Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Analisis efektivitas Probiotik Oral Sebagai Antibakteri Terhadap Bakteri Stapylococcus epidermidis

View through CrossRef
Staphyloccus epidermidis merupakan salah satu bakteri yang menyebabkan acne vulgaris. Angka kejadian Acne vulgaris berkisar 85 % dan terjadi pada usia 14- 17 tahun pada wanita dan 16-19 tahun pada laki laki. Acne vulgaris umumnya lebih banyak terjadi pada laki - laki dibandingkan dengan wanita pada rentang usia 15-44 tahun yaitu 34 % pada laki - laki dan 27 % pada wanita. Tujuannya adalah mengetahui perbedaan efek probiotik dengan konsentrasi 18x108 CFU/ml,21x108 CFU/ml dan 30x108 CFU/ml terhadap diameter zona hambat pertumbuhan antibakteri Staphyloccus epidermidis. Metode menggunakan tiga konsentrasi probiotik yang mengandung Lactobacillus acidophilus yang diulang lima kali untuk melihat efek zona hambat pertumbuhan Staphyloccus epidermidis yang ditumbuhkan pada Mueller-Hinton Agar. Pengukuran zona hambat dilakukan setelah kultur selama 48 jam. Perbedaan zona hambat antara kelompok uji dianalisis dengan one-way ANOVA. Hasil analisis menunjukkan bahwa probiotik dengan konsentrasi 18x108 CFU/ml mempunyai rata-rata zona hambat 17,56 mm, konsentrasi 21x108 CFU/ml mempunyai rata-rata zona hambat  13,56 mm, dan konsentrasi 30x108 CFU/ml  memiliki rata-rata zona hambat 13,1 mm.  Kesimpulan ialah terdapat perbedaan zona hambat Lactobacillus acidophilus terhadap pertumbuhan bakteri Staphyloccus epidermidis dengan zona hambat terbesar pada konsentrasi  18x108 CFU/ml
Title: Analisis efektivitas Probiotik Oral Sebagai Antibakteri Terhadap Bakteri Stapylococcus epidermidis
Description:
Staphyloccus epidermidis merupakan salah satu bakteri yang menyebabkan acne vulgaris.
Angka kejadian Acne vulgaris berkisar 85 % dan terjadi pada usia 14- 17 tahun pada wanita dan 16-19 tahun pada laki laki.
Acne vulgaris umumnya lebih banyak terjadi pada laki - laki dibandingkan dengan wanita pada rentang usia 15-44 tahun yaitu 34 % pada laki - laki dan 27 % pada wanita.
Tujuannya adalah mengetahui perbedaan efek probiotik dengan konsentrasi 18x108 CFU/ml,21x108 CFU/ml dan 30x108 CFU/ml terhadap diameter zona hambat pertumbuhan antibakteri Staphyloccus epidermidis.
Metode menggunakan tiga konsentrasi probiotik yang mengandung Lactobacillus acidophilus yang diulang lima kali untuk melihat efek zona hambat pertumbuhan Staphyloccus epidermidis yang ditumbuhkan pada Mueller-Hinton Agar.
Pengukuran zona hambat dilakukan setelah kultur selama 48 jam.
Perbedaan zona hambat antara kelompok uji dianalisis dengan one-way ANOVA.
Hasil analisis menunjukkan bahwa probiotik dengan konsentrasi 18x108 CFU/ml mempunyai rata-rata zona hambat 17,56 mm, konsentrasi 21x108 CFU/ml mempunyai rata-rata zona hambat  13,56 mm, dan konsentrasi 30x108 CFU/ml  memiliki rata-rata zona hambat 13,1 mm.
 Kesimpulan ialah terdapat perbedaan zona hambat Lactobacillus acidophilus terhadap pertumbuhan bakteri Staphyloccus epidermidis dengan zona hambat terbesar pada konsentrasi  18x108 CFU/ml.

Related Results

Efektivitas Sintesis Cao Nanopartikel dengan Bawang Putih (Allium Sativum L.) sebagai Antibakteri
Efektivitas Sintesis Cao Nanopartikel dengan Bawang Putih (Allium Sativum L.) sebagai Antibakteri
ABSTRACT Skin infections are a common health problem caused by pathogenic bacteria. Staphylococcus aureus and Staphylococcus epidermidis are two common causes. Staphylococcus aureu...
UJI ANTIBAKTERI SUSU FERMENTASI KOMERSIAL PADA BAKTERI PATOGEN
UJI ANTIBAKTERI SUSU FERMENTASI KOMERSIAL PADA BAKTERI PATOGEN
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri dari produk susu fermentasi komersial terhadap bakteri patogen. Uji antibakteri dilakukan menggunakan metode difusi ...
TEKNIK PEMBUATAN PROBIOTIK RICA SERBUK
TEKNIK PEMBUATAN PROBIOTIK RICA SERBUK
Berbagai cara telah dilakukan untuk penanggulangan penyakit pada budidaya udang di antaranya melalui penggunaan obat-obatan dan antibiotik. Namun cara ini tidak diperbolehkan lagi ...
LITERATURE REVIEW: EKSTRAK BAYAM MERAH (Amaranthus tricolor) SEBAGAI ANTIBAKTERI
LITERATURE REVIEW: EKSTRAK BAYAM MERAH (Amaranthus tricolor) SEBAGAI ANTIBAKTERI
Berdasarkan penelitian, keluarga dari Amaranthus spp. dilaporkan memiliki aktivitas antibakteri. Begitu pula, penelitian mengenai ekstrak Amaranthus tricolor sebagai antibakteri te...
Kajian Pustaka Potensi Aktivitas Antibakteri Minyak Atsiri Daun Nilam (Pogostemon cablin Benth.) terhadap Bakteri Patogen pada Kulit
Kajian Pustaka Potensi Aktivitas Antibakteri Minyak Atsiri Daun Nilam (Pogostemon cablin Benth.) terhadap Bakteri Patogen pada Kulit
Abstract. Skin infection becomes one of the most common skin problems in Indonesia. It is usually caused by bacterial infections, fungi, and viruses Antibacterial is a compound use...

Back to Top