Javascript must be enabled to continue!
Hubungan Aktivitas Fisik dengan Kualitas Tidur pada Pekerja Pabrik PT Danarmas Concern
View through CrossRef
Abstract. Sleep is a fundamental physiological need that plays an important role in maintaining health and work productivity. Physical activity is considered a factor that may influence sleep quality, particularly among factory workers with high physical work demands. This study aimed to describe physical activity levels, sleep quality, and the relationship between physical activity and sleep quality among factory workers at PT Danarmas Concern, Bandung City. This study employed a descriptive observational design with a cross-sectional approach. A total of 48 factory workers who met the inclusion and exclusion criteria participated in this study. Physical activity was assessed using the Global Physical Activity Questionnaire (GPAQ), while sleep quality was measured using the Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI). Data were analyzed using univariate and bivariate analyses with the Chi-Square test at a significance level of 0.05.The results showed that most respondents had moderate to high levels of physical activity (74%) and good sleep quality (56%). Bivariate analysis indicated no significant relationship between physical activity and sleep quality (p = 0.484). In conclusion, physical activity was not a dominant factor affecting sleep quality among factory workers. Other factors such as work-related stress and environmental conditions may have a greater influence on sleep quality.
Abstrak. Tidur merupakan kebutuhan fisiologis dasar yang berperan penting dalam menjaga kesehatan dan kinerja kerja. Aktivitas fisik merupakan salah satu faktor yang diduga berhubungan dengan kualitas tidur, khususnya pada pekerja pabrik yang memiliki tuntutan kerja fisik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran aktivitas fisik, gambaran kualitas tidur, serta hubungan antara aktivitas fisik dengan kualitas tidur pada pekerja pabrik PT Danarmas Concern Kota Bandung. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif observasional dengan desain potong lintang (cross-sectional). Subjek penelitian berjumlah 48 pekerja pabrik yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Aktivitas fisik diukur menggunakan Global Physical Activity Questionnaire (GPAQ), sedangkan kualitas tidur diukur menggunakan Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI). Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kemaknaan 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki aktivitas fisik kategori sedang hingga tinggi (74%) dan kualitas tidur kategori baik (56%). Hasil analisis bivariat menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara aktivitas fisik dengan kualitas tidur pada pekerja pabrik PT Danarmas Concern dengan nilai p = 0,484 (p > 0,05). Faktor lain di luar aktivitas fisik diduga memiliki peran yang lebih dominan dalam memengaruhi kualitas tidur pekerja.
Universitas Islam Bandung (Unisba)
Title: Hubungan Aktivitas Fisik dengan Kualitas Tidur pada Pekerja Pabrik PT Danarmas Concern
Description:
Abstract.
Sleep is a fundamental physiological need that plays an important role in maintaining health and work productivity.
Physical activity is considered a factor that may influence sleep quality, particularly among factory workers with high physical work demands.
This study aimed to describe physical activity levels, sleep quality, and the relationship between physical activity and sleep quality among factory workers at PT Danarmas Concern, Bandung City.
This study employed a descriptive observational design with a cross-sectional approach.
A total of 48 factory workers who met the inclusion and exclusion criteria participated in this study.
Physical activity was assessed using the Global Physical Activity Questionnaire (GPAQ), while sleep quality was measured using the Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI).
Data were analyzed using univariate and bivariate analyses with the Chi-Square test at a significance level of 0.
05.
The results showed that most respondents had moderate to high levels of physical activity (74%) and good sleep quality (56%).
Bivariate analysis indicated no significant relationship between physical activity and sleep quality (p = 0.
484).
In conclusion, physical activity was not a dominant factor affecting sleep quality among factory workers.
Other factors such as work-related stress and environmental conditions may have a greater influence on sleep quality.
Abstrak.
Tidur merupakan kebutuhan fisiologis dasar yang berperan penting dalam menjaga kesehatan dan kinerja kerja.
Aktivitas fisik merupakan salah satu faktor yang diduga berhubungan dengan kualitas tidur, khususnya pada pekerja pabrik yang memiliki tuntutan kerja fisik.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran aktivitas fisik, gambaran kualitas tidur, serta hubungan antara aktivitas fisik dengan kualitas tidur pada pekerja pabrik PT Danarmas Concern Kota Bandung.
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif observasional dengan desain potong lintang (cross-sectional).
Subjek penelitian berjumlah 48 pekerja pabrik yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi.
Aktivitas fisik diukur menggunakan Global Physical Activity Questionnaire (GPAQ), sedangkan kualitas tidur diukur menggunakan Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI).
Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kemaknaan 0,05.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki aktivitas fisik kategori sedang hingga tinggi (74%) dan kualitas tidur kategori baik (56%).
Hasil analisis bivariat menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara aktivitas fisik dengan kualitas tidur pada pekerja pabrik PT Danarmas Concern dengan nilai p = 0,484 (p > 0,05).
Faktor lain di luar aktivitas fisik diduga memiliki peran yang lebih dominan dalam memengaruhi kualitas tidur pekerja.
Related Results
Hubungan Massa Lemak Tubuh dan Aktivitas Fisik Terhadap Kualitas Tidur Pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran UNISBA
Hubungan Massa Lemak Tubuh dan Aktivitas Fisik Terhadap Kualitas Tidur Pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran UNISBA
Abstract. Sleep disturbances are common health problems among university students, particularly medical students who face high academic pressure and tend to adopt inactive lifestyl...
Tingkat Kualitas Tidur Pada Pasien Gagal Jantung Kongestif (CHF) Dengan Posisi Tidur Semi Fowler, Semi Fowler Miring Kanan, Dan Semi Fowler Miring Kiri di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Gombong
Tingkat Kualitas Tidur Pada Pasien Gagal Jantung Kongestif (CHF) Dengan Posisi Tidur Semi Fowler, Semi Fowler Miring Kanan, Dan Semi Fowler Miring Kiri di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Gombong
Latar Belakang: Gangguan kualitas tidur seseorang sangat salah satunya dipengaruhi oleh posisi tidur. Posisi tidur yang baik menurut Rosulullah SAW adalah posisi tidur miring kanan...
Hubungan Kebiasaan Tidur dengan Pencapaian Akademik Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Angkatan 2019-2021
Hubungan Kebiasaan Tidur dengan Pencapaian Akademik Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Angkatan 2019-2021
ABSTRACT Medical students are a subgroup of the general population who are prone to sleep deprivation, possibly due to high learning intensity, clinical tasks including night shift...
Gangguan Tidur Pada Lanjut Usia (Lansia)
Gangguan Tidur Pada Lanjut Usia (Lansia)
Gangguan tidur pada umumnya sering kita temukan pada masyarakat awam, terutama pada orang dengan lanjut usia (lansia). Prevalensinya sekitar 76%. Kelompok lansia lebih sering menga...
AKTIVITAS FISIK DENGAN KUALITAS TIDUR LANSIA DI POSYANDU LANSIA WULAN ERMA MENANGGAL SURABAYA
AKTIVITAS FISIK DENGAN KUALITAS TIDUR LANSIA DI POSYANDU LANSIA WULAN ERMA MENANGGAL SURABAYA
Aktifitas fisik merupakan gerakan tubuh dimana untuk melakukan sebuah gerakan itu, tubuh memerlukan tenaga yang cukup. Aktifitas fisik yang di lakukan dengan berlebihan akan meng...
Hubungan Asupan Lemak Dengan Kualitas Tidur Pada Mahasiswa Di Wilayah Sukoharjo
Hubungan Asupan Lemak Dengan Kualitas Tidur Pada Mahasiswa Di Wilayah Sukoharjo
Mahasiswa sering mengalami gangguan tidur akibat aktivitas yang padat, yang dapat meningkatkan konsumsi makanan pada malam hari. Kualitas tidur yang buruk berdampak pada kesehatan ...
Kualitas tidur dan gejala gangguan saluran pernapasan atas pada mahasiswa kedokteran Universitas Tarumanagara angkatan 2019-2020
Kualitas tidur dan gejala gangguan saluran pernapasan atas pada mahasiswa kedokteran Universitas Tarumanagara angkatan 2019-2020
Tidur dapat mempengaruhi sistem imun serta diatur oleh irama sirkadian yang menentukan waktu untuk tidur dan homeostasis tidur yang menentukan durasi tidur. Deprivasi tidur dan ins...

