Javascript must be enabled to continue!
Karakterisasi Material Hanger Panjat Tebing
View through CrossRef
Hanger panjat tebing berfungsi sebagai jangkar untuk pengamanan Ketika melakukan pemanjatan dan biasa digunakan untuk permukaan tebing yang sedikit memiliki jangkar natural. Pengujian yang akan dilakukan dalam penelitian ini yaitu pengujian komposisi kimia, pengujian kekerasan dan pengujian metalografi. Pengujian komposisi kimia material bertujuan untuk mengetahui paduan apa saja yang ada pada hanger panjat tebing impor dan lokal. Pada hasil pengujian komposisi material, hanger panjat tebing impor merupakan Austenitic Stainless Steel 304, karena terdapat unsur Chromium (Cr) 18,49% dan Nikel 7,92% hanger panjat tebing lokal merupakan baja karbon rendah, karena terdapat unsur Carbon © 0,056%.. Nilai kekerasan hanger panjat tebing impor lebih besar yaitu 292 HVN di bandingkan dengan hanger panjat tebing lokal yang memiliki nilai kekerasan 136 HVN. Pada hanger panjat tebing lokal termasuk dalam baja karbon rendah sehingga di dominasi oleh fasa ferit dan terdapat sedikit fasa perlit. Sedangkan pada hanger panjat tebing impor adalah Austenitic Stainless Steel 304 yang telah mengalami proses cold rolling. Hasil pengujian Tarik diketahui bahwa hanger impor mempunyai nilai tegangan sebesar 7655 N atau 729 MPa, lebih tinggi dibandingkan dengan hanger lokal dengan nilai tegangan 2826 N atau 259 MPa.
Title: Karakterisasi Material Hanger Panjat Tebing
Description:
Hanger panjat tebing berfungsi sebagai jangkar untuk pengamanan Ketika melakukan pemanjatan dan biasa digunakan untuk permukaan tebing yang sedikit memiliki jangkar natural.
Pengujian yang akan dilakukan dalam penelitian ini yaitu pengujian komposisi kimia, pengujian kekerasan dan pengujian metalografi.
Pengujian komposisi kimia material bertujuan untuk mengetahui paduan apa saja yang ada pada hanger panjat tebing impor dan lokal.
Pada hasil pengujian komposisi material, hanger panjat tebing impor merupakan Austenitic Stainless Steel 304, karena terdapat unsur Chromium (Cr) 18,49% dan Nikel 7,92% hanger panjat tebing lokal merupakan baja karbon rendah, karena terdapat unsur Carbon © 0,056%.
Nilai kekerasan hanger panjat tebing impor lebih besar yaitu 292 HVN di bandingkan dengan hanger panjat tebing lokal yang memiliki nilai kekerasan 136 HVN.
Pada hanger panjat tebing lokal termasuk dalam baja karbon rendah sehingga di dominasi oleh fasa ferit dan terdapat sedikit fasa perlit.
Sedangkan pada hanger panjat tebing impor adalah Austenitic Stainless Steel 304 yang telah mengalami proses cold rolling.
Hasil pengujian Tarik diketahui bahwa hanger impor mempunyai nilai tegangan sebesar 7655 N atau 729 MPa, lebih tinggi dibandingkan dengan hanger lokal dengan nilai tegangan 2826 N atau 259 MPa.
Related Results
Pengaruh Dorongan Mencari Sensari Terhadap Perilaku Pengambilan Risiko Pada Mahasiswa Pecinta Alam Dalam Bidang Panjat Tebing Di Makassar
Pengaruh Dorongan Mencari Sensari Terhadap Perilaku Pengambilan Risiko Pada Mahasiswa Pecinta Alam Dalam Bidang Panjat Tebing Di Makassar
Indonesia memiliki beberapa tebing yang dijadikan sebagai salah satu destinasi wisata olahraga panjat tebing. Panjat tebing sebagai salah satu olahraga ekstrim yang membutuhkan tin...
MODEL PERMAINAN FACE CLIMBING DALAM PANJAT TEBING PADA MAHASISWA UNIVERSITAS BHAYANGKARA JAYA
MODEL PERMAINAN FACE CLIMBING DALAM PANJAT TEBING PADA MAHASISWA UNIVERSITAS BHAYANGKARA JAYA
Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk membuat model permainan face climbing dalam panjat tebing pada mahasiswa, yaitu di Universitas Negeri Jakarta dan di Universitas Bhayangkara...
HAND GRIP DAN PLYOMETRIC SQUAD JUMP PADA KEKUATAN CENGKERAMAN DAN KECEPATAN ATLET PANJAT TEBING
HAND GRIP DAN PLYOMETRIC SQUAD JUMP PADA KEKUATAN CENGKERAMAN DAN KECEPATAN ATLET PANJAT TEBING
Performa panjat tebing, khususnya pada nomor speed climbing, sangat dipengaruhi oleh kekuatan cengkeraman dan kecepatan gerak. Banyak atlet mengalami keterbatasan performa akibat l...
RENCANA PENGELOLAAN PARTISIPATIF OBJEK GEOWISATA TEBING KOJA (STUDI KASUS: TEBING KOJA, DESA CIKUYA, KECAMATAN SOLEAR, KABUPATEN TANGERANG)
RENCANA PENGELOLAAN PARTISIPATIF OBJEK GEOWISATA TEBING KOJA (STUDI KASUS: TEBING KOJA, DESA CIKUYA, KECAMATAN SOLEAR, KABUPATEN TANGERANG)
Tebing Koja tourism object has a geotourism attraction that attracts tourists and can give someone's curiosity because it has another designation that is "Cage Godzilla" and is loc...
TINGKAT KESEGARAN JASMANI ATLET PANJAT TEBING FPTI KOTA BENGKULU
TINGKAT KESEGARAN JASMANI ATLET PANJAT TEBING FPTI KOTA BENGKULU
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mengidentifikasi tingkat kesegaran jasmani dari atlet panjat tebing pada Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) di wilayah Kota Bengk...
Development of an Expandable Liner-Hanger System To Improve Reliability of Liner Installations
Development of an Expandable Liner-Hanger System To Improve Reliability of Liner Installations
Abstract
Liner hangers and liner-top packers are commonly used in the oil field in various liner applications. Unfortunately, in the traditional systems that empl...
MANAJEMEN PENGEMBANGAN BUDAYA ORGANISASI BERBASIS IHSAN DI MAS AL-HIKMAH TEBING TINGGI
MANAJEMEN PENGEMBANGAN BUDAYA ORGANISASI BERBASIS IHSAN DI MAS AL-HIKMAH TEBING TINGGI
Madrasah Aliyah Private Tebing Tinggi is very unique with the development of its ihsan-based organizational culture, where the head of MAS Al-Hikmah Tebing Tinggi often communicate...
Pengembangan Sistem Pendukung Keputusan Menggunakan Metode Tsukamoto
Pengembangan Sistem Pendukung Keputusan Menggunakan Metode Tsukamoto
Hanger maintenance process this time based on the circulation from hanger give to the production side. No standard calculation, looking for risk percentage for hanger go into maint...

