Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Sago SENTRA PENGOLAHAN PATI SAGU DI KAMPUNG TAMBAT KABUPATEN MERAUKE

View through CrossRef
Abstrak   Potensi sagu di Kabupaten Merauke sangat besar apabila dibandingkan dengan daerah-daerah lain di Papua. Sagu adalah tanaman dengan nilai sosial budaya dan ekonomi yang tinggi pada masyarakat Papua umumnya dan untuk kelompok etnis Marind pada khususnya. Sentra pengolahan Tambat di Kabupaten Merauke hanya ada di Kampung Tambat, dimana hasil pengolahan pati sagu ini hampir semuanya di jual untuk memenuhi kebutuhan pasar. Namun karena keterbatasan produksi maka belum memenuhi kebutuhan pasar, hal ini terlihat dari pati sagu yang dihasilkan selalu terjual habis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh gambaran tentang usaha pengolahan sagu. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi lapangan dan wawancara.Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada dua kelompok tani yaitu kelompok Marind dan Mandobo yang melakukan kegiatan pengembangan tanaman sagu dan pengolahan pati sagu. Teknologi pengolahan sagu masih dilakukan secara tradisional dengan tahapan : penebangan, pengupasan kulit, pemarutan dan proses ekstraksi. Pendapatan rata-rata pengolah sagu dalam satu kali proses pengolahan yang memerlukan waktu 3-4 hari untuk kelompok Marind Rp. 730.000 dan kelompok Mandobo Rp. 680.000. Pemasaran pati sagu masih terbatas untuk memenuhi kebutuhan pasar lokal.   Kata kunci : pengolahan pati sagu; kampung Tambat
Universitas Musamus Merauke
Title: Sago SENTRA PENGOLAHAN PATI SAGU DI KAMPUNG TAMBAT KABUPATEN MERAUKE
Description:
Abstrak   Potensi sagu di Kabupaten Merauke sangat besar apabila dibandingkan dengan daerah-daerah lain di Papua.
Sagu adalah tanaman dengan nilai sosial budaya dan ekonomi yang tinggi pada masyarakat Papua umumnya dan untuk kelompok etnis Marind pada khususnya.
Sentra pengolahan Tambat di Kabupaten Merauke hanya ada di Kampung Tambat, dimana hasil pengolahan pati sagu ini hampir semuanya di jual untuk memenuhi kebutuhan pasar.
Namun karena keterbatasan produksi maka belum memenuhi kebutuhan pasar, hal ini terlihat dari pati sagu yang dihasilkan selalu terjual habis.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh gambaran tentang usaha pengolahan sagu.
Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi lapangan dan wawancara.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada dua kelompok tani yaitu kelompok Marind dan Mandobo yang melakukan kegiatan pengembangan tanaman sagu dan pengolahan pati sagu.
Teknologi pengolahan sagu masih dilakukan secara tradisional dengan tahapan : penebangan, pengupasan kulit, pemarutan dan proses ekstraksi.
Pendapatan rata-rata pengolah sagu dalam satu kali proses pengolahan yang memerlukan waktu 3-4 hari untuk kelompok Marind Rp.
730.
000 dan kelompok Mandobo Rp.
680.
000.
Pemasaran pati sagu masih terbatas untuk memenuhi kebutuhan pasar lokal.
  Kata kunci : pengolahan pati sagu; kampung Tambat.

Related Results

ANALISIS KELAYAKAN DAN PERSPEKTIF PENGEMBANGAN PENGOLAHAN SAGU DI SULAWESI TENGGARA
ANALISIS KELAYAKAN DAN PERSPEKTIF PENGEMBANGAN PENGOLAHAN SAGU DI SULAWESI TENGGARA
<p><strong><em>Feasibility and Perspective Analysis of Sagu Processing Development in South Sulawesi</em></strong><em>.</em><em> <...
JEJAK BUDAYA SAGU DAN TRADISI PENGELOLAAN HUTAN SAGU DI KAWASAN DANAU SENTANI, PAPUA
JEJAK BUDAYA SAGU DAN TRADISI PENGELOLAAN HUTAN SAGU DI KAWASAN DANAU SENTANI, PAPUA
Hutan sagu dijumpai di kawasan Danau Sentani, di Papua. Tanaman sagu ini sudah ada sejak nenek moyang etnis Sentani tiba pertama kali di kawasan danau ini, dan pengelolaan hutan sa...
SISTEM PENENTUAN WAKTU SIMPAN TEPUNG SAGU DI KABUPATEN MERAUKE DENGAN MENGGUNAKAN ARDUINO UNO
SISTEM PENENTUAN WAKTU SIMPAN TEPUNG SAGU DI KABUPATEN MERAUKE DENGAN MENGGUNAKAN ARDUINO UNO
Sagu di kabupatem Merauke sebagai salah satu sumbermakanan pokok dan sekaligus tanaman endemik yang sangat berpotensi sebagai salah satu komoditi pangan domestik amaupun export. Na...
Analisis Potensi Tanaman Sagu (Metroxylon sp) sebagai Bahan Pangan Lokal untuk Mendukung Ketahanan Pangan di Provinsi Papua Barat
Analisis Potensi Tanaman Sagu (Metroxylon sp) sebagai Bahan Pangan Lokal untuk Mendukung Ketahanan Pangan di Provinsi Papua Barat
Sagu merupakan salah satu komoditi sebagai bahan pangan lokal untuk mendukung ketahanan pangan.  Penelitian ini bertujuan untuk  mengetahui potensi sagu sebagai bahan pangan lokal ...
PRODUKSI ENZIM SELULASE OLEH AKTINOMISET MENGGUNAKAN FROND SAGU
PRODUKSI ENZIM SELULASE OLEH AKTINOMISET MENGGUNAKAN FROND SAGU
<p>Fround Sagu adalah pucuk batang sagu yang masih dibungkus oleh pelepah dan tidak diamnfaatkan oleh industri pengolahan sagu. Fround sagu memiliki kandungan serat dengan ka...
Pemanfaatan Pati Sagu Menjadi Olahan Permen Sagu
Pemanfaatan Pati Sagu Menjadi Olahan Permen Sagu
Pemanfaatan pati sagu menjadi olahan permen Sagu. Tujuan program kreativitas mahasiswa – kewirausahaan (PKM-K) adalah membangkitkan motivasi mahasiswa untuk berwirausaha dalam meng...

Back to Top