Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

LITERATURE REVIEW: EKSTRAK BAYAM MERAH (Amaranthus tricolor) SEBAGAI ANTIBAKTERI

View through CrossRef
Berdasarkan penelitian, keluarga dari Amaranthus spp. dilaporkan memiliki aktivitas antibakteri. Begitu pula, penelitian mengenai ekstrak Amaranthus tricolor sebagai antibakteri telah banyak dilakukan, baik sebagai ekstrak murni atau dengan senyawa lainnya. Aktivitas antimikroba yang dimilikinya disebabkan oleh adanya fitokonstituen berupa tanin, steroid, dan flavonoid. Sebagai pengembangan dan spesifikasi terhadap Amaranthus tricolor maka, literature review ini bertujuan untuk mengkaji kemampuan aktivitas antibakteri pada ekstrak Amaranthus tricolor (L), mengenai aktivitas ekstrak bayam merah (Amaranthus tricolor) sebagai antibakteri, jenis bakteri yang mampu dihambat, dan konsentrasi hambat minimum dari ekstrak bayam merah (Amaranthus tricolor) sebagai antibakteri. Penulisan literature review ini dengan melakukan pencarian jurnal melalui database Google Scholar dan Pubmed. Kata kunci yang digunakan yaitu “Amaranthus tricolor” AND “antibacterial”, Antibacterial AND (Red Spinach OR Amaranthus tricolor), Antibacterial efficacy AND (Red Spinach OR Amaranthus tricolor), (“Bayam merah” OR “Amaranthus tricolor”) AND Antibakteri, Antibakteri AND (Bayam Merah OR Amaranthus tricolor). Kriteria inklusi meliputi studi tentang antibakteri, jurnal tentang penelitian bayam merah (Amaranthus tricolor) sebagai antibakteri, tahun publikasi jurnal antara 2015-2021, jurnal dalam bentuk free full text menggunakan bahasa inggris atau bahasa indonesia. Dari literature review dapat disimpulkan bahwa, ekstrak bayam merah (Amaranthus tricolor) memiliki efektifitas yang baik sebagai antibakteri. Bakteri yang paling baik kepekaannya terhadap ektrak Amaranthus tricolor yaitu bakteri E.coli.
Title: LITERATURE REVIEW: EKSTRAK BAYAM MERAH (Amaranthus tricolor) SEBAGAI ANTIBAKTERI
Description:
Berdasarkan penelitian, keluarga dari Amaranthus spp.
dilaporkan memiliki aktivitas antibakteri.
Begitu pula, penelitian mengenai ekstrak Amaranthus tricolor sebagai antibakteri telah banyak dilakukan, baik sebagai ekstrak murni atau dengan senyawa lainnya.
Aktivitas antimikroba yang dimilikinya disebabkan oleh adanya fitokonstituen berupa tanin, steroid, dan flavonoid.
Sebagai pengembangan dan spesifikasi terhadap Amaranthus tricolor maka, literature review ini bertujuan untuk mengkaji kemampuan aktivitas antibakteri pada ekstrak Amaranthus tricolor (L), mengenai aktivitas ekstrak bayam merah (Amaranthus tricolor) sebagai antibakteri, jenis bakteri yang mampu dihambat, dan konsentrasi hambat minimum dari ekstrak bayam merah (Amaranthus tricolor) sebagai antibakteri.
Penulisan literature review ini dengan melakukan pencarian jurnal melalui database Google Scholar dan Pubmed.
Kata kunci yang digunakan yaitu “Amaranthus tricolor” AND “antibacterial”, Antibacterial AND (Red Spinach OR Amaranthus tricolor), Antibacterial efficacy AND (Red Spinach OR Amaranthus tricolor), (“Bayam merah” OR “Amaranthus tricolor”) AND Antibakteri, Antibakteri AND (Bayam Merah OR Amaranthus tricolor).
Kriteria inklusi meliputi studi tentang antibakteri, jurnal tentang penelitian bayam merah (Amaranthus tricolor) sebagai antibakteri, tahun publikasi jurnal antara 2015-2021, jurnal dalam bentuk free full text menggunakan bahasa inggris atau bahasa indonesia.
Dari literature review dapat disimpulkan bahwa, ekstrak bayam merah (Amaranthus tricolor) memiliki efektifitas yang baik sebagai antibakteri.
Bakteri yang paling baik kepekaannya terhadap ektrak Amaranthus tricolor yaitu bakteri E.
coli.

Related Results

<b>Pengaruh Jarak Tanam Berbeda pada Tanaman Bayam Merah (<i>Amaranthus Tricolor L) </i>dan Bayam Hijau (<i>Amaranthus Viridis</i>)</b>
<b>Pengaruh Jarak Tanam Berbeda pada Tanaman Bayam Merah (<i>Amaranthus Tricolor L) </i>dan Bayam Hijau (<i>Amaranthus Viridis</i>)</b>
Penelitian ini telah mengkaji pengaruh jarak tanam yang berbeda terhadap pertumbuhan dan hasil panen bayam merah (Amaranthus tricolor L) dan bayam hijau (Amaranthus viridis). Berda...
Aplikasi Pemberian Pupuk Organik Cair NU-POC Dan Bio Sugih Terhadap Pertumbuhan Tanaman Bayam Merah (Amaranthus tricolor L.)
Aplikasi Pemberian Pupuk Organik Cair NU-POC Dan Bio Sugih Terhadap Pertumbuhan Tanaman Bayam Merah (Amaranthus tricolor L.)
Red spinach is one of the most popular vegetable commodities because it has high nutritional value. Amaranthus tricolor L. consists of two varieties: Blitum album and Blitum rubrum...
Perbedaan pertumbuhan dan produktivitas varietas bayam hijau dan bayam merah
Perbedaan pertumbuhan dan produktivitas varietas bayam hijau dan bayam merah
Bayam termasuk salah satu sayuran terpenting di Indonesia karena paling banyak dikonsumsi setelah kangkung. Bayam hijau dan bayam merah merupakan jenis bayam paling banyak ditanam ...
Uji daya hambat ekstrak daun bayam petik (Amaranthus hybridus L.) terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus
Uji daya hambat ekstrak daun bayam petik (Amaranthus hybridus L.) terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus
Abstract: Synthetic antibiotics have certain side effects, therefore, it is necessary to find alternative natural antibacterial materials which is easily available and to be cultiv...
INOVASIBUTTER CAKE BERBASIS BAYAM MERAH
INOVASIBUTTER CAKE BERBASIS BAYAM MERAH
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menambah inovasi pada produk pastry yaitu butter cake berbasis bayam merah, karena masih sedikit olahan dari bayam merah. Bayam merah adalah...
PENENTUAN KADAR FLAVONOID DAN UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAUN BAYAM MERAH MENGGUNAKAN METODE ABTS DAN FRAP
PENENTUAN KADAR FLAVONOID DAN UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAUN BAYAM MERAH MENGGUNAKAN METODE ABTS DAN FRAP
Antioksidan merupakan senyawa yang dapat mendonorkan elektron kepada molekul radikal bebas sehingga dapat menstabilkan radikal bebas dan menghentikan reaksi berantai. Bayam merah m...
UJI LABORATORIUM PENGUKURAN KANDUNGAN ZAT BESI (Fe) PADA EKSTRAK BAYAM HIJAU (Amarathus Hybridus l)
UJI LABORATORIUM PENGUKURAN KANDUNGAN ZAT BESI (Fe) PADA EKSTRAK BAYAM HIJAU (Amarathus Hybridus l)
ABSTRACT Normal humans need about 20-25mg of iron per day to produce red blood cells. It is esti- mated that the amount of iron released by the body is about 1.0 mg / day, for wom...

Back to Top