Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Hubungan Pengetahuan Ibu Mengenai Gizi dengan Kepatuhan PMT pada Balita Berat Badan Kurang

View through CrossRef
Absract. Underweight in children under five remains a concern; in Bandung City (2023) 7,866 children were classified as underweight (8.34%), and Andir District increased from 5.66% (2022) to 7.76% (2023).  The effectiveness of supplementary feeding (PMT) depends on mothers’ nutrition knowledge and adherence. An analytic cross-sectional study was conducted in the Babatan Primary Health Center catchment area (Ciroyom and Kebon Jeruk) during September–November 2025, involving 70 mothers of underweight children.  Associations between nutrition knowledge and PMT adherence were tested using Chi-square. Most mothers were adherent to PMT (78.6%).  Nutrition knowledge was good (54.3%), fair (30.0%), and poor (15.7%); maternal knowledge was significantly associated with PMT adherence (p=0.012). Non-adherence mainly involved forgetting to provide PMT when traveling and reducing portions without cadre supervision because the child disliked the menu. Strengthened nutrition counseling, routine monitoring, and periodic evaluation are recommended to improve PMT adherence. Abstrak. Masalah berat badan kurang (underweight) pada balita masih menjadi perhatian; di Kota Bandung tahun 2023 tercatat 7.866 balita underweight (8,34%) dan di Kecamatan Andir meningkat dari 5,66% (2022) menjadi 7,76% (2023).  Efektivitas program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) dipengaruhi pengetahuan gizi ibu dan kepatuhan pelaksanaannya. Studi analitik observasional dengan desain cross-sectional di wilayah kerja Puskesmas Babatan (Kelurahan Ciroyom dan Kebon Jeruk) pada September hingga November 2025, melibatkan 70 ibu balita berat badan kurang.  Hubungan pengetahuan gizi dan kepatuhan PMT dianalisis menggunakan uji Chi-square. Kepatuhan ibu mayoritas patuh (78,6%).  Pengetahuan gizi kategori baik 54,3%, cukup 30,0%, kurang 15,7%; terdapat hubungan bermakna pengetahuan gizi dengan kepatuhan PMT (p=0,012). Ketidakpatuhan terutama karena lupa membawa/memberikan PMT saat bepergian serta mengurangi porsi tanpa sepengetahuan kader karena balita tidak menyukai menu. Temuan mendukung pentingnya penguatan edukasi gizi, pemantauan, dan evaluasi berkala untuk meningkatkan kepatuhan PMT.
Title: Hubungan Pengetahuan Ibu Mengenai Gizi dengan Kepatuhan PMT pada Balita Berat Badan Kurang
Description:
Absract.
Underweight in children under five remains a concern; in Bandung City (2023) 7,866 children were classified as underweight (8.
34%), and Andir District increased from 5.
66% (2022) to 7.
76% (2023).
  The effectiveness of supplementary feeding (PMT) depends on mothers’ nutrition knowledge and adherence.
An analytic cross-sectional study was conducted in the Babatan Primary Health Center catchment area (Ciroyom and Kebon Jeruk) during September–November 2025, involving 70 mothers of underweight children.
  Associations between nutrition knowledge and PMT adherence were tested using Chi-square.
Most mothers were adherent to PMT (78.
6%).
  Nutrition knowledge was good (54.
3%), fair (30.
0%), and poor (15.
7%); maternal knowledge was significantly associated with PMT adherence (p=0.
012).
Non-adherence mainly involved forgetting to provide PMT when traveling and reducing portions without cadre supervision because the child disliked the menu.
Strengthened nutrition counseling, routine monitoring, and periodic evaluation are recommended to improve PMT adherence.
Abstrak.
Masalah berat badan kurang (underweight) pada balita masih menjadi perhatian; di Kota Bandung tahun 2023 tercatat 7.
866 balita underweight (8,34%) dan di Kecamatan Andir meningkat dari 5,66% (2022) menjadi 7,76% (2023).
  Efektivitas program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) dipengaruhi pengetahuan gizi ibu dan kepatuhan pelaksanaannya.
Studi analitik observasional dengan desain cross-sectional di wilayah kerja Puskesmas Babatan (Kelurahan Ciroyom dan Kebon Jeruk) pada September hingga November 2025, melibatkan 70 ibu balita berat badan kurang.
  Hubungan pengetahuan gizi dan kepatuhan PMT dianalisis menggunakan uji Chi-square.
Kepatuhan ibu mayoritas patuh (78,6%).
  Pengetahuan gizi kategori baik 54,3%, cukup 30,0%, kurang 15,7%; terdapat hubungan bermakna pengetahuan gizi dengan kepatuhan PMT (p=0,012).
Ketidakpatuhan terutama karena lupa membawa/memberikan PMT saat bepergian serta mengurangi porsi tanpa sepengetahuan kader karena balita tidak menyukai menu.
Temuan mendukung pentingnya penguatan edukasi gizi, pemantauan, dan evaluasi berkala untuk meningkatkan kepatuhan PMT.

Related Results

PENGARUH EDUKASI PMT PANGAN LOKAL TERHADAP PENGETAHUAN IBU BALITA DI DUSUN MADANI
PENGARUH EDUKASI PMT PANGAN LOKAL TERHADAP PENGETAHUAN IBU BALITA DI DUSUN MADANI
Pemberian makanan tambahan (PMT) adalah program intervensi terhadap balita yang menderita gizi kurang. Dimana tujuannya adalah untuk meningkatkan status gizi anak serta untuk mencu...
GAMBARAN PENERAPAN SADAR GIZI, PENGETAHUAN GIZI IBU, DAN STATUS GIZI BALITA DI DESA KARASSING KECAMATAN HERLANG KABUPATEN BULUKUMBA
GAMBARAN PENERAPAN SADAR GIZI, PENGETAHUAN GIZI IBU, DAN STATUS GIZI BALITA DI DESA KARASSING KECAMATAN HERLANG KABUPATEN BULUKUMBA
Tingginya angka kematian anak merupakan ciri yang umum dijumpai di negara-negara yang sedang berkembang termasuk Indonesia. Salah satu penyebabnya yaitu kekurangan gizi. Berdasarka...
Program Pendampingan Keluarga Balita Gizi Kurang di Wilayah Puskesmas Karanganyar Kota Semarang
Program Pendampingan Keluarga Balita Gizi Kurang di Wilayah Puskesmas Karanganyar Kota Semarang
Gizi kurang pada balita masih menjadi permasalahan utama di wilayah Puskesmas Karanganyar, Kota Semarang. Hasil penelusuran data sekunder bulan November 2019 menunjukkan 119 balita...
HUBUNGAN KARAKTERISTIK IBU DENGAN STATUS GIZI BALITA DI KECAMATAN LUT TAWAR ACEH TENGAH
HUBUNGAN KARAKTERISTIK IBU DENGAN STATUS GIZI BALITA DI KECAMATAN LUT TAWAR ACEH TENGAH
ABSTRACT  Background:  The  health  of  a  toddler  is  greatly  influenced  by  the  nutrients that  are  absorbed  into  the  body.  Lack  of  nutrients  that  are  absorbed  by ...
Hubungan Pengetahuan Sikap dan Tindakan terhadap Status Gizi
Hubungan Pengetahuan Sikap dan Tindakan terhadap Status Gizi
Background: Toddler's nutrition is a serious problem in several areas of Indonesia, one of them is Surabaya. In 2015 Surabaya have 513 toddlers with nutrition status below the red ...

Back to Top