Javascript must be enabled to continue!
Diversitas Khamir Indonesia untuk pengembangan Biofuel dan Bioindustri
View through CrossRef
Indonesia sebagai negara kepulauan dengan berbagai tipe ekosistem merupakan sumber keragaman jenis khamir yang tinggi. Sekurang kurangnya terdapat 125 taksa khamir yang berhasil diisolasi dari alam dan pangan tradisional Indonesia, dan banyak diantaranya merupakan jenis baru. Biak biak potensial tersebut didapatkan melalui Pengembangan teknik isolasi. Mikroorganisme unggul tersebut memiliki karakter fisiologi yang dapat digunakan dalam proses produksi biofuel seperti etanol, lipid (biodiesel), enzim, surfaktan, asam organik, dan obat. Kedepan perlu dikembangkan teknologi Bioprospeksi khamir untuk pengembangan biofuel dan bioindustri, sehingga kegiatan bioprospeksi dapat dilakukan lebih cepat dan efisien, melalui penggunaan mikroorganisme terpilih yang telah divalidasi oleh taksonom.
Peran taksonom sangat sentral dalam kegiatan bioprospeksi yaitu melalui rekomendasi kepada peneliti bioprospeksi tentang karakter fisiologi khusus dari isolat sesuai dengan produk yang akan dikembangkan. Namun jumlah taksonom mikroorganisme sangat terbatas. Masalah kekurangan taksnonom menjadi sangat serius karena kecepatan kerusakan lingkungan yang semakin cepat, sehingga kepunahan mikroorganisme potensial yang terdapat pada Kawasan tertentu berlangsung lebih cepat.
Untuk menjamin ketersediaan sumber daya mikroorganisme, Khamir yang telah diisolasi dan diverifikasi karakter fisiologinya harus disimpan di Kultur Koleksi Mikroorganisme dengan standar manajemen yang baik. Untuk selanjutnya sumber daya mikroorganisme tersebut dapat digunakan setiap saat dan didistribusikan untuk kegiatan pembuatan produk yang bernilai ekonomi.
Indonesian culture collection (InaCC) memiliki sekitar 350 biak khamir potential untuk dikembangkan pada industri Biofuel. Beberapa teknologi pendukung untuk produksi Biofuel telah dikuasai dengan baik yaitu teknologi penapisan yang mampu dengan cepat mengetahui khamir potensial sebagai pengakumulasi lipid, teknologi cepat untuk prediksi khamir penghasil etanol. Dalam hal pengembangan energi terbarukan, telah dilakukan penjajakan kerjasama nasional dengan Pertamina, dan Kerjasama internasional termasuk didalamnya pemanfaatan limbah lignoselulosa sebagai pendukung industri green biofuel. Selanjutnya perlu pengembangan metoda scale up dari pilot plan menjadi sekala industri. Kerangka pengembangan tersebut dapat dimulai dengan pembentukan zona pengembangan industri green biofuel pada kawasasn terpilih.
BRIN telah menjadi inisiator Perpres tentang pengelolaan mikroorganisme yaitu melalui Peraturan Presiden No. 1/2021 tentang perlindungan kekayaan mikroorganisme Indonesia Secara garis besar Perpres ini mengatur 6 hal yaitu: (1) akses terhadap sampel yang mengandung mikroorganisme, (2) perlindungan mikroorganisme melalui mekanisme penyimpanan mikroorganisme mengikuti standard internasional, (3) pendistribusian mikroorganisme serta pemanfaataanya untuk kepentingan nasional, (4) perjanjian pengalihan material, (5) pengelolaan pangkalan data mikroorganisme, dan (6) pembinaan serta pengawasan pengelolaan mikroorganisme. PERPRES tersebut merupakan satu satunya peraturan nasional yang mengatur managemen sumber daya mikroorganisme yang memerlukan langkah langkah operasional lebih lanjut.
Title: Diversitas Khamir Indonesia untuk pengembangan Biofuel dan Bioindustri
Description:
Indonesia sebagai negara kepulauan dengan berbagai tipe ekosistem merupakan sumber keragaman jenis khamir yang tinggi.
Sekurang kurangnya terdapat 125 taksa khamir yang berhasil diisolasi dari alam dan pangan tradisional Indonesia, dan banyak diantaranya merupakan jenis baru.
Biak biak potensial tersebut didapatkan melalui Pengembangan teknik isolasi.
Mikroorganisme unggul tersebut memiliki karakter fisiologi yang dapat digunakan dalam proses produksi biofuel seperti etanol, lipid (biodiesel), enzim, surfaktan, asam organik, dan obat.
Kedepan perlu dikembangkan teknologi Bioprospeksi khamir untuk pengembangan biofuel dan bioindustri, sehingga kegiatan bioprospeksi dapat dilakukan lebih cepat dan efisien, melalui penggunaan mikroorganisme terpilih yang telah divalidasi oleh taksonom.
Peran taksonom sangat sentral dalam kegiatan bioprospeksi yaitu melalui rekomendasi kepada peneliti bioprospeksi tentang karakter fisiologi khusus dari isolat sesuai dengan produk yang akan dikembangkan.
Namun jumlah taksonom mikroorganisme sangat terbatas.
Masalah kekurangan taksnonom menjadi sangat serius karena kecepatan kerusakan lingkungan yang semakin cepat, sehingga kepunahan mikroorganisme potensial yang terdapat pada Kawasan tertentu berlangsung lebih cepat.
Untuk menjamin ketersediaan sumber daya mikroorganisme, Khamir yang telah diisolasi dan diverifikasi karakter fisiologinya harus disimpan di Kultur Koleksi Mikroorganisme dengan standar manajemen yang baik.
Untuk selanjutnya sumber daya mikroorganisme tersebut dapat digunakan setiap saat dan didistribusikan untuk kegiatan pembuatan produk yang bernilai ekonomi.
Indonesian culture collection (InaCC) memiliki sekitar 350 biak khamir potential untuk dikembangkan pada industri Biofuel.
Beberapa teknologi pendukung untuk produksi Biofuel telah dikuasai dengan baik yaitu teknologi penapisan yang mampu dengan cepat mengetahui khamir potensial sebagai pengakumulasi lipid, teknologi cepat untuk prediksi khamir penghasil etanol.
Dalam hal pengembangan energi terbarukan, telah dilakukan penjajakan kerjasama nasional dengan Pertamina, dan Kerjasama internasional termasuk didalamnya pemanfaatan limbah lignoselulosa sebagai pendukung industri green biofuel.
Selanjutnya perlu pengembangan metoda scale up dari pilot plan menjadi sekala industri.
Kerangka pengembangan tersebut dapat dimulai dengan pembentukan zona pengembangan industri green biofuel pada kawasasn terpilih.
BRIN telah menjadi inisiator Perpres tentang pengelolaan mikroorganisme yaitu melalui Peraturan Presiden No.
1/2021 tentang perlindungan kekayaan mikroorganisme Indonesia Secara garis besar Perpres ini mengatur 6 hal yaitu: (1) akses terhadap sampel yang mengandung mikroorganisme, (2) perlindungan mikroorganisme melalui mekanisme penyimpanan mikroorganisme mengikuti standard internasional, (3) pendistribusian mikroorganisme serta pemanfaataanya untuk kepentingan nasional, (4) perjanjian pengalihan material, (5) pengelolaan pangkalan data mikroorganisme, dan (6) pembinaan serta pengawasan pengelolaan mikroorganisme.
PERPRES tersebut merupakan satu satunya peraturan nasional yang mengatur managemen sumber daya mikroorganisme yang memerlukan langkah langkah operasional lebih lanjut.
Related Results
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2), Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
Aktivitas Antagonisme Khamir Asal Daun Jati (Tectona grandis) terhadap Aspergillus sp. Asal Pakan Ayam
Aktivitas Antagonisme Khamir Asal Daun Jati (Tectona grandis) terhadap Aspergillus sp. Asal Pakan Ayam
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi isolat-isolat khamir phylloplane yang berasal dari permukaan daun jati (Tectona grandis) sebagai agen pengendali hayati kapang pat...
Biofuel production: exploring renewable energy solutions for a greener future
Biofuel production: exploring renewable energy solutions for a greener future
AbstractBiofuel production has emerged as a leading contender in the quest for renewable energy solutions, offering a promising path toward a greener future. This comprehensive sta...
Pengaruh Pemberian Elisitor Ekstrak Khamir pada Pertumbuhan Kultur Kalus Gembili dengan Penambahan ZPT 2,4-D dan Kinetin
Pengaruh Pemberian Elisitor Ekstrak Khamir pada Pertumbuhan Kultur Kalus Gembili dengan Penambahan ZPT 2,4-D dan Kinetin
Senyawa bioaktif pada tanaman gembili dapat dihasilkan lebih banyak dari kalus dibandingkan tanaman utuhnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian 2,4-D dan ...
Conference Committee
Conference Committee
Abstract
Advisory Committee
Prof. Dr. Dwia Ariestina Pulubuhu, MA. (Hasanuddin University, Indonesia) Prof. Dr. Ir....
Biochemical fuel cells
Biochemical fuel cells
AbstractBiofuel cells transform abundant raw materials into electrical power in the presence of biocatalysts, enzymes, or whole cell organisms. Biomaterials may participate in the ...

