Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Analisis Potensi Tanaman Sagu (Metroxylon sp) sebagai Bahan Pangan Lokal untuk Mendukung Ketahanan Pangan di Provinsi Papua Barat

View through CrossRef
Sagu merupakan salah satu komoditi sebagai bahan pangan lokal untuk mendukung ketahanan pangan.  Penelitian ini bertujuan untuk  mengetahui potensi sagu sebagai bahan pangan lokal untuk mendukung ketahanan pangan di Provinsi Papua Barat menggunakan metode Angka Kecukupan Energi (AKE). Penelitian terdiri atas 3 (tiga) tahapan utama, yaitu; (1) inventarisasi data, (2) analisis data, dan (3) penyusunan rekomendasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebutuhan sagu perkapita (PKB) sebesar 295,77 gram/kapita/hari apabila sagu dimanfaatkan sebagai sumber karbohidrat pengganti beras, sedangkan potensi produksi sagu di Provinsi Papua Barat pada tahun 2025 hanya sebanyak ± 190 ton atau dapat memenuhi kebutuhan sagu sebesar 0,886 gram/kapita/hari. Oleh sebab itu produksi sagu yang ada di Provinsi Papua Barat saat ini hanya mampu memenuhi 0,30% kebutuhan konsumsi sagu (KPT) dan 0,27% kebutuhan ketersediaan sagu untuk dikonsumsi penduduk (KKP), sehingga sagu belum dapat menggantikan beras sebagai sumber karbohidrat. Namun ada beberapa Upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan produksi sagu di Provinsi Papua Barat, diantaranya; perluasan areal tanaman sagu secara intensif, penggunaan varietas unggul dalam budidaya sagu, pengelolaan hutan sagu yang baik, serta penggunaan teknologi dalam pengolahan sagu. Dalam jangka pendek kebutuhan konsumsi sagu perkapita penduduk Provinsi Papua Barat dapat dipenuhi melalui impor sagu dari daerah lain di Papua, diantaranya Kabupaten Sorong Selatan Provinsi Papua Barat Daya dan Kabupaten Nabire Provinsi Papua Tengah.
Title: Analisis Potensi Tanaman Sagu (Metroxylon sp) sebagai Bahan Pangan Lokal untuk Mendukung Ketahanan Pangan di Provinsi Papua Barat
Description:
Sagu merupakan salah satu komoditi sebagai bahan pangan lokal untuk mendukung ketahanan pangan.
 Penelitian ini bertujuan untuk  mengetahui potensi sagu sebagai bahan pangan lokal untuk mendukung ketahanan pangan di Provinsi Papua Barat menggunakan metode Angka Kecukupan Energi (AKE).
Penelitian terdiri atas 3 (tiga) tahapan utama, yaitu; (1) inventarisasi data, (2) analisis data, dan (3) penyusunan rekomendasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebutuhan sagu perkapita (PKB) sebesar 295,77 gram/kapita/hari apabila sagu dimanfaatkan sebagai sumber karbohidrat pengganti beras, sedangkan potensi produksi sagu di Provinsi Papua Barat pada tahun 2025 hanya sebanyak ± 190 ton atau dapat memenuhi kebutuhan sagu sebesar 0,886 gram/kapita/hari.
Oleh sebab itu produksi sagu yang ada di Provinsi Papua Barat saat ini hanya mampu memenuhi 0,30% kebutuhan konsumsi sagu (KPT) dan 0,27% kebutuhan ketersediaan sagu untuk dikonsumsi penduduk (KKP), sehingga sagu belum dapat menggantikan beras sebagai sumber karbohidrat.
Namun ada beberapa Upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan produksi sagu di Provinsi Papua Barat, diantaranya; perluasan areal tanaman sagu secara intensif, penggunaan varietas unggul dalam budidaya sagu, pengelolaan hutan sagu yang baik, serta penggunaan teknologi dalam pengolahan sagu.
Dalam jangka pendek kebutuhan konsumsi sagu perkapita penduduk Provinsi Papua Barat dapat dipenuhi melalui impor sagu dari daerah lain di Papua, diantaranya Kabupaten Sorong Selatan Provinsi Papua Barat Daya dan Kabupaten Nabire Provinsi Papua Tengah.

Related Results

JEJAK BUDAYA SAGU DAN TRADISI PENGELOLAAN HUTAN SAGU DI KAWASAN DANAU SENTANI, PAPUA
JEJAK BUDAYA SAGU DAN TRADISI PENGELOLAAN HUTAN SAGU DI KAWASAN DANAU SENTANI, PAPUA
Hutan sagu dijumpai di kawasan Danau Sentani, di Papua. Tanaman sagu ini sudah ada sejak nenek moyang etnis Sentani tiba pertama kali di kawasan danau ini, dan pengelolaan hutan sa...
PENGEMBANGAN POTENSI SAGU SEBAGAI PANGAN LOKAL DALAM UPAYA MEWUJUDKAN DESA MANDIRI PANGAN DI DESA TUADA, KABUPATEN HALMAHERA BARAT
PENGEMBANGAN POTENSI SAGU SEBAGAI PANGAN LOKAL DALAM UPAYA MEWUJUDKAN DESA MANDIRI PANGAN DI DESA TUADA, KABUPATEN HALMAHERA BARAT
Pengembangan sagu sebagai sumber pangan lokal di Desa Tuada, Kabupaten Halmahera Barat, bertujuan untuk mewujudkan desa pangan mandiri berbasis potensi lokal. Tujuan kegiatan ini u...
Identifikasi senyawa antioksidan dari ekstrak abu pelepah sagu (Metroxylon sago) sebagai bahan pembantu dalam pembuatan bedak dingin
Identifikasi senyawa antioksidan dari ekstrak abu pelepah sagu (Metroxylon sago) sebagai bahan pembantu dalam pembuatan bedak dingin
Tanaman sagu atau rumbia (Metroxylon sago) merupakan tanaman penghasil pati sagu yang dimana pati sagu menjadi sumber karbohidrat. Tanaman sagu memiliki banyak manfaat, daunnya dap...
Diversifikasi Tanaman Sagu
Diversifikasi Tanaman Sagu
Tujuan dilakukannya diversifikasi sagu adalah untuk membuka wawasan bagi masyarakat luas tentang pengolahan pangan berbahan dasar sagu. Diversifikasi tanaman sagu dilatarbelakang...
SISTEM PENENTUAN WAKTU SIMPAN TEPUNG SAGU DI KABUPATEN MERAUKE DENGAN MENGGUNAKAN ARDUINO UNO
SISTEM PENENTUAN WAKTU SIMPAN TEPUNG SAGU DI KABUPATEN MERAUKE DENGAN MENGGUNAKAN ARDUINO UNO
Sagu di kabupatem Merauke sebagai salah satu sumbermakanan pokok dan sekaligus tanaman endemik yang sangat berpotensi sebagai salah satu komoditi pangan domestik amaupun export. Na...

Back to Top