Javascript must be enabled to continue!
PERBANDINGAN KADAR LOW DENSITY LIPOPROTEIN PADA PENDERITA PENYAKIT JANTUNG KORONER DENGAN PENDERITA NON-PENYAKIT JANTUNG KORONER
View through CrossRef
Penyakit jantung koroner merupakan suatu penyakit yang diakibatkan tidak mencukupinya suplai darah dan oksigen pada lapisan miokardium jantung akibat penyempitan pembuluh darah koroner. Penyempitan pembuluh darah koroner ini disebabkan oleh aterosklerosis yang juga menjadi ciri khas patofisiologi penyakit jantung koroner. Kadar LDL-C yang berlebih diperkirakan sebagai salah satu pencetus terjadinya aterosklerosis hingga munculnya penyakit jantung koroner. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan kadar LDL-C pada penderita penyakit jantung koroner dengan penderita non-penyakit jantung koroner. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan desain penelitian cross-sectional. Penelitian ini menggunakan data sekunder yang diperoleh dari data rekam medis RSU Madani Medan pada periode Juni - September 2021 dengan teknik pengambilan sampel total sampling. Penelitian ini menggunakan sampel sebanyak 141 subjek yang terbagi atas 127 sampel non-penyakit jantung koroner dan 14 sampel penyakit jantung koroner. Penelitian ini menunjukkan rata-rata kadar LDL-C pada penderita penyakit jantung koroner mencapai angka 164 mg/dL dan nilai rata-rata LDL-C pada penderita non-penyakit jantung koroner mencapai angka 139 mg/dL. Hasil analisis Mann-Whitney menunjukkan adanya perbedaan kadar LDL-C yang signifikan diantara penderita penyakit jantung koroner dengan penderita non-penyakit jantung koroner (p=0.013) dengan hubungan yang sedang (Rank Biserial Correlation = 0.408).
Universitas Islam Sumatera Utara
Title: PERBANDINGAN KADAR LOW DENSITY LIPOPROTEIN PADA PENDERITA PENYAKIT JANTUNG KORONER DENGAN PENDERITA NON-PENYAKIT JANTUNG KORONER
Description:
Penyakit jantung koroner merupakan suatu penyakit yang diakibatkan tidak mencukupinya suplai darah dan oksigen pada lapisan miokardium jantung akibat penyempitan pembuluh darah koroner.
Penyempitan pembuluh darah koroner ini disebabkan oleh aterosklerosis yang juga menjadi ciri khas patofisiologi penyakit jantung koroner.
Kadar LDL-C yang berlebih diperkirakan sebagai salah satu pencetus terjadinya aterosklerosis hingga munculnya penyakit jantung koroner.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan kadar LDL-C pada penderita penyakit jantung koroner dengan penderita non-penyakit jantung koroner.
Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan desain penelitian cross-sectional.
Penelitian ini menggunakan data sekunder yang diperoleh dari data rekam medis RSU Madani Medan pada periode Juni - September 2021 dengan teknik pengambilan sampel total sampling.
Penelitian ini menggunakan sampel sebanyak 141 subjek yang terbagi atas 127 sampel non-penyakit jantung koroner dan 14 sampel penyakit jantung koroner.
Penelitian ini menunjukkan rata-rata kadar LDL-C pada penderita penyakit jantung koroner mencapai angka 164 mg/dL dan nilai rata-rata LDL-C pada penderita non-penyakit jantung koroner mencapai angka 139 mg/dL.
Hasil analisis Mann-Whitney menunjukkan adanya perbedaan kadar LDL-C yang signifikan diantara penderita penyakit jantung koroner dengan penderita non-penyakit jantung koroner (p=0.
013) dengan hubungan yang sedang (Rank Biserial Correlation = 0.
408).
Related Results
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2), Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
Profil Penderita Covid-19 dengan Komorbid Penyakit Jantung Koroner di Rumah Sakit Umum Haji Surabaya
Profil Penderita Covid-19 dengan Komorbid Penyakit Jantung Koroner di Rumah Sakit Umum Haji Surabaya
Latar belakang : COVID-19 adalah penyakit yang disebabkan jenis baru virus corona yang masih memiliki hubungan dengan famili virus SARS. Kasus COVID-19 pertama kali muncul di Wuhan...
Hubungan Mekanisme Koping Terhadap Perilaku Pencegahan Sekunder Pada Penyakit Jantung Koroner
Hubungan Mekanisme Koping Terhadap Perilaku Pencegahan Sekunder Pada Penyakit Jantung Koroner
Penyakit jantung koroner merupakan gangguan pada fungsi jantung yang terjadi karena penyempitan pembuluh darah koroner atau arteri koroner. Penyakit ini menjadi prevalensi tertingg...
Analisis Biaya Pengobatan Penyakit Jantung Koroner: A Systematic Review
Analisis Biaya Pengobatan Penyakit Jantung Koroner: A Systematic Review
Penyakit jantung koroner adalah penyakit dimana kondisi pembuluh arteri jantung mengalami penumpukan plak. Penyakit ini membutuhkan penanganan jangka panjang baik itu rawat inap ma...
Faktor -Faktor Yang Mempengaruhi Kejadian Penyakit Jantung Koroner
Faktor -Faktor Yang Mempengaruhi Kejadian Penyakit Jantung Koroner
Perubahan gaya hidup tidak seimbang atau tidak sehat, serta banyaknya tuntutan pekerjaan, aktivitas sosial yang dapat menimbulkan stres pada seseorang sehingga berisiko pederita pe...
Pengaruh Aktivitas Fisik, Perilaku Menetap, Status Gizi dan Gangguan Kesehatan Mental terhadap Penyakit Jantung Koroner
Pengaruh Aktivitas Fisik, Perilaku Menetap, Status Gizi dan Gangguan Kesehatan Mental terhadap Penyakit Jantung Koroner
Perubahan gaya hidup pada masyarakat membawa dampak terhadap perkembangan penyakit degeneratif, salah satunya adalah penyakit jantung koroner. Penyakit jantung koroner adalah penya...
penyakit jantung koroner
penyakit jantung koroner
Penyakit jantung koroner di Indonesia sendiri sudah tidak asing lagi bagi masyarakat. Penyakit ini merupakan penyakit pembunuh nomor satu di dunia, khususnya di Indonesia. Penyakit...
PENGUATAN PERAN KADER KESEHATAN DALAM DETEKSI DINI RESIKO PENYAKIT JANTUNG
PENGUATAN PERAN KADER KESEHATAN DALAM DETEKSI DINI RESIKO PENYAKIT JANTUNG
Latar Belakang: Penyakit jantung merupakan istilah umum dari semua penyakit yang menyerang jantung sebagai sistem kardiovaskuler, seperti Angina Pectoris (Nyeri dada), Acut Miocar...

