Javascript must be enabled to continue!
ANALISIS HIDROLIKA PELIMPAH TAMBAHAN PADA BENDUNGAN MANIKIN DENGAN MENGGUNAKAN PROGRAM HEC-RAS 6.2
View through CrossRef
Bendungan Manikin merupakan salah satu dari 7 Bendungan di Provinsi NTT. Bendungan ini memiliki Pelimpah tambahan bertipe ogge. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kecepatan aliran dan profil muka air banjir pada penampang pelimpah tambahan tersebut, penelitian ini dilakukan dengan analisis Program HEC-RAS 6.2. Hasil penelitian diperoleh profil muka air banjir maksimum untuk debit QPMF pada penampang persegi berada di elevasi 151,74 m dan minimum berada di elevasi 146,79 m, penampang boxculvert muka air di elevasi 144,51 m dan minimum di elevasi 143,14 m, penampang persegi panjang muka air di elevasi 144,30 m dan minimum di elevasi 143,95 m, penampang trapesium di elevasi 143,58 m dan minimun di elevasi 105,56 m. Sedangkan debit Q1000 tahun muka air maksimum pada penampang persegi di elevasi 150,18 m, dan minimun di elevasi 142,79 m, penampang boxculvert muka air di elevasi 141,91 m dan minimum di elevasi 141,23 m, penampang persegi panjang muka air di elevasi 141,31 m dan minimum di elevasi 140,80 m, pada penampang trapesium muka air di elevasi 140,81 m dan minimum di elevasi 103,02 m. Kecepatan rata-rata aliran untuk debit QPMF sebesar 5,00 m/s dan debit Q1000 tahun sebesar 1,29 m/s.
Title: ANALISIS HIDROLIKA PELIMPAH TAMBAHAN PADA BENDUNGAN MANIKIN DENGAN MENGGUNAKAN PROGRAM HEC-RAS 6.2
Description:
Bendungan Manikin merupakan salah satu dari 7 Bendungan di Provinsi NTT.
Bendungan ini memiliki Pelimpah tambahan bertipe ogge.
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kecepatan aliran dan profil muka air banjir pada penampang pelimpah tambahan tersebut, penelitian ini dilakukan dengan analisis Program HEC-RAS 6.
2.
Hasil penelitian diperoleh profil muka air banjir maksimum untuk debit QPMF pada penampang persegi berada di elevasi 151,74 m dan minimum berada di elevasi 146,79 m, penampang boxculvert muka air di elevasi 144,51 m dan minimum di elevasi 143,14 m, penampang persegi panjang muka air di elevasi 144,30 m dan minimum di elevasi 143,95 m, penampang trapesium di elevasi 143,58 m dan minimun di elevasi 105,56 m.
Sedangkan debit Q1000 tahun muka air maksimum pada penampang persegi di elevasi 150,18 m, dan minimun di elevasi 142,79 m, penampang boxculvert muka air di elevasi 141,91 m dan minimum di elevasi 141,23 m, penampang persegi panjang muka air di elevasi 141,31 m dan minimum di elevasi 140,80 m, pada penampang trapesium muka air di elevasi 140,81 m dan minimum di elevasi 103,02 m.
Kecepatan rata-rata aliran untuk debit QPMF sebesar 5,00 m/s dan debit Q1000 tahun sebesar 1,29 m/s.
Related Results
KAJIAN PENINGKATAN BENDUNGAN BENANGA DI KOTA SAMARINDA PROPINSI KALIMANTAN TIMUR
KAJIAN PENINGKATAN BENDUNGAN BENANGA DI KOTA SAMARINDA PROPINSI KALIMANTAN TIMUR
Tujuan penelitian adalah untuk mendapatkan dokumen perencanaan teknis yang dilengkapi gambar perencanaan/desain peningkatan bendungan Benanga.Penelitian dilaksanakan di kawasan ben...
Analisa Hidrolika Uji Model Test Pelimpah Bendungan Pelosika Kabupaten Konawe Sulawesi Tenggara Skala 1:50
Analisa Hidrolika Uji Model Test Pelimpah Bendungan Pelosika Kabupaten Konawe Sulawesi Tenggara Skala 1:50
Pembangunan Bendungan Pelosika yang berlokasi di sungai konaweha, Kabupaten Konawe, Provinsi Sulawesi Selatan mempunyai fungsi utama sebagai bentuk upaya konservasi air dan pemanfa...
CLIMATE-2019 Program committee
CLIMATE-2019 Program committee
NOTITLE. Chairman
Mokhov Igor
RAS academecian, Dr. Sci., Professor
...
Studi Perencanaan Ulang Bangunan Pelimpah (Spillway)Bendungan Tiu Suntuk Kabupaten Sumbawa Barat
Studi Perencanaan Ulang Bangunan Pelimpah (Spillway)Bendungan Tiu Suntuk Kabupaten Sumbawa Barat
Perencanaaan bangunan pelimpah bendungan Tiu Suntuk melalui tahapan analisis hidrologi, hidrolika dan stabilitas. Analisis hidrologi dilakukan untuk mendapatkan besaran debit banji...
Penelusuran Banjir Pada Bangunan Pelimpah (Spillway) Bendungan Tiro
Penelusuran Banjir Pada Bangunan Pelimpah (Spillway) Bendungan Tiro
Bendungan Tiro terletak di Kecamatan Tiro Truseb, Kabupaten Pidie. Dengan luas DAS sebesar ±175,14 km2 dan luas genangan pada ketinggian +122 m sebesar ± 116,5 ha. Sebuah bendungan...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2), Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
Evaluasi Kondisi Fisik Bendungan Sempor Kabupaten Kebumen Dalam Penentuan Prioritas Pemeliharaan Sebagai Upaya Memperpanjang Usia Operasional
Evaluasi Kondisi Fisik Bendungan Sempor Kabupaten Kebumen Dalam Penentuan Prioritas Pemeliharaan Sebagai Upaya Memperpanjang Usia Operasional
Selain memberikan manfaat bagi manusia, bendungan juga menimbulkan potensi bahaya yang besar bagi sekitarnya. Potensi bahaya tersebut adalah runtuhnya bangunan bendungan yang dapa...
PENERAPAN METODE MODIFIKASI ANDERSEN DALAM PENILAIAN RISIKO BENDUNGAN HALIWEN
PENERAPAN METODE MODIFIKASI ANDERSEN DALAM PENILAIAN RISIKO BENDUNGAN HALIWEN
Indonesia merupakan negara yang rawan bencana, oleh karena itu seluruh infrastruktur yang dimiliki harus dilakukan analisis risiko guna dapat dilakukan upaya-upaya mitigasinya. Sal...

