Javascript must be enabled to continue!
Kebersyukuran dan Kebermaknaan Hidup pada Penderita Jantung Koroner
View through CrossRef
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kebersyukuran dan kebermaknaan hidup pada penderita jantung koroner di Poliklinik Penyakit Dalam RSUD Hj. Anna Lasmanah Banjarnegara. Jumlah partisipan dalam penelitian ini yaitu 65 pasien.Alat pengumpulan data menggunakan skala kebersyukuran dan skala kebermaknaan hidup. Dari uji validitas, diperoleh koefisien validitas skala kebersyukuran bergerak dari 0,252 sampai 0,508 dengan rtabel = 0,244, sementara validitas skala kebermaknaan hidup bergerak dari 0,322 sampai 0,496 dengan rtabel = 0,244. Hasil uji reliabilitas skala kebersyukuran diperoleh nilai sebesar 0,879 dan skala kebermaknaan hidup sebesar 0,890.Analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik analisis regresi linier sederhana. Hasil uji hipotesis menunjukkan rhitung sebesar 0,726 dan rtabel 0,244 p sebesar 0,000 dengan taraf kepercayaan 99% (α = 0,01), hal ini menunjukkan bahwa rhitung>rtabel (0,726>0,244) maka arah hubungan adalah positif. Dimana semakin tinggi kebersyukuran maka semakin tinggi kebermaknaan hidupnya, begitu juga sebaliknya jika semakin rendah kebersyukuran maka akan semakin rendah pula kebermaknaan hidupnya. Sumbangan efektif variabel kebersyukuran adalah sebesar 52,7% terhadap kebermaknaan hidup, sementara 47,3% merupakan sumbangan efektif dari faktor lain yang tidak diteliti. Kata Kunci : Kebersyukuran, Kebermaknaan Hidup, Penderita Jantung Koroner
Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan Universitas Muhammadiyah Purwokerto
Title: Kebersyukuran dan Kebermaknaan Hidup pada Penderita Jantung Koroner
Description:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kebersyukuran dan kebermaknaan hidup pada penderita jantung koroner di Poliklinik Penyakit Dalam RSUD Hj.
Anna Lasmanah Banjarnegara.
Jumlah partisipan dalam penelitian ini yaitu 65 pasien.
Alat pengumpulan data menggunakan skala kebersyukuran dan skala kebermaknaan hidup.
Dari uji validitas, diperoleh koefisien validitas skala kebersyukuran bergerak dari 0,252 sampai 0,508 dengan rtabel = 0,244, sementara validitas skala kebermaknaan hidup bergerak dari 0,322 sampai 0,496 dengan rtabel = 0,244.
Hasil uji reliabilitas skala kebersyukuran diperoleh nilai sebesar 0,879 dan skala kebermaknaan hidup sebesar 0,890.
Analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik analisis regresi linier sederhana.
Hasil uji hipotesis menunjukkan rhitung sebesar 0,726 dan rtabel 0,244 p sebesar 0,000 dengan taraf kepercayaan 99% (α = 0,01), hal ini menunjukkan bahwa rhitung>rtabel (0,726>0,244) maka arah hubungan adalah positif.
Dimana semakin tinggi kebersyukuran maka semakin tinggi kebermaknaan hidupnya, begitu juga sebaliknya jika semakin rendah kebersyukuran maka akan semakin rendah pula kebermaknaan hidupnya.
Sumbangan efektif variabel kebersyukuran adalah sebesar 52,7% terhadap kebermaknaan hidup, sementara 47,3% merupakan sumbangan efektif dari faktor lain yang tidak diteliti.
Kata Kunci : Kebersyukuran, Kebermaknaan Hidup, Penderita Jantung Koroner.
Related Results
PERBANDINGAN KADAR LOW DENSITY LIPOPROTEIN PADA PENDERITA PENYAKIT JANTUNG KORONER DENGAN PENDERITA NON-PENYAKIT JANTUNG KORONER
PERBANDINGAN KADAR LOW DENSITY LIPOPROTEIN PADA PENDERITA PENYAKIT JANTUNG KORONER DENGAN PENDERITA NON-PENYAKIT JANTUNG KORONER
Penyakit jantung koroner merupakan suatu penyakit yang diakibatkan tidak mencukupinya suplai darah dan oksigen pada lapisan miokardium jantung akibat penyempitan pembuluh darah kor...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2), Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
Dukungan Sosial dengan Kebermaknaan Hidup pada Pasien ODHA
Dukungan Sosial dengan Kebermaknaan Hidup pada Pasien ODHA
HIV/AIDS is a chronic disease, if this condition is experienced for a long period of time it can lead to thoughts of life being meaningless. The meaning of life is important for so...
Faktor -Faktor Yang Mempengaruhi Kejadian Penyakit Jantung Koroner
Faktor -Faktor Yang Mempengaruhi Kejadian Penyakit Jantung Koroner
Perubahan gaya hidup tidak seimbang atau tidak sehat, serta banyaknya tuntutan pekerjaan, aktivitas sosial yang dapat menimbulkan stres pada seseorang sehingga berisiko pederita pe...
Hubungan Mekanisme Koping Terhadap Perilaku Pencegahan Sekunder Pada Penyakit Jantung Koroner
Hubungan Mekanisme Koping Terhadap Perilaku Pencegahan Sekunder Pada Penyakit Jantung Koroner
Penyakit jantung koroner merupakan gangguan pada fungsi jantung yang terjadi karena penyempitan pembuluh darah koroner atau arteri koroner. Penyakit ini menjadi prevalensi tertingg...
Profil Penderita Covid-19 dengan Komorbid Penyakit Jantung Koroner di Rumah Sakit Umum Haji Surabaya
Profil Penderita Covid-19 dengan Komorbid Penyakit Jantung Koroner di Rumah Sakit Umum Haji Surabaya
Latar belakang : COVID-19 adalah penyakit yang disebabkan jenis baru virus corona yang masih memiliki hubungan dengan famili virus SARS. Kasus COVID-19 pertama kali muncul di Wuhan...
Pengaruh Aktivitas Fisik, Perilaku Menetap, Status Gizi dan Gangguan Kesehatan Mental terhadap Penyakit Jantung Koroner
Pengaruh Aktivitas Fisik, Perilaku Menetap, Status Gizi dan Gangguan Kesehatan Mental terhadap Penyakit Jantung Koroner
Perubahan gaya hidup pada masyarakat membawa dampak terhadap perkembangan penyakit degeneratif, salah satunya adalah penyakit jantung koroner. Penyakit jantung koroner adalah penya...

