Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

PENGUATAN PERAN KADER KESEHATAN DALAM DETEKSI DINI RESIKO PENYAKIT JANTUNG

View through CrossRef
Latar Belakang: Penyakit jantung merupakan istilah umum dari semua penyakit yang menyerang jantung sebagai sistem kardiovaskuler,  seperti Angina Pectoris (Nyeri dada), Acut Miocard Infarck (Serangan Jantung) dan Congestive Heart Failure (Gagal Jantung). Penyakit jantung di setiap negara menduduki peringkat pertama sebagai penyakit tidak menular (PTM) penyebab kematian nomor satu di dunia, dengan jumlah korban 17 juta setiap tahunnya. Penyakit jantung tersebut dapat dicegah dan dapat dideteksi lebih awal jika diketahui faktor resiko pada setiap orang yang dapat menyebabkan penyakit jantung tersebut. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah meningkatkan pengetahuan kader tentang promosi kesehatan dan deteksi dini resiko penyakit jantung. Meningkatkan keterampilan kader dalam melakukan intervensi deteksi dini resiko penyakit jantung.   Metode: Metode kegiatan bertahap dengan tahapan kegiatan sebagai berikut: 1) transfer pengetahuan dan demonstrasi penentuan factor resiko penyakit jantung, 2) Evaluasi tindakan penyuluhan. Hasil: Hasil yang diperoleh adalah kader dan warga mampu mengetahui cara deteksi dini gangguan penyakit jantung berdasarkan kuesioner skrining deteksi dini penyakit jantung. Setelah pengabdian ini dilakukan, kader diharapkan dapat menerapkan ke warga yang beresiko penyakit jantung.
Title: PENGUATAN PERAN KADER KESEHATAN DALAM DETEKSI DINI RESIKO PENYAKIT JANTUNG
Description:
Latar Belakang: Penyakit jantung merupakan istilah umum dari semua penyakit yang menyerang jantung sebagai sistem kardiovaskuler,  seperti Angina Pectoris (Nyeri dada), Acut Miocard Infarck (Serangan Jantung) dan Congestive Heart Failure (Gagal Jantung).
Penyakit jantung di setiap negara menduduki peringkat pertama sebagai penyakit tidak menular (PTM) penyebab kematian nomor satu di dunia, dengan jumlah korban 17 juta setiap tahunnya.
Penyakit jantung tersebut dapat dicegah dan dapat dideteksi lebih awal jika diketahui faktor resiko pada setiap orang yang dapat menyebabkan penyakit jantung tersebut.
Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah meningkatkan pengetahuan kader tentang promosi kesehatan dan deteksi dini resiko penyakit jantung.
Meningkatkan keterampilan kader dalam melakukan intervensi deteksi dini resiko penyakit jantung.
  Metode: Metode kegiatan bertahap dengan tahapan kegiatan sebagai berikut: 1) transfer pengetahuan dan demonstrasi penentuan factor resiko penyakit jantung, 2) Evaluasi tindakan penyuluhan.
Hasil: Hasil yang diperoleh adalah kader dan warga mampu mengetahui cara deteksi dini gangguan penyakit jantung berdasarkan kuesioner skrining deteksi dini penyakit jantung.
Setelah pengabdian ini dilakukan, kader diharapkan dapat menerapkan ke warga yang beresiko penyakit jantung.

Related Results

HUBUNGAN PERSEPSI KADER KESEHATAN TENTANG SEKOLAH KADER DENGAN KEPUASAN KADER KESEHATAN DI DUSUN SOKA SELOHARJO PUNDONG BANTUL TAHUN 2024
HUBUNGAN PERSEPSI KADER KESEHATAN TENTANG SEKOLAH KADER DENGAN KEPUASAN KADER KESEHATAN DI DUSUN SOKA SELOHARJO PUNDONG BANTUL TAHUN 2024
Persepsi sekolah kader memiliki dampak signifikan terhadap tingkat kepuasan kader kesehatan. Pelatihan dan pemeliharaan kader kesehatan merupakan faktor penting dalam meningkatkan ...
Refreshing Kader Kesehatan Dalam Deteksi Dini Risiko Tinggi Kehamilan Dan Persalinan di Kecamatan Nogosari Boyolali
Refreshing Kader Kesehatan Dalam Deteksi Dini Risiko Tinggi Kehamilan Dan Persalinan di Kecamatan Nogosari Boyolali
Berdasarkan data PWS KIA di 3 desa wilayah Kecamatan Nogosari (Keyongan, Potronayan dan Kenteng), pada bulan Januari 2025, terdapat 21 ibu hamil dengan resiko tinggi, dan hanya 3 k...
PENGUATAN KADER POSBINDU DALAM DETEKSI DINI PENYAKIT TIDAK MENULAR (PTM) PADA MASYARAKAT
PENGUATAN KADER POSBINDU DALAM DETEKSI DINI PENYAKIT TIDAK MENULAR (PTM) PADA MASYARAKAT
Penyakit Tidak Menular (PTM) seperti penyakit jantung, diabetes, kanker, dan penyakit pernapasan kronis menjadi salah satu masalah kesehatan utama di Indonesia. Perubahan pola hidu...
PENANGANAN PENYAKIT JANTUNG DI KELURAHAN TAMBAKREJA KABUPATEN CILACAP
PENANGANAN PENYAKIT JANTUNG DI KELURAHAN TAMBAKREJA KABUPATEN CILACAP
Indonesia masih menghadapi masalah kesehatan PTM yang tinggi seperti penyakit jantung (Angina Pectoris, Acut Miocard Infarck dan Congestive Heart Failure). Angka prevalensi kejadia...
PERBANDINGAN KADAR LOW DENSITY LIPOPROTEIN PADA PENDERITA PENYAKIT JANTUNG KORONER DENGAN PENDERITA NON-PENYAKIT JANTUNG KORONER
PERBANDINGAN KADAR LOW DENSITY LIPOPROTEIN PADA PENDERITA PENYAKIT JANTUNG KORONER DENGAN PENDERITA NON-PENYAKIT JANTUNG KORONER
Penyakit jantung koroner merupakan suatu penyakit yang diakibatkan tidak mencukupinya suplai darah dan oksigen pada lapisan miokardium jantung akibat penyempitan pembuluh darah kor...
HUBUNGAN KEIKUTSERTAAN PELATIHAN DENGAN KINERJA KADER DI POSYANDU JAMBUKULON KLATEN
HUBUNGAN KEIKUTSERTAAN PELATIHAN DENGAN KINERJA KADER DI POSYANDU JAMBUKULON KLATEN
Posyandu bertugas membantu kepala desa dalam peningkatan pelayanan Kesehatan Masyarakat desa. Kader sebagai tangan panjang tenaga kesehatan di masyarakat memiliki peran yang pentin...
Upaya Pencegahan Penyakit Jantung pada Wanita Usia Subur dengan Senam Jantung Sehat
Upaya Pencegahan Penyakit Jantung pada Wanita Usia Subur dengan Senam Jantung Sehat
Mempunyai jantung sehat merupakan impian semua orang, karena dengan jantung sehat akan terhidar dari penyakit jantung dan penyakit berbahaya lainnya. Senam jantung merupakan olahra...
PEMBERDAYAAN KADER KESEHATAN DI DESA AMAHUSU DALAM MENDETEKSI RISIKO KANKER SERVIKS
PEMBERDAYAAN KADER KESEHATAN DI DESA AMAHUSU DALAM MENDETEKSI RISIKO KANKER SERVIKS
Kejadian kanker serviks masih tinggi, ironisnya kesadaran untuk melakukan deteksi dini masih rendah. Padahal, salah satu metode deteksi dini kanker serviks yaitu inspeksi visual me...

Back to Top