Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

STUDI HADIS MENGHORMATI AHLULBAIT: dari Pemahaman Tekstualis sampai Kontekstualis

View through CrossRef
<p class="06IsiAbstrak">Menghormati ahlulbait adalah salah satu anjuran agama yang mulai diabaikan di komunitas sosial sebab mengabaikan pemahaman tekstual dan kontekstual dalam hadis. padahal mengabaikan pemahaman hadis yang komprehensif dapat menimbulkan ketidaktepatan dalam tindakan. Pemahaman menghormati ahlulbait mengalami dinamika teologis antara sunni maupun syi’ah, sehingga persoalan tersebut perlu dikembalikan dengan sumber primer keislaman yakni al-Qur’an dan Hadis.  Melalui teori pemahaman hadis tekstual dan kontekstual tulisan ini menyimpulkan bahwa menghormati ahlulbait adalah tindakan yang harus selektif, dalam ubudiyah adalah diikuti namun tidak bersikap fanatis, sedang dalam dimensi mu’amalah maka semua dikembalikan kepada kesahihan sanad dan pemahaman matan hadis melalui kitab syarah. Hasil dari tulisan ini menyimpulkan bahwa menghormati ahlulbait memiliki sanad hadis yang sahih dan hasan tanpa adanya sekaligus mendudukkan bersama perihal pandangan sunni dan syi’ah yang saling mengklaim satu sama lain, bedanya ahlulbait dalam sunni memiliki cakupan yang luas, sedang dalam syi’ah ahlulbait hanya sebatas Nabi Muhammad saw, Siti Fatimah, sahabat ‘Ali Ibn Thalib <em>karramallahu wajha, </em>sayyidina Hasan dan Husein. Adapun dampak menghornati ahlulbait adalah memiliki pikiran yang baik (<em>al-husnu al-dzan</em>), memiliki paras menawan (<em>ahsan al-nas</em>), dan memiliki perangai yang bagus (<em>al-akhlak al-karimah</em>).</p><p class="06IsiAbstrak">[<span class="jlqj4b"><strong><span lang="EN">Study of Hadith Respecting Ahlulbait: From Textualist to Contextualist Understanding</span></strong><span lang="EN">. Respecting ahlulbait is one of the religious advices that is starting to be ignored in the social community because it ignores textual and contextual understanding in hadith. whereas ignoring a comprehensive understanding of hadith can lead to inaccuracies in action. The understanding of respect for ahlulbait experiences theological dynamics between sunni and shia, so this issue needs to be returned to the primary sources of Islam, namely the Qur'an and Hadith. Through the theory of understanding textual and contextual hadith, this paper concludes that respecting ahlulbait is an act that must be selective, in ubudiyah it is to be followed but not to be fanatical, while in the mu'amalah dimension, everything is returned to the validity of the sanad and understanding the matan of hadith through the syarah book. The results of this paper conclude that respecting ahlulbait has a hadith that is valid and hasan without any presence at the same time sitting together regarding the views of sunni and shia who claim each other, the difference is that ahlulbait in sunni has a broad scope, while in shia ahlulbait only limited to the Prophet Muhammad, Siti Fatimah, </span><span lang="IN">shahabat</span><span lang="EN"> 'Ali Ibn Talib karramallahu wajha, Sayyidina Hasan and Husein. The impact of respecting ahlulbait is having a good mind (al-husnu al-dzan), having a charming face (ahsan al-nas), and having a good temperament (al-akhlak al-karimah).</span></span>]</p>
Title: STUDI HADIS MENGHORMATI AHLULBAIT: dari Pemahaman Tekstualis sampai Kontekstualis
Description:
<p class="06IsiAbstrak">Menghormati ahlulbait adalah salah satu anjuran agama yang mulai diabaikan di komunitas sosial sebab mengabaikan pemahaman tekstual dan kontekstual dalam hadis.
padahal mengabaikan pemahaman hadis yang komprehensif dapat menimbulkan ketidaktepatan dalam tindakan.
Pemahaman menghormati ahlulbait mengalami dinamika teologis antara sunni maupun syi’ah, sehingga persoalan tersebut perlu dikembalikan dengan sumber primer keislaman yakni al-Qur’an dan Hadis.
  Melalui teori pemahaman hadis tekstual dan kontekstual tulisan ini menyimpulkan bahwa menghormati ahlulbait adalah tindakan yang harus selektif, dalam ubudiyah adalah diikuti namun tidak bersikap fanatis, sedang dalam dimensi mu’amalah maka semua dikembalikan kepada kesahihan sanad dan pemahaman matan hadis melalui kitab syarah.
Hasil dari tulisan ini menyimpulkan bahwa menghormati ahlulbait memiliki sanad hadis yang sahih dan hasan tanpa adanya sekaligus mendudukkan bersama perihal pandangan sunni dan syi’ah yang saling mengklaim satu sama lain, bedanya ahlulbait dalam sunni memiliki cakupan yang luas, sedang dalam syi’ah ahlulbait hanya sebatas Nabi Muhammad saw, Siti Fatimah, sahabat ‘Ali Ibn Thalib <em>karramallahu wajha, </em>sayyidina Hasan dan Husein.
Adapun dampak menghornati ahlulbait adalah memiliki pikiran yang baik (<em>al-husnu al-dzan</em>), memiliki paras menawan (<em>ahsan al-nas</em>), dan memiliki perangai yang bagus (<em>al-akhlak al-karimah</em>).
</p><p class="06IsiAbstrak">[<span class="jlqj4b"><strong><span lang="EN">Study of Hadith Respecting Ahlulbait: From Textualist to Contextualist Understanding</span></strong><span lang="EN">.
Respecting ahlulbait is one of the religious advices that is starting to be ignored in the social community because it ignores textual and contextual understanding in hadith.
whereas ignoring a comprehensive understanding of hadith can lead to inaccuracies in action.
The understanding of respect for ahlulbait experiences theological dynamics between sunni and shia, so this issue needs to be returned to the primary sources of Islam, namely the Qur'an and Hadith.
Through the theory of understanding textual and contextual hadith, this paper concludes that respecting ahlulbait is an act that must be selective, in ubudiyah it is to be followed but not to be fanatical, while in the mu'amalah dimension, everything is returned to the validity of the sanad and understanding the matan of hadith through the syarah book.
The results of this paper conclude that respecting ahlulbait has a hadith that is valid and hasan without any presence at the same time sitting together regarding the views of sunni and shia who claim each other, the difference is that ahlulbait in sunni has a broad scope, while in shia ahlulbait only limited to the Prophet Muhammad, Siti Fatimah, </span><span lang="IN">shahabat</span><span lang="EN"> 'Ali Ibn Talib karramallahu wajha, Sayyidina Hasan and Husein.
The impact of respecting ahlulbait is having a good mind (al-husnu al-dzan), having a charming face (ahsan al-nas), and having a good temperament (al-akhlak al-karimah).
</span></span>]</p>.

Related Results

PENYELESAIAN HADIS MUKHTALIF TENTANG PENYAKIT YANG TERTULAR, JUNUB DAN ZIARAH KUBUR
PENYELESAIAN HADIS MUKHTALIF TENTANG PENYAKIT YANG TERTULAR, JUNUB DAN ZIARAH KUBUR
Hadis merupakan sumber utama pedoman hidup setelah al-Qur’an. Berdasarkan faktanya tidak semua hadis bersumber dari Rasulullah, pasal ini dilihat dari konteks sejarah perkembangann...
Kontribusi Ali Mustafa Yaqub (1952-2016) dalam Dinamika Kajian Hadis di Indonesia
Kontribusi Ali Mustafa Yaqub (1952-2016) dalam Dinamika Kajian Hadis di Indonesia
<p>Artikel ini akan membahas tentang kontribusi Ali Mustafa Yaqub dalam dinamika kajian hadis di Indonesia. Ia adalah salah seorang pakar di bidang hadis. Hadis-hadis yang di...
EPISTEMOLOGI KRITIK HADIS
EPISTEMOLOGI KRITIK HADIS
Hadis disepakati sebagai sumber ajaran Islam kedua setelah al-Qur’an. Namun, untuk dapat menjadikannya sebagai dasar ajaran, hadis harus melewati uji naqd al-hadis dan fiqh al-hadi...
PROGRAM TAHFIZ HADIS DI PONDOK PESANTREN AL FALAH PUTERI BANJARBARU
PROGRAM TAHFIZ HADIS DI PONDOK PESANTREN AL FALAH PUTERI BANJARBARU
Abstract: The Tahfiz Hadis program is one of the extracurricular programs carried out at the Al Falah Puteri Islamic Boarding School Banjarbaru. This program was formed because of ...
METODE MUHAMMAD NASHIRUDDIN AL-ALBANI DALAM MENDAIFKAN HADIS: TELAAH KITAB DAIF SUNAN ABU DAUD
METODE MUHAMMAD NASHIRUDDIN AL-ALBANI DALAM MENDAIFKAN HADIS: TELAAH KITAB DAIF SUNAN ABU DAUD
Sunan Abu Dawud merupakan salah satu dari enam kitab hadis utama dalam tradisi hadis Sunni. Kitab ini disusun oleh Imam Abu Dawud Sulaiman bin al-Ash'ath al-Sijistani pada abad ke-...
PENYELESAIAN HADIS MUKHTALIF TENTANG ZAKAT PERTANIAN, PEMBEKAMAN SAAT BERPUASA DAN MASALAH ZUNUB SAAT BERPUASA
PENYELESAIAN HADIS MUKHTALIF TENTANG ZAKAT PERTANIAN, PEMBEKAMAN SAAT BERPUASA DAN MASALAH ZUNUB SAAT BERPUASA
Semua hadis rasulullah SAW yang telah sampai pada kita terlebih dahulu diperhatikan dari aspek kualitasnya, Baik yang diterapkan maupun tidak. Dilihat dari kualitasnya hadis bisa d...
WACANA SAINTIFIK HADIS DALAM KONSTRUKSI KESAHIHAN HADIS
WACANA SAINTIFIK HADIS DALAM KONSTRUKSI KESAHIHAN HADIS
Penelitian ini bermaksud menjelaskan penelitian hadis menurut standar prosedur ilmiah penelitian hadis yang disebut saintifik hadis. Wacana saintifik hadis dalam konstruksi kesahih...
Metode Penelitian Fiqh al-Hadis
Metode Penelitian Fiqh al-Hadis
Hadis Nabi dalam hierarki sumber hukum Islam berada pada kedudukan kedua selepas al-Quran. Hadis berfungsi untuk menjelaskan, menafsirkan apa yang terkandung dalam al-Qur...

Back to Top