Javascript must be enabled to continue!
RETROFIT SEISMIK EFISIEN UNTUK BANGUNAN BETON BERTULANG EKSISTING
View through CrossRef
Masalah yang sering ada pada bangunan eksisting antara lain: ketidak teraturan baik horisontal maupun vertikal, kekakuan lateral struktur rendah, dan daktilitas rendah sehingga bangunan eksisting tersebut rentan terhadap gempa dan memerlukan seismik retrofit untuk meningkatkan kekakuan dan kapasitasnya. Saat ini evaluasi seismik dan retrofit pada bangunan eksisting mengacu pada standar ASCE41-17. Ada dua prosedur yang disederhanakan dalam ASCE41-17 yaitu: Tier 1 untuk screeningdan Tier 2 untuk evaluasi berbasis defisiensi. Untuk struktur bangunan yang lebih kompleks, ASCE41-17 menyediakan Tier 3 yaitu prosedur evaluasi sistematik. Ada dua pilihan untuk Tier 3 yaitu Tier 3 dengan prosedur linier dan Tier 3 dengan prosedur non linier. Makalah ini akan memakai Tier 3 dengan prosedur non linier karena pilihan ini diizinkan untuk bangunan kompleks dengan lebih dari satu ke tidak teraturan dan untuk semua level kinerja yang dievaluasi. Prosedur non linier lebih tidak konservatif bila dibanding dengan prosedur linier sehingga faktor keamanan yang digunakan dapat lebih rendah. Ada dua prosedur non linier: Nonlinear Static Proceduire (NSP) dan Nonlinier Dynamic Procedure(NDP). NSP akan digunakan untuk melakukan asesmen terhadap respons seismik dan dilanjutkan dengan perkuatan pada struktur beton bertulang eksisting. Informasi detail tentang struktur bangunan eksisting yaitu: uji material, gambar kerja, hasil scanning tulangan terpasang dan survei lapangan, perlu diperoleh dan dipahami dengan baik sebelum melakukan evaluasi seismik sehingga prosedur non linearyang kurang konservatif, bersama dengan faktor keamanan yang lebih rendah, dapat digunakan. Dengan pendekatan ini kriteria penerimaan dari ASCE41-17 lebih mudah dipenuhi. Proses iterasi dengan NSP dipakai untuk memperoleh efisiensi hasil retrofit melalui intervensi terhadap sistem struktur eksisting.
Title: RETROFIT SEISMIK EFISIEN UNTUK BANGUNAN BETON BERTULANG EKSISTING
Description:
Masalah yang sering ada pada bangunan eksisting antara lain: ketidak teraturan baik horisontal maupun vertikal, kekakuan lateral struktur rendah, dan daktilitas rendah sehingga bangunan eksisting tersebut rentan terhadap gempa dan memerlukan seismik retrofit untuk meningkatkan kekakuan dan kapasitasnya.
Saat ini evaluasi seismik dan retrofit pada bangunan eksisting mengacu pada standar ASCE41-17.
Ada dua prosedur yang disederhanakan dalam ASCE41-17 yaitu: Tier 1 untuk screeningdan Tier 2 untuk evaluasi berbasis defisiensi.
Untuk struktur bangunan yang lebih kompleks, ASCE41-17 menyediakan Tier 3 yaitu prosedur evaluasi sistematik.
Ada dua pilihan untuk Tier 3 yaitu Tier 3 dengan prosedur linier dan Tier 3 dengan prosedur non linier.
Makalah ini akan memakai Tier 3 dengan prosedur non linier karena pilihan ini diizinkan untuk bangunan kompleks dengan lebih dari satu ke tidak teraturan dan untuk semua level kinerja yang dievaluasi.
Prosedur non linier lebih tidak konservatif bila dibanding dengan prosedur linier sehingga faktor keamanan yang digunakan dapat lebih rendah.
Ada dua prosedur non linier: Nonlinear Static Proceduire (NSP) dan Nonlinier Dynamic Procedure(NDP).
NSP akan digunakan untuk melakukan asesmen terhadap respons seismik dan dilanjutkan dengan perkuatan pada struktur beton bertulang eksisting.
Informasi detail tentang struktur bangunan eksisting yaitu: uji material, gambar kerja, hasil scanning tulangan terpasang dan survei lapangan, perlu diperoleh dan dipahami dengan baik sebelum melakukan evaluasi seismik sehingga prosedur non linearyang kurang konservatif, bersama dengan faktor keamanan yang lebih rendah, dapat digunakan.
Dengan pendekatan ini kriteria penerimaan dari ASCE41-17 lebih mudah dipenuhi.
Proses iterasi dengan NSP dipakai untuk memperoleh efisiensi hasil retrofit melalui intervensi terhadap sistem struktur eksisting.
Related Results
Studi Pemanfaatan Limbah Serat Gergaji Kayu dan Limbah Kertas Sebagai Campuran Beton Ringan
Studi Pemanfaatan Limbah Serat Gergaji Kayu dan Limbah Kertas Sebagai Campuran Beton Ringan
Limbah sering digunakan sebagai bahan untuk berbagai keperluan, termasuk dalam rekayasa bahan bangunan. Salah satu jenis limbah yang masih jarang diteliti sebagai campuran dalam pe...
PENGARUH PENGGUNAAN VARIASI PH AIR TERHDAPA KUAT TEKAN BETON NORMAL
PENGARUH PENGGUNAAN VARIASI PH AIR TERHDAPA KUAT TEKAN BETON NORMAL
Dalam pembuatan betonair sangat diperlukan untuk memicu proses kimiawi semen, membasahi agregat halus, dan memberikan kemudahan dalam pekerjaan beton. Pada dasarnya air yang diguna...
ANALISIS TIDAK TERCAPAINYA MUTU BETON K-250 DENGAN PENGGUNAAN AGREGAT DARI QUARRY SUNGAI ABUKAREI SERUI
ANALISIS TIDAK TERCAPAINYA MUTU BETON K-250 DENGAN PENGGUNAAN AGREGAT DARI QUARRY SUNGAI ABUKAREI SERUI
Dalam dunia konstruksi, beton merupakan salah satu komponen struktur yang paling sering digunakan sampai saat ini, baik untuk bangunan gedung, jembatan maupun dermaga. Beton merupa...
BETON STRUKTURAL MENGGUNAKAN AGREGAT PASIR - BATU ALAM
BETON STRUKTURAL MENGGUNAKAN AGREGAT PASIR - BATU ALAM
Kuat tekan beton, selain dipengaruhi oleh mutu perekat (semen), juga ditentukan oleh mutu agregat yang digunakan sebagai bahan pengisinya. Hal ini terlihat dari komposisi agregat d...
PENGARUH FLY ASH TERHADAP KEKUATAN BETON
PENGARUH FLY ASH TERHADAP KEKUATAN BETON
Dalam menghasilkan beton dengan kualitas baik dan kuat tekan yang tinggi, maka proses pembuatan beton dari mulai terjadinya reaksi kimia dan masa pemeliharaan harus diperhatikan. K...
KOREKSI MISTIE PADA SEISMIK SINGLE CHANNEL MENGGUNAKAN SINGLE BEAM ECHOSOUNDER DI PERAIRAN BINTAN SELATAN
KOREKSI MISTIE PADA SEISMIK SINGLE CHANNEL MENGGUNAKAN SINGLE BEAM ECHOSOUNDER DI PERAIRAN BINTAN SELATAN
Seismik merupakan metode eksplorasi geologi bawah laut dengan menggunakan penjalaran gelombang akustik sehingga dapat menggambarkan bentuk dan lapisan bawah permukaan dasar laut. P...
ANALISA PERBANDINGAN HASIL PENGUJIAN LABORATORIUM DAN SIMULASI PADA BALOK BETON BERTULANG
ANALISA PERBANDINGAN HASIL PENGUJIAN LABORATORIUM DAN SIMULASI PADA BALOK BETON BERTULANG
Perilaku balok beton bertulang sangat penting dalam desain struktur. Beberapa kegagalan yang terjadi pada balok dikarenakan penulangan balok tidak terpasang seperti prosedur perenc...
STUDI AWAL PENGEMBANGAN METODE PERAWATAN BETON DENGAN METODE BIOMINERALISASI : LITERATURE REVIEW
STUDI AWAL PENGEMBANGAN METODE PERAWATAN BETON DENGAN METODE BIOMINERALISASI : LITERATURE REVIEW
Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan referensi inovasi penggunaan bakteri dalam masa perawatan beton. Inovasi pada material beton dengan metode self-healing memungkinkan ...

