Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

PELATIHAN PEMBUATAN PEMBERIAN MAKANAN TAMBAHAN (PMT) MODIFIKASI BERBASIS PANGAN LOKAL TERHADAP PENGETAHUAN IBU BALITA

View through CrossRef
Stunting merupakan suatu kondisi dimana keterlambatan pertumbuhan yang terjadi pada anak yang ditandai dengan suatu keadaan dimana kondisi tubuhnya lebih pendek jika dibandingkan dengan anak seusianya. Pentingnya dilakukan pelatihan pembuatan PMT untuk ibu balita stunting yaitu memberikan berbagai inovasi pembuatan makanan tambahan bagi ibu sendiri dan selain itu juga dengan adanya pelatihan bisa meningkatkan kemampuan orangtua dalam mengenali atau mendeteksi sejak dini adanya perkembangan yang salah pada bayi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pelatihan pembuatan PMT berbasis pangan lokal terhadap pengetahuan ibu balita stunting. Metode penelitian ini menggunakan desain penelitian pre eksperimen dengan pendekatan one group pretest and posttest design. Intervensi yang diberikan yaitu pelatihan pembuatan makanan tambahan (Nugget daun kelor). Populasi penelitian ini yaitu ibu balita berjumlah 46 responden didapatkan sampel sebanyak 30 responden dengan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner pengetahuan ibu balita tentang PMT berbasis pangan lokal sebanyak 35 pertanyaan. Skala data ordinal dan menggunakan Uji Wilcoxon. Berdasarkan penelitian, rata-rata nilai pengetahuan sebelum diberikan intervensi demonstrasi pelatihan PMT berbasis pangan lokal yaitu 61,80 dan setelah dilakukan intervensi nilai menjadi 83,32. Berdasarkan Uji Wilcoxon sebelum dan setelah diberikan intervensi nilai p-value sebesar 0,000 (nilai p <0,05) yang menunjukan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan sebelum dan setelah diberikan intervensi pelatihan pembuatan PMT berbasis pangan lokal. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah pelatihan pembuatan PMT berbasis modifikasi pangan lokal berpengaruh pada pengetahuan ibu balita.
Title: PELATIHAN PEMBUATAN PEMBERIAN MAKANAN TAMBAHAN (PMT) MODIFIKASI BERBASIS PANGAN LOKAL TERHADAP PENGETAHUAN IBU BALITA
Description:
Stunting merupakan suatu kondisi dimana keterlambatan pertumbuhan yang terjadi pada anak yang ditandai dengan suatu keadaan dimana kondisi tubuhnya lebih pendek jika dibandingkan dengan anak seusianya.
Pentingnya dilakukan pelatihan pembuatan PMT untuk ibu balita stunting yaitu memberikan berbagai inovasi pembuatan makanan tambahan bagi ibu sendiri dan selain itu juga dengan adanya pelatihan bisa meningkatkan kemampuan orangtua dalam mengenali atau mendeteksi sejak dini adanya perkembangan yang salah pada bayi.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pelatihan pembuatan PMT berbasis pangan lokal terhadap pengetahuan ibu balita stunting.
Metode penelitian ini menggunakan desain penelitian pre eksperimen dengan pendekatan one group pretest and posttest design.
Intervensi yang diberikan yaitu pelatihan pembuatan makanan tambahan (Nugget daun kelor).
Populasi penelitian ini yaitu ibu balita berjumlah 46 responden didapatkan sampel sebanyak 30 responden dengan teknik purposive sampling.
Instrumen yang digunakan berupa kuesioner pengetahuan ibu balita tentang PMT berbasis pangan lokal sebanyak 35 pertanyaan.
Skala data ordinal dan menggunakan Uji Wilcoxon.
Berdasarkan penelitian, rata-rata nilai pengetahuan sebelum diberikan intervensi demonstrasi pelatihan PMT berbasis pangan lokal yaitu 61,80 dan setelah dilakukan intervensi nilai menjadi 83,32.
Berdasarkan Uji Wilcoxon sebelum dan setelah diberikan intervensi nilai p-value sebesar 0,000 (nilai p <0,05) yang menunjukan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan sebelum dan setelah diberikan intervensi pelatihan pembuatan PMT berbasis pangan lokal.
Kesimpulan dalam penelitian ini adalah pelatihan pembuatan PMT berbasis modifikasi pangan lokal berpengaruh pada pengetahuan ibu balita.

Related Results

PENGARUH EDUKASI PMT PANGAN LOKAL TERHADAP PENGETAHUAN IBU BALITA DI DUSUN MADANI
PENGARUH EDUKASI PMT PANGAN LOKAL TERHADAP PENGETAHUAN IBU BALITA DI DUSUN MADANI
Pemberian makanan tambahan (PMT) adalah program intervensi terhadap balita yang menderita gizi kurang. Dimana tujuannya adalah untuk meningkatkan status gizi anak serta untuk mencu...
PEMANFAATAN BISKUIT PMT LOKAL DALAM UPAYA PENANGGULANGAN MASALAH GIZI BURUK DI WILAYAH LAHAN KERING KEPULAUAN ROTE NDAO
PEMANFAATAN BISKUIT PMT LOKAL DALAM UPAYA PENANGGULANGAN MASALAH GIZI BURUK DI WILAYAH LAHAN KERING KEPULAUAN ROTE NDAO
Masa balita merupakan periode penting dalam proses pembentukan dan perkembangan manusia yang ditandai dengan tumbuh kembang yang sangat pesat. Periode ini merupakan periode yang kr...
Studi Literatur: Efektivitas Pemberian Makanan Tambahan Berbahan Pangan Lokal pada Balita
Studi Literatur: Efektivitas Pemberian Makanan Tambahan Berbahan Pangan Lokal pada Balita
Abstract. Nutritional issues in children under five remain a significant public health challenge in Indonesia, particularly in areas with high prevalence of stunting and malnutriti...
Hubungan Pengetahuan Ibu Mengenai Gizi dengan Kepatuhan PMT pada Balita Berat Badan Kurang
Hubungan Pengetahuan Ibu Mengenai Gizi dengan Kepatuhan PMT pada Balita Berat Badan Kurang
Absract. Underweight in children under five remains a concern; in Bandung City (2023) 7,866 children were classified as underweight (8.34%), and Andir District increased from 5.66%...
Pemberian Makanan Tambahan dalam Mengurangi Angka Stunting
Pemberian Makanan Tambahan dalam Mengurangi Angka Stunting
Pendahuluan: Tingginya angka stunting di Indonesia, yakni dari 34 provinsi hanya ada dua provinsi yang jumlahnya di bawah 20% (batas angka stunting dari WHO). Untuk mengatasinya, p...
Program Pendampingan Keluarga Balita Gizi Kurang di Wilayah Puskesmas Karanganyar Kota Semarang
Program Pendampingan Keluarga Balita Gizi Kurang di Wilayah Puskesmas Karanganyar Kota Semarang
Gizi kurang pada balita masih menjadi permasalahan utama di wilayah Puskesmas Karanganyar, Kota Semarang. Hasil penelusuran data sekunder bulan November 2019 menunjukkan 119 balita...

Back to Top