Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

PENGARUH TEMPERATUR DAN LAMA PENYAJIAN TERHADAP PH SUSU FORMULA (6-12 BULAN)

View through CrossRef
Latar Belakang: Susu formula sering diberikan kepada bayi sebagai pendamping atau pengganti ASI. Tingkat konsumsi susu formula pada bayi bisa bervariasi, sehingga mungkin ditemui susu formula yang tidak habis diminum dalam waktu beberapa jam. Proses penyajian susu formula di masyarakat juga beragam, dilakukan dengan air mendidih atau air hangat, tergantung pada kondisi di masyarakat. Perbedaan temperatur dan lama penyajian diduga akan mempengaruhi kualitas susu, yang ditandai dengan rasa asam. Oleh karena itu perlu diteliti pengaruh temperatur dan lama penyajian terhadap pH susu formula bayi 6-12 bulan. Tujuan: Menganalisis pengaruh temperatur dan lama penyajian terhadap pH susu formula ( 6-12 bulan ). Metode: Metode penelitian menggunakan Jenis penelitian True Experiment atau bersifat eksperimen nyata, dengan memvariasikan temperatur air pencampur susu formula 40, 50, 60, 70, dan 80°C. Serta memvariasikan lama penyajian dari 0, 1, 2, 3, 4 jam, kemudian mengukur pH susu formula dari setiap variabel. Metode analisis yang digunakan adalah analisis statistik Anova. Hasil: didapatkan bahwa ada 2 jenis pH yang terjadi pada campuran awal susu formula, dimana pada temperatur 60-80°C, mempunyai kondisi awal basa, dan temperatur 40-50°C dalam kondisi asam. Kedua kondisi tempertur ini mempunyai trend yang berbeda. pH terendah terjadi pada campuran yang didiamkan selama 4 jamKesimpulan: Temperatur air pencampur memberikan efek yang signifikan terhadap pH campuran susu formula 6-12 bulan, dimana P-value bernilai 0,030469 < 0,05. Lama penyajian memberikan efek yang signifikan terhadap pH campuran susu formula 6-12 bulan, dimana P-value bernilai 6,98x10-6 < 0,05. Perbedaan temperatur air pencampur mengakibatkan perbedaan pH awal campuran susu formula 6-12 bulan. Campuran susu formula dengan temperatur lebih tinggi, menghasilkan pH yag lebih tinggi.
Title: PENGARUH TEMPERATUR DAN LAMA PENYAJIAN TERHADAP PH SUSU FORMULA (6-12 BULAN)
Description:
Latar Belakang: Susu formula sering diberikan kepada bayi sebagai pendamping atau pengganti ASI.
Tingkat konsumsi susu formula pada bayi bisa bervariasi, sehingga mungkin ditemui susu formula yang tidak habis diminum dalam waktu beberapa jam.
Proses penyajian susu formula di masyarakat juga beragam, dilakukan dengan air mendidih atau air hangat, tergantung pada kondisi di masyarakat.
Perbedaan temperatur dan lama penyajian diduga akan mempengaruhi kualitas susu, yang ditandai dengan rasa asam.
Oleh karena itu perlu diteliti pengaruh temperatur dan lama penyajian terhadap pH susu formula bayi 6-12 bulan.
Tujuan: Menganalisis pengaruh temperatur dan lama penyajian terhadap pH susu formula ( 6-12 bulan ).
Metode: Metode penelitian menggunakan Jenis penelitian True Experiment atau bersifat eksperimen nyata, dengan memvariasikan temperatur air pencampur susu formula 40, 50, 60, 70, dan 80°C.
Serta memvariasikan lama penyajian dari 0, 1, 2, 3, 4 jam, kemudian mengukur pH susu formula dari setiap variabel.
Metode analisis yang digunakan adalah analisis statistik Anova.
Hasil: didapatkan bahwa ada 2 jenis pH yang terjadi pada campuran awal susu formula, dimana pada temperatur 60-80°C, mempunyai kondisi awal basa, dan temperatur 40-50°C dalam kondisi asam.
Kedua kondisi tempertur ini mempunyai trend yang berbeda.
pH terendah terjadi pada campuran yang didiamkan selama 4 jamKesimpulan: Temperatur air pencampur memberikan efek yang signifikan terhadap pH campuran susu formula 6-12 bulan, dimana P-value bernilai 0,030469 < 0,05.
Lama penyajian memberikan efek yang signifikan terhadap pH campuran susu formula 6-12 bulan, dimana P-value bernilai 6,98x10-6 < 0,05.
Perbedaan temperatur air pencampur mengakibatkan perbedaan pH awal campuran susu formula 6-12 bulan.
Campuran susu formula dengan temperatur lebih tinggi, menghasilkan pH yag lebih tinggi.

Related Results

Kualitas Kimia dan Organoleptik Yoghurt yang dibuat Menggunakan Kultur Yoghurt dan Jenis Susu yang Berbeda
Kualitas Kimia dan Organoleptik Yoghurt yang dibuat Menggunakan Kultur Yoghurt dan Jenis Susu yang Berbeda
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas kimia dan organoleptik yoghurt yang dibuat menggunakan kultur yoghurt dan jenis susu yang berbeda. Penelitian ini telah dilaksana...
Bounds on the sum of broadcast domination number and strong metric dimension of graphs
Bounds on the sum of broadcast domination number and strong metric dimension of graphs
Let [Formula: see text] be a connected graph of order at least two with vertex set [Formula: see text]. For [Formula: see text], let [Formula: see text] denote the length of an [Fo...
Perbedaan Daya Hambat Kefir Susu Kambing dengan Kefir Susu Sapi Terhadap Escherichia coli secara In Vitro
Perbedaan Daya Hambat Kefir Susu Kambing dengan Kefir Susu Sapi Terhadap Escherichia coli secara In Vitro
Latar Belakang. Kefir merupakan produk susu fermentasi dari Kaukasus. Komposisinya didominasi oleh bakteri asam laktat (BAL) dan zat metabolit sekunder yang dihasilkannya seperti b...
Analisis Pengendalian Mutu Bahan Baku Susu Segar pada Koperasi Peternakan Sapi Perah XYZ
Analisis Pengendalian Mutu Bahan Baku Susu Segar pada Koperasi Peternakan Sapi Perah XYZ
Pengendalian mutu susu merupakan faktor penting agar mutu susu yang dihasilkan dapat meningkatkan harga susu dan terhindar dari kerusakan dan penyimpangan dari standar yang ditentu...
GAMBARAN PERBANDINGAN KADAR PROTEIN SUSU KEDELAI HOMEMADE DAN KEMASAN PABRIKAN
GAMBARAN PERBANDINGAN KADAR PROTEIN SUSU KEDELAI HOMEMADE DAN KEMASAN PABRIKAN
Protein adalah senyawa organik yang mengandung unsur penting bagi fungsi tubuh sebagai sumber energi. Sumber protein dapat diperoleh dari ikan, daging, dan biji-bijian. Salah satu ...
Theoretical study of laser-cooled SH<sup>–</sup> anion
Theoretical study of laser-cooled SH<sup>–</sup> anion
The potential energy curves, dipole moments, and transition dipole moments for the <inline-formula><tex-math id="M13">\begin{document}${{\rm{X}}^1}{\Sigma ^ + }$\end{do...
PENGUJIAN MUTU SUSU SAPI PERANAKAN FRIESIAN HOLSTEIN (PFH) MENGGUNAKAN METODE ENZIMATIK DAN MIKROSKOPIK DI CV. MILKINDO BERKA ABADI
PENGUJIAN MUTU SUSU SAPI PERANAKAN FRIESIAN HOLSTEIN (PFH) MENGGUNAKAN METODE ENZIMATIK DAN MIKROSKOPIK DI CV. MILKINDO BERKA ABADI
Milk quality testing is a crucial aspect in the dairy industry, conducted through two main approaches: enzymatic testing, specifically the reduction power test, and microscopic exa...

Back to Top