Javascript must be enabled to continue!
Analisis Kestabilan Sistem pada Model Matematika Penyebaran Populasi Perokok
View through CrossRef
Rokok adalah salah satu zat kimia yang berpengaruh buruk bagi kesehatan danlingkungan, mengakibatkan penyakit jantung, hipertensi, kanker dan berbagaipenyakit lainnya. Dalam artikel ini dibahas tentang model matematika tipe SEIRSpada penyebaran populasi perokok. Model ini melibatkan empat sub populasi saling berinteraksi yaitu Susceptible (S) individu sehat tapi rentan menjadi perokok,Exposed (E) individu perokok kadang-kadang, Infected (I) individu perokok aktif,dan Recovered (R) individu yang berhenti menjadi perokok. Model yang dikonstruksi, memiliki dua titik kesetimbangan yaitu titik kesetimbangan bebas perokokdan titik kesetimbangan endemik. Selanjutnya bilangan reproduksi dasar (R0) sebagai nilai ambang batas terjadinya penyebaran perokok ditentukan menggunakanpendekatan matriks Next Generation. Titik kesetimbangan yang dianalisis dengankriteria Rout-Hurwitz menunjukan sifat asimtotik lokal, dengan R0 < 1 untuk titikkesetimbangan bebas perokok dan R0 > 1 untuk titik kesetimbangan endemik. Halini didukung dengan simulasi yang menunjukan populasi stabil disekitar titik kesetimbangan bebas perokok dengan R0 < 1 dan stabil disekitar titik kesetimbanganendemik dengan R0 > 1
Universitas Padjadjaran
Title: Analisis Kestabilan Sistem pada Model Matematika Penyebaran Populasi Perokok
Description:
Rokok adalah salah satu zat kimia yang berpengaruh buruk bagi kesehatan danlingkungan, mengakibatkan penyakit jantung, hipertensi, kanker dan berbagaipenyakit lainnya.
Dalam artikel ini dibahas tentang model matematika tipe SEIRSpada penyebaran populasi perokok.
Model ini melibatkan empat sub populasi saling berinteraksi yaitu Susceptible (S) individu sehat tapi rentan menjadi perokok,Exposed (E) individu perokok kadang-kadang, Infected (I) individu perokok aktif,dan Recovered (R) individu yang berhenti menjadi perokok.
Model yang dikonstruksi, memiliki dua titik kesetimbangan yaitu titik kesetimbangan bebas perokokdan titik kesetimbangan endemik.
Selanjutnya bilangan reproduksi dasar (R0) sebagai nilai ambang batas terjadinya penyebaran perokok ditentukan menggunakanpendekatan matriks Next Generation.
Titik kesetimbangan yang dianalisis dengankriteria Rout-Hurwitz menunjukan sifat asimtotik lokal, dengan R0 < 1 untuk titikkesetimbangan bebas perokok dan R0 > 1 untuk titik kesetimbangan endemik.
Halini didukung dengan simulasi yang menunjukan populasi stabil disekitar titik kesetimbangan bebas perokok dengan R0 < 1 dan stabil disekitar titik kesetimbanganendemik dengan R0 > 1.
Related Results
Pengembangan Model Matematika Dinamika Perokok Di Kota Bogor
Pengembangan Model Matematika Dinamika Perokok Di Kota Bogor
Masih tingginya kasus perokok di Kota Bogor menjadi alasan bagi masyarakat, praktisi kesehatan, pemerintah untuk mengambil langkah dan kebijakan yang tepat dalam mencegah meluasnya...
Analisis Perbandingan Sitomorfometrik Apusan Bukal pada Perokok dan Non Perokok
Analisis Perbandingan Sitomorfometrik Apusan Bukal pada Perokok dan Non Perokok
Abstract. Cigarettes contain harmful substances, mainly nicotine, tar and carbon monoxide (CO) which are also carc5inogenic. Chemical substances in cigarettes can cause cellular c...
Persepsi Masyarakat Kota Magelang Terhadap Bahaya Rokok Bagi Kesehatan Anak Dengan Riwayat Orang Tua Perokok
Persepsi Masyarakat Kota Magelang Terhadap Bahaya Rokok Bagi Kesehatan Anak Dengan Riwayat Orang Tua Perokok
Merokok sudah menjadi hal lazim yang dilakukan oleh masyarakat Indonesia. Baik itu dari kalangan anak-anak maupun orang tua. Banyak orang yang merokok di dekat anggota keluargany...
Analisis Kestabilan Sistem pada Model Matematika Penyebaran Populasi Perokok
Analisis Kestabilan Sistem pada Model Matematika Penyebaran Populasi Perokok
Rokok adalah salah satu zat kimia yang berpengaruh buruk bagi kesehatan danlingkungan, mengakibatkan penyakit jantung, hipertensi, kanker dan berbagaipenyakit lainnya. Dalam artike...
PERBEDAAN DERAJAT KEASAMAN (pH) SALIVA PADA PEROKOK ELEKTRIK DAN NON-PEROKOK
PERBEDAAN DERAJAT KEASAMAN (pH) SALIVA PADA PEROKOK ELEKTRIK DAN NON-PEROKOK
Latar Belakang: Saliva merupakan suatu cairan di dalam tubuh manusia yang memiliki fungsi yang penting terhadap kesehatan rongga mulut yang dapat terpapar langsung rokok elektrik. ...
Analisis Dinamik Model Matematika Penyebaran Populasi Perokok
Analisis Dinamik Model Matematika Penyebaran Populasi Perokok
Rokok adalah salah satu zat kimia yang berpengaruh buruk bagi kesehatan dan lingkungan, mengakibatkan penyakit jantung, hipertensi, kanker dan berbagai penyakit lainnya. Dalam arti...
Perbedaan rerata volume ekspirasi paksa satu detik pada perokok dan bukan perokok mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Tarumanagara
Perbedaan rerata volume ekspirasi paksa satu detik pada perokok dan bukan perokok mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Tarumanagara
Rokok merupakan salah satu produk tembakau ataupun sintetisnya yang dimaksudkan untuk dibakar, dihisap ataupun dihirup asapnya. Tembakau membunuh lebih dari 7 juta manusia setiap t...
PERBEDAAN KESANGGUPAN KARDIOVASKULAR PADA KARYAWAN PRIA PEROKOK DAN NON PEROKOK DI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
PERBEDAAN KESANGGUPAN KARDIOVASKULAR PADA KARYAWAN PRIA PEROKOK DAN NON PEROKOK DI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
Aktivitas merokok merupakan salah satu faktor penyebab tingginya angka kejadian morbiditas dan mortalitas penyakit kardiovaskular. Adapun proporsi karyawan perokok cukup tinggi seb...

