisi atmosfir stabil, polutan terkonsentrasi pada daerah dengan jarak 27-28 kilometer dari sumber polutan dengan nilai konsentrasi sebesar 3,1 mg/m3.
Sedangkan pada kondisi atmosfir netral, konsentrasi polutan maksimum berada pada jarak 2,1 kilometer dari sumber dengan nilai 11 mg/m3.
Pada kondisi atmosfir labil, konsentrasi polutan berada pada daerah yang cukup dekat dengan sumber, yaitu 0,6 kilometer dengan nilai 14,55 mg/m3.
MODELING OF AIRBORNE-POLLUTANT SPREADING USING THE SOLUTION OF ADVECTIVE-DIFFUSION EQUATIONABSTRACTThe spreading of airbone-pollutant concentration that was resulted from factory effluent was modelled using advective-diffusion equation.
In this modelling, it was considered that airbone-pollutant was resulted from a stationary point source and its spreading was affected by atmospheric stability.
Model was completed by MATLAB programming.
When atmosphere was stable, the pollutant was concentrated at 27-28 km distance from the source concentration 3,1 mg/m3.
The maximum concentration of pollutant was 11 mg/m3 at 2,1 km distance under neutral atmosphere condition.
The pollutant was concentrated at 0,6 km with magnitude 14,55 mg/m3 if the atmosphere was unstable.
Related Results
Kedudukan Inspektur Angkutan Udara Kantor Otoritas Badar Udara Wilayah VI Padang Dalam Melakukan Pengawasan Penyelenggaraan Angkutan Udara
Kedudukan Inspektur Angkutan Udara Kantor Otoritas Badar Udara Wilayah VI Padang Dalam Melakukan Pengawasan Penyelenggaraan Angkutan Udara
Penerbangan merupakan sektor strategis yang dikuasai oleh negara dan pembinaannya dilakukan oleh pemerintah melalui Kementerian Perhubungan sebagaimana diatur dalam Undang-Undang N...
Hubungan Budaya Pengamanan dan Kinerja Bandar Udara dengan Kepuasan Penumpang Angkutan Udara di Bandar Udara Internasional Soekarno - Hatta
Hubungan Budaya Pengamanan dan Kinerja Bandar Udara dengan Kepuasan Penumpang Angkutan Udara di Bandar Udara Internasional Soekarno - Hatta
This study examined the association of security culture (X1) and the performance of airport services (X2) with air transport passenger satisfaction (Y), either individually or join...
Model Hidrologi Untuk Prediksi Elevasi Muka Air Tanah Pada Gambut Tropis Sebagai Upaya Mitigasi Kebakaran di Kabupaten Bengkalis
Model Hidrologi Untuk Prediksi Elevasi Muka Air Tanah Pada Gambut Tropis Sebagai Upaya Mitigasi Kebakaran di Kabupaten Bengkalis
Salah satu komponen terpenting untuk mencegah terjadi kebakaran dilahangambut adalah elevasi muka air tanah gambut. Model hidrologi untukmemprediksi muka air tanah gambut tropis da...
URGENSI BANTUAN TEMBAKAN UDARA DALAM OPERASI DUKUNGAN UDARA
URGENSI BANTUAN TEMBAKAN UDARA DALAM OPERASI DUKUNGAN UDARA
Operasi dukungan udara merupakan bagian integral dari strategi pertahanan nasional, yang melibatkan koordinasi efektif antara pasukan darat, laut, dan udara. Artikel ini bertujuan ...
Pengaruh Jumlah Udara Segar dan Pertukaran Udara Terhadap Kapasitas Beban Pendingin pada Ruang Operasi
Pengaruh Jumlah Udara Segar dan Pertukaran Udara Terhadap Kapasitas Beban Pendingin pada Ruang Operasi
Ruang operasi merupakan suatu ruangan yang ada di sebuah rumah sakit, ruangan tersebut mempunyai kekhususan dibandingkan dengan ruangan yang lain pada suatu rumah sakit. Ruang oper...
PERANCANGAN POTENSI LOKASI JEJARING STASIUN PEMANTAU KUALITAS UDARA DI DAERAH URBAN BERBASIS DATA SPASIAL
PERANCANGAN POTENSI LOKASI JEJARING STASIUN PEMANTAU KUALITAS UDARA DI DAERAH URBAN BERBASIS DATA SPASIAL
Kota besar seperti Jakarta memiliki masalah dalam mengelola kualitas udaranya. Dampak pencemaran udara akan mengakibatkan menurunnya kualitas kesehatan masyarakat. Dalam rangka pen...
PROTOTYPE PENGUKUR KUALITAS UDARA PM10 BERBASIS INTERNET Of THINGS (IoT)
PROTOTYPE PENGUKUR KUALITAS UDARA PM10 BERBASIS INTERNET Of THINGS (IoT)
Kondisi udara pada lingkungan tempat tinggal sudah mulai tercemar oleh polutan-polutan berupa asap pembakaran lahan, asap rokok, asap kendaraan bermotor serta banyak lagi sumber po...
PERAN UNIT APRON MOVEMENT CONTROL (AMC) DALAM MENJAMIN KESELAMATAN PENERBANGAN DI BANDAR UDARA INTERNASIONAL SULTAN HASANUDDIN MAKASSAR
PERAN UNIT APRON MOVEMENT CONTROL (AMC) DALAM MENJAMIN KESELAMATAN PENERBANGAN DI BANDAR UDARA INTERNASIONAL SULTAN HASANUDDIN MAKASSAR
Apron Movement Control (AMC) merupakan personil Bandar Udara yang memiliki lisensi dan rating untuk melaksanakan tugas sebagai penanggung jawab kegiatan operasi penerbangan, pengaw...

