Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Pengaruh Perendaman Terhadap Mutu Tepung Sagu (Metroxylon sp.) di Kampung Tambat Kabupaten Merauke

View through CrossRef
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi mutu tepung sagu “Dwitrap” kemasan 1 kg dengan memberikan perlakuan perendaman dengan variasi jenis air: air yang berasal dari Kampung Tambat; air sumur; air mineral; dan air galon pada lama waktu perendaman 12 jam dan 24 jam untuk mencapai mutu tepung sagu sesuai SNI 01-3729-2008. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa tepung sagu yang diberi perlakuan memiliki mutu yang sesuai SNI 01-3729-2008 ditinjau dari parameter kadar air (KA) yang bernilai sekitar 13%. Nilai pH yang berkisar 6-7 juga menunjukkan bahwa tepung sagu yang dihasilkan tidak mengandung asam organik yang berlebih sehingga dapat mengakibatkan sagu memiliki rasa asam. Kandungan serat kasar dan kehalusan tepung lolos ayakan 100 mesh yang diperoleh tidak belum dengan standar mutu SNI sehingga perlu dilakukan perbaikan dalam proses pengolahan sagu misalnya dengan mesin pengayak agar serat dari batang sagu tidak terikut dan menurunkan mutu tepung sagu. Hasil yang diperoleh menunjukkan adanya pengaruh perendaman terhadap peningkatan mutu tepung sagu “Dwitrap”.
Title: Pengaruh Perendaman Terhadap Mutu Tepung Sagu (Metroxylon sp.) di Kampung Tambat Kabupaten Merauke
Description:
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi mutu tepung sagu “Dwitrap” kemasan 1 kg dengan memberikan perlakuan perendaman dengan variasi jenis air: air yang berasal dari Kampung Tambat; air sumur; air mineral; dan air galon pada lama waktu perendaman 12 jam dan 24 jam untuk mencapai mutu tepung sagu sesuai SNI 01-3729-2008.
Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa tepung sagu yang diberi perlakuan memiliki mutu yang sesuai SNI 01-3729-2008 ditinjau dari parameter kadar air (KA) yang bernilai sekitar 13%.
Nilai pH yang berkisar 6-7 juga menunjukkan bahwa tepung sagu yang dihasilkan tidak mengandung asam organik yang berlebih sehingga dapat mengakibatkan sagu memiliki rasa asam.
Kandungan serat kasar dan kehalusan tepung lolos ayakan 100 mesh yang diperoleh tidak belum dengan standar mutu SNI sehingga perlu dilakukan perbaikan dalam proses pengolahan sagu misalnya dengan mesin pengayak agar serat dari batang sagu tidak terikut dan menurunkan mutu tepung sagu.
Hasil yang diperoleh menunjukkan adanya pengaruh perendaman terhadap peningkatan mutu tepung sagu “Dwitrap”.

Related Results

SISTEM PENENTUAN WAKTU SIMPAN TEPUNG SAGU DI KABUPATEN MERAUKE DENGAN MENGGUNAKAN ARDUINO UNO
SISTEM PENENTUAN WAKTU SIMPAN TEPUNG SAGU DI KABUPATEN MERAUKE DENGAN MENGGUNAKAN ARDUINO UNO
Sagu di kabupatem Merauke sebagai salah satu sumbermakanan pokok dan sekaligus tanaman endemik yang sangat berpotensi sebagai salah satu komoditi pangan domestik amaupun export. Na...
ANALISIS KELAYAKAN DAN PERSPEKTIF PENGEMBANGAN PENGOLAHAN SAGU DI SULAWESI TENGGARA
ANALISIS KELAYAKAN DAN PERSPEKTIF PENGEMBANGAN PENGOLAHAN SAGU DI SULAWESI TENGGARA
<p><strong><em>Feasibility and Perspective Analysis of Sagu Processing Development in South Sulawesi</em></strong><em>.</em><em> <...
Sago SENTRA PENGOLAHAN PATI SAGU DI KAMPUNG TAMBAT KABUPATEN MERAUKE
Sago SENTRA PENGOLAHAN PATI SAGU DI KAMPUNG TAMBAT KABUPATEN MERAUKE
Abstrak   Potensi sagu di Kabupaten Merauke sangat besar apabila dibandingkan dengan daerah-daerah lain di Papua. Sagu adalah tanaman dengan nilai sosial budaya dan eko...
JEJAK BUDAYA SAGU DAN TRADISI PENGELOLAAN HUTAN SAGU DI KAWASAN DANAU SENTANI, PAPUA
JEJAK BUDAYA SAGU DAN TRADISI PENGELOLAAN HUTAN SAGU DI KAWASAN DANAU SENTANI, PAPUA
Hutan sagu dijumpai di kawasan Danau Sentani, di Papua. Tanaman sagu ini sudah ada sejak nenek moyang etnis Sentani tiba pertama kali di kawasan danau ini, dan pengelolaan hutan sa...
Analisis Potensi Tanaman Sagu (Metroxylon sp) sebagai Bahan Pangan Lokal untuk Mendukung Ketahanan Pangan di Provinsi Papua Barat
Analisis Potensi Tanaman Sagu (Metroxylon sp) sebagai Bahan Pangan Lokal untuk Mendukung Ketahanan Pangan di Provinsi Papua Barat
Sagu merupakan salah satu komoditi sebagai bahan pangan lokal untuk mendukung ketahanan pangan.  Penelitian ini bertujuan untuk  mengetahui potensi sagu sebagai bahan pangan lokal ...
FORMULASI TEPUNG PISANG DAN TEPUNG MOCAF TERHADAP MUTU CAKE
FORMULASI TEPUNG PISANG DAN TEPUNG MOCAF TERHADAP MUTU CAKE
Pengembangan produk cake yang memanfaatkan tepung mocaf dan tepung pisang untuk menggantikan sebagian dan keseluruhan terigu ditujukan untuk memanfaatkan bahan pangan lokal, memper...
Pengaruh Tepung Sagu dan Kacang Merah terhadap Kadar Protein dalam Pembuatan Nastar
Pengaruh Tepung Sagu dan Kacang Merah terhadap Kadar Protein dalam Pembuatan Nastar
Potensi ketersediaan pangan lokal di Indonesia sangat melimpah antara lain serealia, palmae, umbi-umbian yang tumbuh subur di hampir seluruh wilayah Indonesia. Tepung sagu untuk pe...

Back to Top