Javascript must be enabled to continue!
Analisis Kejadian Hipertensi Berdasarkan Golongan Darah
View through CrossRef
Background: One of the factor that increases the risk of hypertension is ABO blood type. Non-O blood groups have higher vWF levels than blood type O, which can increase the risk of arterial and venous thrombosis. Purpose: The aim of this research is to determine the relationship of blood groups to the incidence of hypertension. Methods: Research is quantitative analitic with cross sectional approach. The study population was elderly who visited Puskesmas Harapan Raya Pekanbaru. The sample was 104 respondents. Sampling technique with purposive sampling. Data analysis using Chi-Square test statistic. Results: Result of research got that blood type Non-O respondent suffer most hypertension amount to 46 people (67,0%). The results showed that there was a significant relationship between blood type with incidence of hypertension with p value < 0,05 (p = 0,005). Conclusion: Blood type O has the lowest vWf level compared to the Non-O blood group, resulting in low coagubility and no blood deposits in the blood vessel wall. Blood type O has a lower risk of hypertension than blood types Non-O (A, B, and AB).
Latar Belakang: Salah satu faktor yang meningkatkan risiko kejadian hipertensi adalah tipe golongan darah ABO. Golongan darah Non-O memiliki kadar vWF lebih tinggi dibandingkan golongan darah O sehingga dapat meningkatkan risiko terjadinya trombosis arteri dan vena. Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan golongan darah terhadap kejadian hipertensi. Metode Penelitian: Penelitian bersifat analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah lansia yang berkunjung ke Puskesmas Harapan Raya Pekanbaru. Sampel penelitian berjumlah 104 responden. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Analisis data menggunakan uji chi-square. Hasil Penelitian: Hasil penelitian didapatkan bahwa responden bergolongan darah Non-O terbanyak menderita hipertensi berjumlah 46 orang (67,0%). Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan yang signifikan antara golongan darah dengan kejadian hipertensi dengan nilai p < 0,05 (p = 0,005). Kesimpulan: Golongan darah O memiliki kadar vWf paling rendah dibandingkan golongan darah Non-O, sehingga mengakibatkan koagubilitas rendah dan tidak terdapat endapan darah pada dinding pembuluh darah. Golongan darah O memiliki risiko rendah terhadap kejadian hipertensi dibandingkan golongan darah Non-O (A, B, dan AB).
Title: Analisis Kejadian Hipertensi Berdasarkan Golongan Darah
Description:
Background: One of the factor that increases the risk of hypertension is ABO blood type.
Non-O blood groups have higher vWF levels than blood type O, which can increase the risk of arterial and venous thrombosis.
Purpose: The aim of this research is to determine the relationship of blood groups to the incidence of hypertension.
Methods: Research is quantitative analitic with cross sectional approach.
The study population was elderly who visited Puskesmas Harapan Raya Pekanbaru.
The sample was 104 respondents.
Sampling technique with purposive sampling.
Data analysis using Chi-Square test statistic.
Results: Result of research got that blood type Non-O respondent suffer most hypertension amount to 46 people (67,0%).
The results showed that there was a significant relationship between blood type with incidence of hypertension with p value < 0,05 (p = 0,005).
Conclusion: Blood type O has the lowest vWf level compared to the Non-O blood group, resulting in low coagubility and no blood deposits in the blood vessel wall.
Blood type O has a lower risk of hypertension than blood types Non-O (A, B, and AB).
Latar Belakang: Salah satu faktor yang meningkatkan risiko kejadian hipertensi adalah tipe golongan darah ABO.
Golongan darah Non-O memiliki kadar vWF lebih tinggi dibandingkan golongan darah O sehingga dapat meningkatkan risiko terjadinya trombosis arteri dan vena.
Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan golongan darah terhadap kejadian hipertensi.
Metode Penelitian: Penelitian bersifat analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional.
Populasi penelitian adalah lansia yang berkunjung ke Puskesmas Harapan Raya Pekanbaru.
Sampel penelitian berjumlah 104 responden.
Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling.
Analisis data menggunakan uji chi-square.
Hasil Penelitian: Hasil penelitian didapatkan bahwa responden bergolongan darah Non-O terbanyak menderita hipertensi berjumlah 46 orang (67,0%).
Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan yang signifikan antara golongan darah dengan kejadian hipertensi dengan nilai p < 0,05 (p = 0,005).
Kesimpulan: Golongan darah O memiliki kadar vWf paling rendah dibandingkan golongan darah Non-O, sehingga mengakibatkan koagubilitas rendah dan tidak terdapat endapan darah pada dinding pembuluh darah.
Golongan darah O memiliki risiko rendah terhadap kejadian hipertensi dibandingkan golongan darah Non-O (A, B, dan AB).
.
Related Results
PEMERIKSAAN GOLONGAN DARAH PADA MASYARAKAT RW 004 KELURAHAN MULYASARI KECAMATAN TAMANSARI
PEMERIKSAAN GOLONGAN DARAH PADA MASYARAKAT RW 004 KELURAHAN MULYASARI KECAMATAN TAMANSARI
Golongan darah merupakan sebuah identitas dari seorang individu. Sistem penggolongan darah yang banyak dikenal yaitu sistem ABO dengan rincian golongan darah A, B , AB, dan O. Iden...
Pemeriksaan Golongan Darah dan Rhesus Pada Siswa Kelas X SMA Negeri 11 Bengkulu Utara
Pemeriksaan Golongan Darah dan Rhesus Pada Siswa Kelas X SMA Negeri 11 Bengkulu Utara
Golongan darah bersifat herediter dan sangat penting untuk diketahui karena terkait dengan keberhasilan transfusi darah, transplantasi organ, maupun penyakit herediter. Pada sistem...
EFEKTIFITAS PEMBERIAN SEDUHAN DAUN SUNGKAI (PERONEMA CANESCENS JACK) TERHADAP PERUBAHAN TEKANAN DARAH PADA LANSIA HIPERTENSI DI WILAYAH UPT PUSKESMAS PAHANDUT PALANGKA RAYA
EFEKTIFITAS PEMBERIAN SEDUHAN DAUN SUNGKAI (PERONEMA CANESCENS JACK) TERHADAP PERUBAHAN TEKANAN DARAH PADA LANSIA HIPERTENSI DI WILAYAH UPT PUSKESMAS PAHANDUT PALANGKA RAYA
Salah satu terapi pengobatan non farmakologis untuk hipertensi yaitu dengan pemberian seduhan daun sungkai. Daun sungkai (Peronema Canescens Jack) merupakan etnobotani Indonesia da...
Edukasi Dan Pemeriksaan Golongan Darah Sistem ABO Pada Siswa Sekolah Dasar
Edukasi Dan Pemeriksaan Golongan Darah Sistem ABO Pada Siswa Sekolah Dasar
Gangguan pada darah dapat mempengaruhi proses metabolisme tubuh dan mengakibatkan terjadinya penyakit gagal ginjal serta kesalahan transfusi darah. Pemeriksaan golongan darah yang ...
Hubungan Pola Konsumsi Lemak Dan Sodium Terhadap Tekanan Darah Pada Pasien Hipertensi Perempuan Etnis Minangkabau
Hubungan Pola Konsumsi Lemak Dan Sodium Terhadap Tekanan Darah Pada Pasien Hipertensi Perempuan Etnis Minangkabau
Pendahuluan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pola konsumsi lemak dan sodium terhadap tekanan darah pada pasien hipertensi perempuan etnis Minangkabau. Metoda: Je...
Perubahan Golongan Darah Dan Identifikasi Bakteri Yang Berperan Dalam Merubah Golongan Darah
Perubahan Golongan Darah Dan Identifikasi Bakteri Yang Berperan Dalam Merubah Golongan Darah
Darah merupakan salah satu komponen terpenting dalam tubuh manusia. Dalam kasus kejahatan, darah yang ditemukan di tempat kejadian perkara dapat digunakan sebagai barang bukti untu...
STRUKTUR ALJABAR DALAM PEWARISAN GOLONGAN DARAH
STRUKTUR ALJABAR DALAM PEWARISAN GOLONGAN DARAH
Genetika adalah cabang ilmu biologi yang mempelajari tentang pewarisan sifat (hereditas) secara ilmiah. Salah satu identitas genetik yang dapat diwariskan adalah golongan darah. Si...
Perubahan Golongan Darah Berdasarkan Pengaruh Waktu dan Mikroorganisme Yang Berperan
Perubahan Golongan Darah Berdasarkan Pengaruh Waktu dan Mikroorganisme Yang Berperan
Darah menjadi salah satu barang bukti yang sangat penting dalam analisa forensik. Darah memiliki ciri khusus atau identitas dari pemiliknya. Darah dapat dianalisa golongannya untuk...

