Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Peningkatan Kemandirian Desa Panggungharjo Melalui Komunikasi Pembangunan

View through CrossRef
This article explores the village independent of Panggungharjo through developed communication. Based on the qualitative-descriptive method, it can be a result of a new perspective on independent village development. The development of communication by the stronger local leadership can be Panggungharjo Village entrance of the nomination of the better village in Indonesia for Village-Owned Enterprises (Badan Usaha Milik Desa) on developing of institutional governance. Leadership as a local strongman has established to analyze framing on the role of communication with the people. The participation can be conducted to developing programs on physically and unphysically. This paper founded on social services programs (education, health, and economic) and better central both effective and efficiency on Village-Owned Entreprises management. This enterprise can be economic productivity increasingly. In adding of village budgeting from the result of economic productivity on access and planning social programs more accessible for societies. Artikel ini mengeksplorasi kemandirian Desa Panggungharjo melalui komunikasi pembangunan. Hal ini dilandasi oleh prestasi Desa Panggungharjo yang berhasil menjadi desa mandiri. Melalui metode kualitatif-deskriptif dapat menghasilkan satu perspektif baru dalam pembangunan desa mandiri. Ternyata, komunikasi pembangunan yang diciptakan oleh kekuatan leadership lokal mampu menjadikan Panggungharjo masuk nominasi desa terbaik di Indonesia dalam pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa). Leadership sebagai local strongman telah membingkai framing analisis dalam pola komunikasi dengan masyarakat. Dengan komunikasi efektif menghasilkan masyarakat yang pasif menjadi lebih aktif. Hal ini terlihat dengan tingkat partisipasi masyarakat dalam setiap program pembangunan. Partisipasi tersebut telah mampu menjalankan program-program pembangunan yang bersifat fisik maupun non fisik. Temuan penelitian yang paling menonjol adalah program pelayanan sosial (pendidikan, kesehatan, dan ekonomi) tersentral dengan baik melalui pengelolaan BUMDesa secara efektif dan efisien. BUMDesa menjadi motor penggerak pelayanan karena pendapatan secara ekonomis setiap tahun terus meningkat. Kondisi ini menjadikan pendapatan desa semakin bertambah. Dengan penambahan anggaran desa dari hasil produktifitas ekonomi semakin mempermudah akses dan perencanaan program pelayanan sosial bagi masyarakat.
Title: Peningkatan Kemandirian Desa Panggungharjo Melalui Komunikasi Pembangunan
Description:
This article explores the village independent of Panggungharjo through developed communication.
Based on the qualitative-descriptive method, it can be a result of a new perspective on independent village development.
The development of communication by the stronger local leadership can be Panggungharjo Village entrance of the nomination of the better village in Indonesia for Village-Owned Enterprises (Badan Usaha Milik Desa) on developing of institutional governance.
Leadership as a local strongman has established to analyze framing on the role of communication with the people.
The participation can be conducted to developing programs on physically and unphysically.
This paper founded on social services programs (education, health, and economic) and better central both effective and efficiency on Village-Owned Entreprises management.
This enterprise can be economic productivity increasingly.
In adding of village budgeting from the result of economic productivity on access and planning social programs more accessible for societies.
 Artikel ini mengeksplorasi kemandirian Desa Panggungharjo melalui komunikasi pembangunan.
Hal ini dilandasi oleh prestasi Desa Panggungharjo yang berhasil menjadi desa mandiri.
Melalui metode kualitatif-deskriptif dapat menghasilkan satu perspektif baru dalam pembangunan desa mandiri.
Ternyata, komunikasi pembangunan yang diciptakan oleh kekuatan leadership lokal mampu menjadikan Panggungharjo masuk nominasi desa terbaik di Indonesia dalam pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa).
Leadership sebagai local strongman telah membingkai framing analisis dalam pola komunikasi dengan masyarakat.
Dengan komunikasi efektif menghasilkan masyarakat yang pasif menjadi lebih aktif.
Hal ini terlihat dengan tingkat partisipasi masyarakat dalam setiap program pembangunan.
Partisipasi tersebut telah mampu menjalankan program-program pembangunan yang bersifat fisik maupun non fisik.
Temuan penelitian yang paling menonjol adalah program pelayanan sosial (pendidikan, kesehatan, dan ekonomi) tersentral dengan baik melalui pengelolaan BUMDesa secara efektif dan efisien.
BUMDesa menjadi motor penggerak pelayanan karena pendapatan secara ekonomis setiap tahun terus meningkat.
Kondisi ini menjadikan pendapatan desa semakin bertambah.
Dengan penambahan anggaran desa dari hasil produktifitas ekonomi semakin mempermudah akses dan perencanaan program pelayanan sosial bagi masyarakat.

Related Results

Penguatan Kelembagaan Desa dalam Musyawarah Rencana Pembangunan Desa (Musrenbangdes) di Kabupaten Kampar Provinsi Riau
Penguatan Kelembagaan Desa dalam Musyawarah Rencana Pembangunan Desa (Musrenbangdes) di Kabupaten Kampar Provinsi Riau
Penelitian yang dilaksanakan di kabupaten Kampar, Provinsi Riau, dimana fokus penelitian mengkaji tentang penguatan kelembagaan desa dalam mempersiapkan pelaksanaan musrenbang desa...
Efektivitas Peruntukkan Dana Desa
Efektivitas Peruntukkan Dana Desa
Dalam rangka meningkatkan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat Desa, pemerintahan Presiden Joko Widodo membuat terobosan melalui program menyalurkan Dana Desa. “Tahun 2015  Alok...
DESA ANTIKORUPSI BERBASIS MASJID: PENINGKATAN KOMPETENSI DAI ANTIKORUPSI DEWAN MASJID INDONESIA RANTING PANGGUNGHARJO SEWON BANTUL
DESA ANTIKORUPSI BERBASIS MASJID: PENINGKATAN KOMPETENSI DAI ANTIKORUPSI DEWAN MASJID INDONESIA RANTING PANGGUNGHARJO SEWON BANTUL
Kasus korupsi dana desa terus meningkat, dari 17 kasus pada tahun 2016 menjadi 155 kasus dengan pada tahun 2022. Sebagai solusinya, KPK membentuk desa antikorupsi yang hingga saat ...
BIMBINGAN TEKNIS PEMBUATAN PERATURAN DESA DI DESA KAWUNGLARANG, KECAMATAN RANCAH, KABUPATEN CIAMIS
BIMBINGAN TEKNIS PEMBUATAN PERATURAN DESA DI DESA KAWUNGLARANG, KECAMATAN RANCAH, KABUPATEN CIAMIS
Peraturan Desa ditetapkan oleh Kepala Desa setelah dibahas dan disepakati bersama Badan Permusyawaratan Desa merupakan kerangka hukum dan kebijakan dalam penyelenggaraan Pemerintah...
POLA KOMUNIKASI DALAM SANGKEPAN DESA ADAT PENGLIPURAN KECAMATAN BANGLI KABUPATEN BANGLI
POLA KOMUNIKASI DALAM SANGKEPAN DESA ADAT PENGLIPURAN KECAMATAN BANGLI KABUPATEN BANGLI
Pemimpin desa adat dalam hal ini kelian desa merupakan pemegang otoritas utama dalam kepemerintahan desa adat di desa adat Penglipuran, Kelurahan Kubu, Kecamatan Bangli, Kabupaten ...
Peran Komunikasi Politik Kepala Desa dalam Mendorong Inovasi Pembangunan
Peran Komunikasi Politik Kepala Desa dalam Mendorong Inovasi Pembangunan
Komunikasi politik kepala desa adalah penyampaian pesan atau informasi oleh kepala desa kepada masyarakat dengan tujuan untuk menginformasikan kepada mereka tentang berbagai isu, k...
BIMBINGAN TEKNIS PEMBUATAN PERATURAN DESA DI DESA KALIMATI, KECAMATAN ADIWERNA, KABUPATEN TEGAL, JAWA TENGAH
BIMBINGAN TEKNIS PEMBUATAN PERATURAN DESA DI DESA KALIMATI, KECAMATAN ADIWERNA, KABUPATEN TEGAL, JAWA TENGAH
Peraturan Desa ditetapkan oleh Kepala Desa setelah dibahas dan disepakati bersama BadanPermusyawaratan Desa merupakan kerangka hukum dan kebijakan dalam penyelenggaraanPemerintahan...
Pola kerjasama kepala desa dengan badan permusyawaratan desa dalam pembangunan desa
Pola kerjasama kepala desa dengan badan permusyawaratan desa dalam pembangunan desa
Pemerintahan desa merupakan unit terdepan dalam pelayanan kepada masyarakat serta menjadi tonggak strategis untuk keberhasilan semua program yang dijalankan Pemerintah Pusat dan Pe...

Back to Top