Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Kajian Pustaka Potensi Aktivitas Antibakteri Minyak Atsiri Daun Nilam (Pogostemon cablin Benth.) terhadap Bakteri Patogen pada Kulit

View through CrossRef
Abstract. Skin infection becomes one of the most common skin problems in Indonesia. It is usually caused by bacterial infections, fungi, and viruses Antibacterial is a compound used to inhibit and kill pathogenic bacteria, one of the examples is patchouli (Pogostemon cablin Benth.) with one of the ingredients called essential oil. The study examined the antibacterial activity of patchouli leaf essential oil against pathogenic bacteria, namely Staphylococcus aureus, Staphylococcus epidermidis, Streptococcus pyogenes, and Pseudomonas aeruginosa, using literature review method. Analysis performed based on inhibition zone diameter and Minimum Inhibition Concentration (MIC) value resulted from selected papers. The results of this literature study indicate that the better diameter of the inhibitor is to inhibit Staphylococcus aureus bacteria by 22.5 mm at a concentration of 2%. So that patchouli essential oil as an antibacterial is more likely to be against Gram positive bacteria than Gram negative bacteria, with the MIC value of Gram positive bacteria (Staphylococcus aureus) ranging from 250-2000 g/mL, while Gram negative bacteria (Pseudomonas aeruginosa) are in the range of 1200 – > 4000 g/mL. Abstrak. Permasalahan kulit yang sering terjadi di Indonesia salah satunya adalah infeksi kulit, biasanya disebabkan karena infeksi bakteri, jamur dan virus. Antibakteri adalah suatu senyawa yang digunakan untuk menghambat dan membunuh bakteri patogen. Salah satu tanaman yang berkhasiat sebagai antibakteri yaitu daun nilam (Pogostemon cablin Benth.) dengan salah satu kandungannya yaitu minyak atsiri. Penelitian ini mengkaji aktivitas antibakteri minyak atsiri daun nilam terhadap bakteri patogen yaitu Staphylococcus aureus, Staphylococcus epidermidis, Streptococcus pyogenes dan Pseudomonas aeruginosa yang dilakukan dengan metode studi literatur menggunakan data sekunder. Kemudian dilakukan pengamatan berdasarkan hasil pengukuran diameter zona hambat dan nilai KHM. Hasil studi literatur ini menunjukkan bahwa diameter hambat yang lebih baik yaitu menghambat bakteri Staphylococcus aureus sebesar 22,5 mm pada konsentrasi 2%. Sehingga minyak atsiri daun nilam sebagai antibakteri lebih berpotensi terhadap bakteri Gram positif dibandingkan dengan bakteri Gram negatif, dengan nilai KHM bakteri Gram positif (Staphylococcus aureus) berada pada rentang 250-2000 μg/mL, sedangkan bakteri Gram negatif (Pseudomonas aeruginosa) berada pada rentang 1200 - >4000 μg/mL.
Title: Kajian Pustaka Potensi Aktivitas Antibakteri Minyak Atsiri Daun Nilam (Pogostemon cablin Benth.) terhadap Bakteri Patogen pada Kulit
Description:
Abstract.
Skin infection becomes one of the most common skin problems in Indonesia.
It is usually caused by bacterial infections, fungi, and viruses Antibacterial is a compound used to inhibit and kill pathogenic bacteria, one of the examples is patchouli (Pogostemon cablin Benth.
) with one of the ingredients called essential oil.
The study examined the antibacterial activity of patchouli leaf essential oil against pathogenic bacteria, namely Staphylococcus aureus, Staphylococcus epidermidis, Streptococcus pyogenes, and Pseudomonas aeruginosa, using literature review method.
Analysis performed based on inhibition zone diameter and Minimum Inhibition Concentration (MIC) value resulted from selected papers.
The results of this literature study indicate that the better diameter of the inhibitor is to inhibit Staphylococcus aureus bacteria by 22.
5 mm at a concentration of 2%.
So that patchouli essential oil as an antibacterial is more likely to be against Gram positive bacteria than Gram negative bacteria, with the MIC value of Gram positive bacteria (Staphylococcus aureus) ranging from 250-2000 g/mL, while Gram negative bacteria (Pseudomonas aeruginosa) are in the range of 1200 – > 4000 g/mL.
Abstrak.
Permasalahan kulit yang sering terjadi di Indonesia salah satunya adalah infeksi kulit, biasanya disebabkan karena infeksi bakteri, jamur dan virus.
Antibakteri adalah suatu senyawa yang digunakan untuk menghambat dan membunuh bakteri patogen.
Salah satu tanaman yang berkhasiat sebagai antibakteri yaitu daun nilam (Pogostemon cablin Benth.
) dengan salah satu kandungannya yaitu minyak atsiri.
Penelitian ini mengkaji aktivitas antibakteri minyak atsiri daun nilam terhadap bakteri patogen yaitu Staphylococcus aureus, Staphylococcus epidermidis, Streptococcus pyogenes dan Pseudomonas aeruginosa yang dilakukan dengan metode studi literatur menggunakan data sekunder.
Kemudian dilakukan pengamatan berdasarkan hasil pengukuran diameter zona hambat dan nilai KHM.
Hasil studi literatur ini menunjukkan bahwa diameter hambat yang lebih baik yaitu menghambat bakteri Staphylococcus aureus sebesar 22,5 mm pada konsentrasi 2%.
Sehingga minyak atsiri daun nilam sebagai antibakteri lebih berpotensi terhadap bakteri Gram positif dibandingkan dengan bakteri Gram negatif, dengan nilai KHM bakteri Gram positif (Staphylococcus aureus) berada pada rentang 250-2000 μg/mL, sedangkan bakteri Gram negatif (Pseudomonas aeruginosa) berada pada rentang 1200 - >4000 μg/mL.

Related Results

STRATEGI PENGEMBANGAN KOMODITAS NILAM DI KABUPATEN PAKPAK BHARAT
STRATEGI PENGEMBANGAN KOMODITAS NILAM DI KABUPATEN PAKPAK BHARAT
Dalam rangka meningkatkan produktivitas, mutu minyak nilam dan meningkatkan pendapatan petani, maka pada tahun anggaran 2009 pengembangan tanaman nilam dilaksanakan di 5 kabupaten...
Formulasi Lilin Aromaterapi Kombinasi Minyak Atsiri Sereh Wangi (Cymbopogon nardus) dan Minyak Atsiri Nilam (Pogostemon cablin)
Formulasi Lilin Aromaterapi Kombinasi Minyak Atsiri Sereh Wangi (Cymbopogon nardus) dan Minyak Atsiri Nilam (Pogostemon cablin)
Minyak atsiri adalah minyak yang mudah menguap.  Bahan baku minyak atsiri dapat diperoleh dari berbagai bagian tumbuhan seperti batang, daun, bunga, buah, biji, kulit biji, serta a...
Analisis Fitokimia dan Aktivitas Antibakteri Minyak Atsiri Kayu Manis dengan Bakteri Staphylococcus aureus
Analisis Fitokimia dan Aktivitas Antibakteri Minyak Atsiri Kayu Manis dengan Bakteri Staphylococcus aureus
Tanaman kayu manis yang berkembang di Indonesia, terutama jenis Cinnamomum burmanii Blumea. Dalam penelitian ini salah satu tanaman yang digunakan dalam pengobatan yaitu minyak ats...
Karakterisasi Minyak Nilam serta Evaluasi Sediaan Nanoemulsi Minyak Nilam (Pogostemon cablin Benth)
Karakterisasi Minyak Nilam serta Evaluasi Sediaan Nanoemulsi Minyak Nilam (Pogostemon cablin Benth)
Abstract. Patchouli is one of the natural ingredients that can be utilized in the health sector, one of which is as an antimicrobial. Essential oil contained in patchouli plants (P...
Pengaruh Cara Pengeringan Nilam (Pogostemon cablin Benth.) Pada Penyulingan Terhadap Hasil Minyak Nilam
Pengaruh Cara Pengeringan Nilam (Pogostemon cablin Benth.) Pada Penyulingan Terhadap Hasil Minyak Nilam
Minyak atsiri yang diperoleh dari penyulingan tanaman nilam disebut minyak nilam. Minyak nilam berperan penting sebagai bahan baku dalam industri pewangi dan kosmetika. Indonesia s...
Pengembangan Model PCA untuk Uji Kualitatif terhadap Keaslian Minyak Nilam Aceh Menggunakan Teknologi Inframerah
Pengembangan Model PCA untuk Uji Kualitatif terhadap Keaslian Minyak Nilam Aceh Menggunakan Teknologi Inframerah
Abstrak. Salah satu kendala dalam industri minyak nilam adalah pemalsuan seperti penambahan minyak terpentin. Pemalsuan kemurnian pada minyak nilam perlu dilakukan upaya untuk meng...
RANCANGAN MODEL RANTAI PASOK PADA INDUSTRI MINYAK NILAM DI KABUPATEN ACEH JAYA
RANCANGAN MODEL RANTAI PASOK PADA INDUSTRI MINYAK NILAM DI KABUPATEN ACEH JAYA
Komoditas nilam (Pogostemon cablin) merupakan tanaman yang menghasilkan minyak atsiri dengan nilai ekonomis yang tinggi. Indonesia merupakan salah satu penghasil minyak nilam terbe...
RANCANGAN MODEL RANTAI PASOK PADA INDUSTRI MINYAK NILAM DI KABUPATEN ACEH JAYA
RANCANGAN MODEL RANTAI PASOK PADA INDUSTRI MINYAK NILAM DI KABUPATEN ACEH JAYA
Komoditas nilam (Pogostemon cablin) merupakan tanaman yang menghasilkan minyak atsiri dengan nilai ekonomis yang tinggi. Indonesia merupakan salah satu penghasil minyak nilam terbe...

Back to Top