Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Model Hidrologi Untuk Prediksi Elevasi Muka Air Tanah Pada Gambut Tropis Sebagai Upaya Mitigasi Kebakaran di Kabupaten Bengkalis

View through CrossRef
Salah satu komponen terpenting untuk mencegah terjadi kebakaran dilahangambut adalah elevasi muka air tanah gambut. Model hidrologi untukmemprediksi muka air tanah gambut tropis dalam upaya mitigasi kebakaranlahan gambut berdasarkan data curah hujan dan data muka air tanah (GroundWater Level). Pembuatan pemodelan akan dilakukan dengan cara mencarikorelasi antara data curah hujan terhadap kenaikan muka air tanah (dWRain)dan korelasi muka air tanah terhadap penurun elevasi muka air tanah (dWlose)dengan data curah hujan. Pemodelan terdiri dari tiga model yaitu : Pemodelan 1dengan data curah hujan dan muka air tanah data 1 bulan, Pemodelan 2 datacurah hujan dan muka air tanah data 3 bulan dan Pemodelan 3 data curah hujandan muka air tanah data 6 bulan. Hasil analisis Pemodelan 1 dengan data curahhujan dan muka air tanah 1 bulan (dWRain) korelasi R² = 0.9029 (korelasisangat kuat) dengan persamaan : y = 0.8993x + 0.0004 sedangkan (dWlose)korelasi R² = 0,1053 (korelasi sangat lemah) dengan persamaan : y = -0,1754x+ 0,046, dilihat dari grafik untuk pemodelan 1 grafik muka air tanah gambutprediksi kurang mengikuti grafik muka air tanah terukur di lapangan dengannilai MSE (Mean Squared Error) = 0.13 dan MAPE (Mean AbsolutePercentage Error) = 92,21 %. Hasil analisis Pemodelan 2 dengan data curahhujan dan muka air tanah 3 bulan dWRain korelasi R² = 0.7078 (korelasi kuat)dengan persamaan : y =1.1069x + 0.0002 sedangkan, (dWlose) korelasi R² =0.0825 (korelasi sangat lemah) dengan persamaan : y = 0.0169x+0.0019,dilihat dari grafik untuk pemodelan 2 grafik muka air tanah prediksi kurangmengikuti pola grafik muka air tanah terukur di lapangan dengan nilai MSE =0.06 dan MAPE = 86,75, %. Hasil analisis Pemodelan 3 dengan data curahhujan dan muka air tanah 6 bulan dWRain korelasi R² = 0.2583 (korelasicukup) dengan persamaan : y =1.211x + 0.0032 sedangkan (dWlose) korelasiR² = 0.0083 (korelasi sangat lemah) dengan persamaan : y = 0.0133x+0.0104dilihat dari grafik untuk pemodelan 3 grafik muka air tanah sudah mengikutipola muka air tanah terukur di lapangan dengan nilai MSE = 0.01 dan MAPE =37.49 %.
Title: Model Hidrologi Untuk Prediksi Elevasi Muka Air Tanah Pada Gambut Tropis Sebagai Upaya Mitigasi Kebakaran di Kabupaten Bengkalis
Description:
Salah satu komponen terpenting untuk mencegah terjadi kebakaran dilahangambut adalah elevasi muka air tanah gambut.
Model hidrologi untukmemprediksi muka air tanah gambut tropis dalam upaya mitigasi kebakaranlahan gambut berdasarkan data curah hujan dan data muka air tanah (GroundWater Level).
Pembuatan pemodelan akan dilakukan dengan cara mencarikorelasi antara data curah hujan terhadap kenaikan muka air tanah (dWRain)dan korelasi muka air tanah terhadap penurun elevasi muka air tanah (dWlose)dengan data curah hujan.
Pemodelan terdiri dari tiga model yaitu : Pemodelan 1dengan data curah hujan dan muka air tanah data 1 bulan, Pemodelan 2 datacurah hujan dan muka air tanah data 3 bulan dan Pemodelan 3 data curah hujandan muka air tanah data 6 bulan.
Hasil analisis Pemodelan 1 dengan data curahhujan dan muka air tanah 1 bulan (dWRain) korelasi R² = 0.
9029 (korelasisangat kuat) dengan persamaan : y = 0.
8993x + 0.
0004 sedangkan (dWlose)korelasi R² = 0,1053 (korelasi sangat lemah) dengan persamaan : y = -0,1754x+ 0,046, dilihat dari grafik untuk pemodelan 1 grafik muka air tanah gambutprediksi kurang mengikuti grafik muka air tanah terukur di lapangan dengannilai MSE (Mean Squared Error) = 0.
13 dan MAPE (Mean AbsolutePercentage Error) = 92,21 %.
Hasil analisis Pemodelan 2 dengan data curahhujan dan muka air tanah 3 bulan dWRain korelasi R² = 0.
7078 (korelasi kuat)dengan persamaan : y =1.
1069x + 0.
0002 sedangkan, (dWlose) korelasi R² =0.
0825 (korelasi sangat lemah) dengan persamaan : y = 0.
0169x+0.
0019,dilihat dari grafik untuk pemodelan 2 grafik muka air tanah prediksi kurangmengikuti pola grafik muka air tanah terukur di lapangan dengan nilai MSE =0.
06 dan MAPE = 86,75, %.
Hasil analisis Pemodelan 3 dengan data curahhujan dan muka air tanah 6 bulan dWRain korelasi R² = 0.
2583 (korelasicukup) dengan persamaan : y =1.
211x + 0.
0032 sedangkan (dWlose) korelasiR² = 0.
0083 (korelasi sangat lemah) dengan persamaan : y = 0.
0133x+0.
0104dilihat dari grafik untuk pemodelan 3 grafik muka air tanah sudah mengikutipola muka air tanah terukur di lapangan dengan nilai MSE = 0.
01 dan MAPE =37.
49 %.

Related Results

SIMULASI MODEL HIDROLIKA DALAM MANAJEMEN TATA KELOLA AIR UNTUK MITIGASI KEBAKARAN LAHAN GAMBUT
SIMULASI MODEL HIDROLIKA DALAM MANAJEMEN TATA KELOLA AIR UNTUK MITIGASI KEBAKARAN LAHAN GAMBUT
Kebakaran hutan dan lahan gambut mengakibatkan bencana asap yangmengancam aspek-aspek kehidupan manusia pada tingkat lokal, nasional,regional, bahkan global. Hilangnya vegetasi dan...
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
PENGARUH AMELIORAN DAN PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL BAWANG MERAH PADA TANAH GAMBUT
PENGARUH AMELIORAN DAN PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL BAWANG MERAH PADA TANAH GAMBUT
Bawang merah (Allium ascalonicum L.) merupakan komoditas sayuran yang memiliki nilai ekonomis tinggi, baik ditinjau dari sisi pemenuhan untuk konsumsi nasional, sebagai sumber peng...
ANALISIS HIDROLIKA PELIMPAH TAMBAHAN PADA BENDUNGAN MANIKIN DENGAN MENGGUNAKAN PROGRAM HEC-RAS 6.2
ANALISIS HIDROLIKA PELIMPAH TAMBAHAN PADA BENDUNGAN MANIKIN DENGAN MENGGUNAKAN PROGRAM HEC-RAS 6.2
Bendungan Manikin merupakan salah satu dari 7 Bendungan di Provinsi NTT. Bendungan ini memiliki Pelimpah tambahan bertipe ogge. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kecepatan ali...
KERAGAMAN FUNGI MIKORIZA ARBUSKULA (FMA) DI LAHAN GAMBUT KONVERSI HUTAN ALAM MENJADI PERKEBUNAN KELAPA SAWIT
KERAGAMAN FUNGI MIKORIZA ARBUSKULA (FMA) DI LAHAN GAMBUT KONVERSI HUTAN ALAM MENJADI PERKEBUNAN KELAPA SAWIT
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keragaman Fungi Mikoriza Arbuskula(FMA) lahan gambut konversi hutan alam menjadi perkebunan kelapa sawit diKotawaringin Timur. Penelit...
DAMPAK PENCEMARAN TANAH DAN LANGKAH PENCEGAHAN
DAMPAK PENCEMARAN TANAH DAN LANGKAH PENCEGAHAN
Tanah merupakan bagian penting dalam menunjang kehidupan makhluk hidup di muka bumi. Seperti kita ketahui rantai makanan bermula dari tumbuhan. Manusia, hewan hidup dari tumbuhan. ...
Analisis Pembasahan Lahan Gambut Akibat Pembangunan Sekat Kanal (Studi Kasus: Desa Lukun, Kabupaten Kepulauan Meranti)
Analisis Pembasahan Lahan Gambut Akibat Pembangunan Sekat Kanal (Studi Kasus: Desa Lukun, Kabupaten Kepulauan Meranti)
Restorasi gambut sangat diperlukan untuk merehabilitasi ekosistem gambut. Badan Restorasi Gambut (BRG) telah menerapkan upaya restorasi gambut salah satunya melalui kegiatan rewett...
POTENSI INDIKATIF CADANGAN AIR TANAH DI KABUPATEN BANGLI
POTENSI INDIKATIF CADANGAN AIR TANAH DI KABUPATEN BANGLI
Wilayah pada Kabupaten Bangli merupakan kawasan kabupaten yang tanpa memiliki kawasan pantai serta sebagian besar wilayahnya berada pada daratan tinggi dan hanya sebagian kecil wil...

Back to Top