Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Perubahan Golongan Darah Berdasarkan Pengaruh Waktu dan Mikroorganisme Yang Berperan

View through CrossRef
Darah menjadi salah satu barang bukti yang sangat penting dalam analisa forensik. Darah memiliki ciri khusus atau identitas dari pemiliknya. Darah dapat dianalisa golongannya untuk mengetahui pemilik dari darah tersebut. Namun dalam perjalanan waktu, darah akan mengalami degradasi sehingga akan terjadi perubahan golongan menjadi golongan darah O palsu. Salah satu faktor penyebabnya adalah adanya aktivitas mikroorganisme yang tumbuh pada darah. Materi dari penelitian ini adalah darah manusia yang bergologan A, B, AB dan O yang berasal dari 4 (empat) orang responden berjenis kelamin 3 (tiga) laki-laki dan 1 (satu) perempuan, berumur antara 20 – 40 tahun. Masing-masing sebanyak 150 µL diteteskan pada kain kasa steril ukuran 2 x 6 cm, kemudian dikering anginkan. Sampel disimpan pada suhu kamar (± 30 oC) selama 0, 30, 60, 90 dan 120 hari. Sampel diuji golongan darah-nya menggunakan metode absorbsi elusi berdasarkan instruksi kerja Laboratorium Forensik Polri Cabang Denpasar tahun 2016. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa darah kering manusia yang disimpan pada media kain kasa steril selama 30 dan 60 hari belum mengalami perubahan golongannya. Penyimpanan darah kering manusia selama 90 dan 120 hari sudah terjadi perubahan golongan darah dengan ditemukan adanya antigen A atau B yang tidak terdeteksi kembali melalui analisa absorbsi elusi pada golongan darah A, B dan AB. Penelitian ini menemukan 9 spesies jamur dan 7 spesies bakteri yang tumbuh pada sampel darah. Spesies jamur dan bakteri yang memiliki kemampuan tinggi mendegradasi semua golongan darah (A, B dan AB) adalah Acromonium carticola, Alternaria alternata, Aspergillus flavus, A. niger, Penicillium sp dan Bacillus coagulans. Sedangkan spesies jamur dan bakteri yang memiliki kemampuan tinggi mendegradasi golongan B atau AB adalah Fusarium sp, Trichoderma harzianum, T. viridae, Bacillus sp. dan Staphylococcus cohnii.
Title: Perubahan Golongan Darah Berdasarkan Pengaruh Waktu dan Mikroorganisme Yang Berperan
Description:
Darah menjadi salah satu barang bukti yang sangat penting dalam analisa forensik.
Darah memiliki ciri khusus atau identitas dari pemiliknya.
Darah dapat dianalisa golongannya untuk mengetahui pemilik dari darah tersebut.
Namun dalam perjalanan waktu, darah akan mengalami degradasi sehingga akan terjadi perubahan golongan menjadi golongan darah O palsu.
Salah satu faktor penyebabnya adalah adanya aktivitas mikroorganisme yang tumbuh pada darah.
Materi dari penelitian ini adalah darah manusia yang bergologan A, B, AB dan O yang berasal dari 4 (empat) orang responden berjenis kelamin 3 (tiga) laki-laki dan 1 (satu) perempuan, berumur antara 20 – 40 tahun.
Masing-masing sebanyak 150 µL diteteskan pada kain kasa steril ukuran 2 x 6 cm, kemudian dikering anginkan.
Sampel disimpan pada suhu kamar (± 30 oC) selama 0, 30, 60, 90 dan 120 hari.
Sampel diuji golongan darah-nya menggunakan metode absorbsi elusi berdasarkan instruksi kerja Laboratorium Forensik Polri Cabang Denpasar tahun 2016.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa darah kering manusia yang disimpan pada media kain kasa steril selama 30 dan 60 hari belum mengalami perubahan golongannya.
Penyimpanan darah kering manusia selama 90 dan 120 hari sudah terjadi perubahan golongan darah dengan ditemukan adanya antigen A atau B yang tidak terdeteksi kembali melalui analisa absorbsi elusi pada golongan darah A, B dan AB.
Penelitian ini menemukan 9 spesies jamur dan 7 spesies bakteri yang tumbuh pada sampel darah.
Spesies jamur dan bakteri yang memiliki kemampuan tinggi mendegradasi semua golongan darah (A, B dan AB) adalah Acromonium carticola, Alternaria alternata, Aspergillus flavus, A.
niger, Penicillium sp dan Bacillus coagulans.
Sedangkan spesies jamur dan bakteri yang memiliki kemampuan tinggi mendegradasi golongan B atau AB adalah Fusarium sp, Trichoderma harzianum, T.
viridae, Bacillus sp.
dan Staphylococcus cohnii.

Related Results

MENENTUKAN WAKTU STANDAR PADA AKTIVITAS KERJA PRODUKSI SABLON MANUAL DI CV. DWIPUTRA IHWA
MENENTUKAN WAKTU STANDAR PADA AKTIVITAS KERJA PRODUKSI SABLON MANUAL DI CV. DWIPUTRA IHWA
Analisis waktu standar produksi merupakan salah satu analisis metoda kuantitatif yang dilakukan untuk mengukur waktu produksi dan bertujuan agar dapat memiliki waktu standar sebaga...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature  Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2),  Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
PEMERIKSAAN GOLONGAN DARAH PADA MASYARAKAT RW 004 KELURAHAN MULYASARI KECAMATAN TAMANSARI
PEMERIKSAAN GOLONGAN DARAH PADA MASYARAKAT RW 004 KELURAHAN MULYASARI KECAMATAN TAMANSARI
Golongan darah merupakan sebuah identitas dari seorang individu. Sistem penggolongan darah yang banyak dikenal yaitu sistem ABO dengan rincian golongan darah A, B , AB, dan O. Iden...
KECEMASAN SAAT PANDEMI COVID 19: LITERATUR REVIEW Hardiyati, Efri Widianti, Taty Hernawaty Departemen Keperawatan Jiwa Poltekkes Kemenkes Mamuju Sulbar, Universitas Pad...
Perubahan Golongan Darah Dan Identifikasi Bakteri Yang Berperan Dalam Merubah Golongan Darah
Perubahan Golongan Darah Dan Identifikasi Bakteri Yang Berperan Dalam Merubah Golongan Darah
Darah merupakan salah satu komponen terpenting dalam tubuh manusia. Dalam kasus kejahatan, darah yang ditemukan di tempat kejadian perkara dapat digunakan sebagai barang bukti untu...
Diversitas Khamir Indonesia untuk pengembangan Biofuel dan Bioindustri
Diversitas Khamir Indonesia untuk pengembangan Biofuel dan Bioindustri
Indonesia sebagai negara kepulauan dengan berbagai tipe ekosistem merupakan sumber keragaman jenis khamir yang tinggi. Sekurang kurangnya terdapat 125 taksa khamir yang berhasil di...
Analisis Kejadian Hipertensi Berdasarkan Golongan Darah
Analisis Kejadian Hipertensi Berdasarkan Golongan Darah
Background: One of the factor that increases the risk of hypertension is ABO blood type. Non-O blood groups have higher vWF levels than blood type O, which can increase the ...

Back to Top