Javascript must be enabled to continue!
PENENTUAN GARIS PANTAI MENGGUNAKAN FOTO UDARA DARI WAHANA TANPA AWAK (Studi Kasus Pantai Ujong Batee Aceh)
View through CrossRef
Garis pantai merujuk Undang-undang No 4 tahun 2011 pasal 13 merupakan garis pertemuan antara daratan dengan lautan yang dipengaruhi oleh pasang surut air laut. Pembentukan garis pantai membutuhkan data Digital Elevation Model (DEM) diwilayah pesisir dengan resolusi dan ketelitian tinggi, sementara teknologi foto udara memiliki kemampuan dalam hal ekstraksi point ketinggian (point cloud) dari titik sekutu antar foto udara yang bertampalan dan juga memiliki kelebihan menghemat waktu pekerjaan dan biaya jika dibandingkan dengan pengukuran terestris. Penelitian ini bertujuan untuk menguji hasil pembentukan DEM dari data foto udara yang selanjutnya digunakan untuk pembentukan garis pantai di pantai Ujong Batee Aceh. Proses pengumpulan data menggunaan wahana Multi rotor DJI Mavic Pro. Jumlah titik Ground Control Point (GCP) adalah 10 titik yang tersebar secara merata untuk seluruh area yang dipetakan. Hasil Ground Sample Distance adalah 1,97 cm/pixel dengan cakupan area yaitu 16,8 hektar. Hasil uji akurasi vertikal DEM menggunakan 167 Independent Check Point (ICP) adalah sebesar 0,863 m, dapat disimpulkan bahwa data foto udara kamera non-metrik dalam penelitian ini memenuhi ketelitian vertikal peta RBI pada skala 1:5.000 kelas I (SNI Ketelitian peta dasar 8202:2019). Pembentukan garis pantai menggunakan DEM dari foto udara yang sudah dikoreksi menggunakan model pasut BIG sehingga datum vertikal dari DEM adalah muka air rata- rata. Garis pantai yang terbentuk pada lokasi penelitian hanya garis pantai pasang tertinggi dan muka air laut rata-rata. Pemotretan udara untuk mendapatkan DEM diwilayah pesisir sebaiknya dilakukan pada saat air surut untuk memperoleh garis pantai air muka laut rata-rata dan pasang tertinggi.
Geospatial Information Agency of The Republic of Indonesia
Title: PENENTUAN GARIS PANTAI MENGGUNAKAN FOTO UDARA DARI WAHANA TANPA AWAK (Studi Kasus Pantai Ujong Batee Aceh)
Description:
Garis pantai merujuk Undang-undang No 4 tahun 2011 pasal 13 merupakan garis pertemuan antara daratan dengan lautan yang dipengaruhi oleh pasang surut air laut.
Pembentukan garis pantai membutuhkan data Digital Elevation Model (DEM) diwilayah pesisir dengan resolusi dan ketelitian tinggi, sementara teknologi foto udara memiliki kemampuan dalam hal ekstraksi point ketinggian (point cloud) dari titik sekutu antar foto udara yang bertampalan dan juga memiliki kelebihan menghemat waktu pekerjaan dan biaya jika dibandingkan dengan pengukuran terestris.
Penelitian ini bertujuan untuk menguji hasil pembentukan DEM dari data foto udara yang selanjutnya digunakan untuk pembentukan garis pantai di pantai Ujong Batee Aceh.
Proses pengumpulan data menggunaan wahana Multi rotor DJI Mavic Pro.
Jumlah titik Ground Control Point (GCP) adalah 10 titik yang tersebar secara merata untuk seluruh area yang dipetakan.
Hasil Ground Sample Distance adalah 1,97 cm/pixel dengan cakupan area yaitu 16,8 hektar.
Hasil uji akurasi vertikal DEM menggunakan 167 Independent Check Point (ICP) adalah sebesar 0,863 m, dapat disimpulkan bahwa data foto udara kamera non-metrik dalam penelitian ini memenuhi ketelitian vertikal peta RBI pada skala 1:5.
000 kelas I (SNI Ketelitian peta dasar 8202:2019).
Pembentukan garis pantai menggunakan DEM dari foto udara yang sudah dikoreksi menggunakan model pasut BIG sehingga datum vertikal dari DEM adalah muka air rata- rata.
Garis pantai yang terbentuk pada lokasi penelitian hanya garis pantai pasang tertinggi dan muka air laut rata-rata.
Pemotretan udara untuk mendapatkan DEM diwilayah pesisir sebaiknya dilakukan pada saat air surut untuk memperoleh garis pantai air muka laut rata-rata dan pasang tertinggi.
Related Results
Bentuk Dan Fungsi Batee Ranup Bagi Masyarakat Aceh
Bentuk Dan Fungsi Batee Ranup Bagi Masyarakat Aceh
ABSTRACT Batee ranup has a variety of shapes and motifs, such as round or round oval shapes that have legs and there are also square shapes in general. Batee ranup has five kinds o...
Kedudukan Inspektur Angkutan Udara Kantor Otoritas Badar Udara Wilayah VI Padang Dalam Melakukan Pengawasan Penyelenggaraan Angkutan Udara
Kedudukan Inspektur Angkutan Udara Kantor Otoritas Badar Udara Wilayah VI Padang Dalam Melakukan Pengawasan Penyelenggaraan Angkutan Udara
Penerbangan merupakan sektor strategis yang dikuasai oleh negara dan pembinaannya dilakukan oleh pemerintah melalui Kementerian Perhubungan sebagaimana diatur dalam Undang-Undang N...
Kajian Perubahan Garis Pantai Dengan Metode One-Line Model Pantai Tamasaju Kecamatan Galesong Utara Kabupaten Takalar
Kajian Perubahan Garis Pantai Dengan Metode One-Line Model Pantai Tamasaju Kecamatan Galesong Utara Kabupaten Takalar
Perubahan garis pantai telah banyak terjadi, salah satunya adalah wilayah pesisir Kabupaten Takalar, Kecamatan Galesong Utara. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui per...
URGENSI PENGATURAN HUKUM PENYIARAN ACEH BERBASIS KEARIFAN LOKAL DALAM MENGAKTUALISASI NILAI ISLAM DAN BUDAYA MASYARAKAT ACEH
URGENSI PENGATURAN HUKUM PENYIARAN ACEH BERBASIS KEARIFAN LOKAL DALAM MENGAKTUALISASI NILAI ISLAM DAN BUDAYA MASYARAKAT ACEH
Penelitian ini bertujuan menganalisis: (1). Pengaturan Hukum Penyiaran Aceh dalam mengaktualisasi nilai keislaman dan Kearifan budaya local masyarakat Aceh (2) Program Penyiaran Ac...
Analysis of Aceh TV Programs in An Effort to Preserve Aceh Culture
Analysis of Aceh TV Programs in An Effort to Preserve Aceh Culture
The problems contained in the problem formulation are (1) What is the vision and mission of Aceh TV. And how Aceh TV realizes the vision and mission. (2) What programs are aired by...
Pengaruh Pembangunan Breakwater Terhadap Perubahan Garis Pantai Di Pantai Dadap Indramayu
Pengaruh Pembangunan Breakwater Terhadap Perubahan Garis Pantai Di Pantai Dadap Indramayu
Pantai Dadap merupakan salah satu wilayah di Kecamatan Juntinyuat, Kabupaten Indramayu yang mengalami kemunduran garis pantai yang menyebabkan kerusakan properti serta hilangnya la...
Hubungan Budaya Pengamanan dan Kinerja Bandar Udara dengan Kepuasan Penumpang Angkutan Udara di Bandar Udara Internasional Soekarno - Hatta
Hubungan Budaya Pengamanan dan Kinerja Bandar Udara dengan Kepuasan Penumpang Angkutan Udara di Bandar Udara Internasional Soekarno - Hatta
This study examined the association of security culture (X1) and the performance of airport services (X2) with air transport passenger satisfaction (Y), either individually or join...
KARAKTERISTIK PANTAI PULAU LAUT-SEKATUNG (SALAH SATU PULAU TERLUAR NKRI)
KARAKTERISTIK PANTAI PULAU LAUT-SEKATUNG (SALAH SATU PULAU TERLUAR NKRI)
Pulau Laut-Sekatung adalah salah satu pulau terluar Negara Republik Indonesia yang berbatasan dengan perairan Malaysia Timur. Pulau ini terletak di laut Cina Selatan sebagai bagian...

