Javascript must be enabled to continue!
Pengaruh Waktu Milling LiOH Terhadap Karakteristik Gemuk Lumas Bio untuk Aplikasi Temperatur Tinggi
View through CrossRef
Penggunaan litium hidroksida (LiOH) sebagai bahan thickener dalam proses pembuatan gemuk lumas sangat umum digunakan. Gemuk sabun litium merupakan gemuk sabun sederhana yang banyak digunakan untuk aplikasi tujuan umum di mana suhu tidak melebihi 130°C dengan nilai dropping point biasanya 180°C. Dalam proses pembuatan sabun litium, LiOH tidak dapat larut dalam minyak, sehingga dibutuhkan air untuk melarutkannya. Sementara banyaknya air yang digunakan dalam pencampuran LiOH dapat berpengaruh terhadap ketidakstabilan gemuk lumas. Oleh sebab itu LiOH perlu dihaluskan untuk dapat menghasilkan suspensi LiOH dalam air yang jumlahnya terbatas. Penghalusan LiOH dilakukan dalam variasi waktu milling 0 jam, 1 jam, 2 jam, 3 jam, 5 jam dan 10 jam yang menghasilkan gemuk lumas dengan karakteristik yang berbeda-beda. Dari hasil-hasil percobaan menunjukkan bahwa dengan waktu milling selama 3 jam, diperoleh nilai karakteristik gemuk lumas yang optimum. Dengan perlakuan milling terhadap serbuk LiOH selama tiga jam, gemuk lumas bio mampu diaplikasikan pada suhu tinggi. Pada kondisi ini, gemuk lumas tersebut mempunyai dropping point sebesar 222o C dan scar diameter 0,39 mm.
LEMIGAS RD Center for Oil and Gas Technology
Title: Pengaruh Waktu Milling LiOH Terhadap Karakteristik Gemuk Lumas Bio untuk Aplikasi Temperatur Tinggi
Description:
Penggunaan litium hidroksida (LiOH) sebagai bahan thickener dalam proses pembuatan gemuk lumas sangat umum digunakan.
Gemuk sabun litium merupakan gemuk sabun sederhana yang banyak digunakan untuk aplikasi tujuan umum di mana suhu tidak melebihi 130°C dengan nilai dropping point biasanya 180°C.
Dalam proses pembuatan sabun litium, LiOH tidak dapat larut dalam minyak, sehingga dibutuhkan air untuk melarutkannya.
Sementara banyaknya air yang digunakan dalam pencampuran LiOH dapat berpengaruh terhadap ketidakstabilan gemuk lumas.
Oleh sebab itu LiOH perlu dihaluskan untuk dapat menghasilkan suspensi LiOH dalam air yang jumlahnya terbatas.
Penghalusan LiOH dilakukan dalam variasi waktu milling 0 jam, 1 jam, 2 jam, 3 jam, 5 jam dan 10 jam yang menghasilkan gemuk lumas dengan karakteristik yang berbeda-beda.
Dari hasil-hasil percobaan menunjukkan bahwa dengan waktu milling selama 3 jam, diperoleh nilai karakteristik gemuk lumas yang optimum.
Dengan perlakuan milling terhadap serbuk LiOH selama tiga jam, gemuk lumas bio mampu diaplikasikan pada suhu tinggi.
Pada kondisi ini, gemuk lumas tersebut mempunyai dropping point sebesar 222o C dan scar diameter 0,39 mm.
Related Results
Pembuatan Gemuk Lumas Bio Menggunakan Thickener Berbasis 12-Hsa Produksi Lokal
Pembuatan Gemuk Lumas Bio Menggunakan Thickener Berbasis 12-Hsa Produksi Lokal
Gemuk lumas merupakan kombinasi minyak lumas dan bahan pengental (thickener). Thickener memberikan karakteristik kekakuan terhadap gemuk lumas yang merupakan ukuran resistensi terh...
MENENTUKAN WAKTU STANDAR PADA AKTIVITAS KERJA PRODUKSI SABLON MANUAL DI CV. DWIPUTRA IHWA
MENENTUKAN WAKTU STANDAR PADA AKTIVITAS KERJA PRODUKSI SABLON MANUAL DI CV. DWIPUTRA IHWA
Analisis waktu standar produksi merupakan salah satu analisis metoda kuantitatif yang dilakukan untuk mengukur waktu produksi dan bertujuan agar dapat memiliki waktu standar sebaga...
PERAN TATA KELOLA PERUSAHAAN DALAM MEMODERASI PENGARUH IMPLEMANTASI GREEN ACCOUNTING, CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY DAN FIRM SIZE TERHADAP KINERJA KEUANGAN
PERAN TATA KELOLA PERUSAHAAN DALAM MEMODERASI PENGARUH IMPLEMANTASI GREEN ACCOUNTING, CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY DAN FIRM SIZE TERHADAP KINERJA KEUANGAN
This study examines the role of corporate governance in moderating the influence of green accounting disclosure, corporate social responsibility (CSR), and firm size on the financi...
IMPLEMENTASI KONSEP DIRI PADA KELOMPOK GEMES (GEMUK MENAWAN SEMARANG)
IMPLEMENTASI KONSEP DIRI PADA KELOMPOK GEMES (GEMUK MENAWAN SEMARANG)
Implementasi Konsep Diri Pada Kelompok Gemes (Gemuk Menawan Semarang), Kajian Teoritis Psikologi Komunikasi tentang Konsep Diri Pada Kelompok Gemes (Gemuk Menawan Semarang). Jurnal...
PENGARUH ARAH PEMAKANAN DAN VARIASI KECEPATAN SPINDEL TERHADAP KUALITAS PERMUKAAN BENDA KERJA PADA MESIN FREIS HERCUS CF7264
PENGARUH ARAH PEMAKANAN DAN VARIASI KECEPATAN SPINDEL TERHADAP KUALITAS PERMUKAAN BENDA KERJA PADA MESIN FREIS HERCUS CF7264
A milling machine is a machine that changes or renews the surface of a workpiece using a cutting tool (Milling cutter) which rotates perpendicular to its axis. The milling process ...
PENGARUH PROSES SINTERING TERHADAP PERUBAHAN DENSITAS, KEKERASAN DAN MIKROSTRUKTUR PELET U-ZrHx
PENGARUH PROSES SINTERING TERHADAP PERUBAHAN DENSITAS, KEKERASAN DAN MIKROSTRUKTUR PELET U-ZrHx
PENGARUH PROSES SINTERING TERHADAP PERUBAHAN DENSITAS, KEKERASAN DAN MIKROSTRUKTUR PELET U-ZrHx. Proses sintering pelet bahan bakar U-ZrHx dilakukan untuk memperoleh densitas yang ...
PENGARUH TEMPERATUR DAN LAMA PENYAJIAN TERHADAP PH SUSU FORMULA (6-12 BULAN)
PENGARUH TEMPERATUR DAN LAMA PENYAJIAN TERHADAP PH SUSU FORMULA (6-12 BULAN)
Latar Belakang: Susu formula sering diberikan kepada bayi sebagai pendamping atau pengganti ASI. Tingkat konsumsi susu formula pada bayi bisa bervariasi, sehingga mungkin ditemui s...

