Javascript must be enabled to continue!
Menakar Sayap Politik Perempuan : Studi Garnita Malayahati Partai NasDem Yogyakarta
View through CrossRef
This article will explain the political wing of the NasDem women's party namely Garnita Malahayati in Yogyakarta in the 2014 electoral contestation. Various affirmative action policies initiated by the government have not been able to be utilized properly by political parties either in the process of institutionalizing parties to create quality female politicians. Excess, political parties often have difficulty in building awareness of gender mainstreaming and gender-based political education. In fact, the women's political wing of the party has been designed to function to attract women's political participation. The reality is that political parties only make the political wing of women's parties a complement and symbol of politics. This study uses explanatory qualitative methods with data collection techniques by collecting data and related documents and through in-depth interviews. This article argues that there is a dysfunction in women's political wings, because Garnita Malahayati as a political wing of women has not been well institutionalized. The article also believes that the political wing of the party women has not played an active role in the process of candidacy, especially in encouraging the process of regenerating qualified female politiciansArtikel ini akan menjelaskan sayap politik perempuan partai NasDem yakni Garnita Malahayati Yogyakarta dalam kontestasi elektoral 2014. Berbagai kebijakan affirmative action yang digulirkan oleh pemerintah belum mampu dimanfaatkan dengan baik oleh partai politik baik dalam proses pelembagaan partai untuk menciptakan politisi perempuan yang berkualitas. Eksesnya, partai politik seringkali mengalami kesulitan dalam membangun kesadaran pengarusutamaan gender dan pendidikan politik yang berbasis gender. Padahal, sayap politik perempuan partai telah didesain untuk berfungsi menarik partisipasi politik kaum perempuan. Realitasnya partai politik hanya menjadikan sayap politik perempuan partai sebagai pelengkap dan simbolisasi politik. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif eksplanatoris dengan teknik pengumpulan data dengan mengumpulkan data-data dan dokumen yang terkait serta melalui wawancara mendalam (in-depth interview). Artikel ini berpendapat bahwa tengah terjadi disfungsi sayap politik perempuan, dikarenakan Garnita Malahayati sebagai sayap politik perempuan belum terlembagakan dengan baik. Artikel ini juga berpendapat bahwa sayap politik perempuan partai belum berperan aktif dalam proses kandidasi terutama mendorong proses kaderisasi politisi perempuan yang berkualitas.
Title: Menakar Sayap Politik Perempuan : Studi Garnita Malayahati Partai NasDem Yogyakarta
Description:
This article will explain the political wing of the NasDem women's party namely Garnita Malahayati in Yogyakarta in the 2014 electoral contestation.
Various affirmative action policies initiated by the government have not been able to be utilized properly by political parties either in the process of institutionalizing parties to create quality female politicians.
Excess, political parties often have difficulty in building awareness of gender mainstreaming and gender-based political education.
In fact, the women's political wing of the party has been designed to function to attract women's political participation.
The reality is that political parties only make the political wing of women's parties a complement and symbol of politics.
This study uses explanatory qualitative methods with data collection techniques by collecting data and related documents and through in-depth interviews.
This article argues that there is a dysfunction in women's political wings, because Garnita Malahayati as a political wing of women has not been well institutionalized.
The article also believes that the political wing of the party women has not played an active role in the process of candidacy, especially in encouraging the process of regenerating qualified female politiciansArtikel ini akan menjelaskan sayap politik perempuan partai NasDem yakni Garnita Malahayati Yogyakarta dalam kontestasi elektoral 2014.
Berbagai kebijakan affirmative action yang digulirkan oleh pemerintah belum mampu dimanfaatkan dengan baik oleh partai politik baik dalam proses pelembagaan partai untuk menciptakan politisi perempuan yang berkualitas.
Eksesnya, partai politik seringkali mengalami kesulitan dalam membangun kesadaran pengarusutamaan gender dan pendidikan politik yang berbasis gender.
Padahal, sayap politik perempuan partai telah didesain untuk berfungsi menarik partisipasi politik kaum perempuan.
Realitasnya partai politik hanya menjadikan sayap politik perempuan partai sebagai pelengkap dan simbolisasi politik.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif eksplanatoris dengan teknik pengumpulan data dengan mengumpulkan data-data dan dokumen yang terkait serta melalui wawancara mendalam (in-depth interview).
Artikel ini berpendapat bahwa tengah terjadi disfungsi sayap politik perempuan, dikarenakan Garnita Malahayati sebagai sayap politik perempuan belum terlembagakan dengan baik.
Artikel ini juga berpendapat bahwa sayap politik perempuan partai belum berperan aktif dalam proses kandidasi terutama mendorong proses kaderisasi politisi perempuan yang berkualitas.
Related Results
resume hukum tatanegara
resume hukum tatanegara
PARTAI POLITIK DAN PEMILIHAN UMUM (PEMILU)1. Partai PolitikA. Sejarah Partai Politik di Indonesia.Partai politik pertama-tama lahir di negara-negara Eropa Barat. Pada mulanya perke...
PENGATURAN PARTAI POLITIK DI INDONESIA
PENGATURAN PARTAI POLITIK DI INDONESIA
Partai politik adalah organisasi yang bersifat nasional dan dibentuk oleh sekelompok warga Negara Indonesia secara sukarela atas dasar kesamaan kehendak dan cita-cita untuk memperj...
Penguatan Ideologi Partai Politik dalam Upaya Peningkatan Kualitas Demokrasi Indonesia
Penguatan Ideologi Partai Politik dalam Upaya Peningkatan Kualitas Demokrasi Indonesia
The shift in the role of ideology in political parties, which was initially a guideline or direction for political parties, has begun to shift and be sidelined by an excessive orie...
Partai Politik dan Penurunan Ambang Batas Pencalonan dalam Pilkada (Studi Perolehan Suara Parpol pada Pemilu 2024 Propinsi Lampung)
Partai Politik dan Penurunan Ambang Batas Pencalonan dalam Pilkada (Studi Perolehan Suara Parpol pada Pemilu 2024 Propinsi Lampung)
Dalam regulasi pilkada lalu kepala daerah wajib memiliki syarat pengusung 20 % suara partai, dan ini menjadikan partai politik menjadi kartel dalam mengusung calon. Hasil pemil...
Politik Hukum Penguatan Partai Politik Untuk Mewujudkan Produk Hukum Yang Demokratis
Politik Hukum Penguatan Partai Politik Untuk Mewujudkan Produk Hukum Yang Demokratis
Partai politik sebagai sarana penyerap, penghimpun, dan penyalur aspirasi politik masyarakat dalam merumuskan dan menetapkan kebijakan negara. seringkali partai politik bertindak d...
STRATEGI KOMUNIKASI POLITIK DALAM PENCITRAAN PARTAI POLITIK DAN CALON LEGISLATIF PADA PEMILIHAN UMUM TAHUN 2024 Di KABUPATEN BANYUWANGI
STRATEGI KOMUNIKASI POLITIK DALAM PENCITRAAN PARTAI POLITIK DAN CALON LEGISLATIF PADA PEMILIHAN UMUM TAHUN 2024 Di KABUPATEN BANYUWANGI
Pembentukan citra partai dalam kajian ini diambil pada studi kasus penelitian Strategi komunikasi politik yang dilakukan oleh Partai dan calon legislatif dalam menjelang kontestas...
Dinamika Politik Catch-all atas Eksistensi Perempuan di Partai Demokrat dan Partai Keadilan Sejahtera Wilayah Banten
Dinamika Politik Catch-all atas Eksistensi Perempuan di Partai Demokrat dan Partai Keadilan Sejahtera Wilayah Banten
Tulisan ini membedah dinamika politik catch-all atas eksistensi perempuan pada pengorganisasian partai-partai politik yang memfokuskan pada Partai Demokrat dan Partai Keadilan Seja...
Problematika Pengaturan Organisasi Sayap Partai di Indonesia
Problematika Pengaturan Organisasi Sayap Partai di Indonesia
AbstractEvery political party tries to maximize every component in the structure of their political party. One component that is in direct contact with the citizen is the wings of ...

