Javascript must be enabled to continue!
PERKAWINAN GAMYA GAMANA ANTARA MASYARAKAT TIONG HOA DENGAN MASYARAKAT BATUR DI SESA BATUR KECAMATAN KINTAMANI KABUPATEN BANGLI (Kajian Aksiologi)
View through CrossRef
<p>Perkawinan merupakan tingkatan awal manusia dalam mengarungi kehidupan yang berdasarkan ikatan lahir batin, ikatan sosial yang paling kuat dan dilaksanakan dihadapan Tuhan, kedua orang tua, keluarga dan masyarakat dengan tujuan menyatukan kedua keluarga yang berbeda. Perkawinan <em>GamyaGamana</em> antara masyarakat TiongHoa dengan masyarakat Batur yang diyakini oleh masyarakat Batur memiliki hukuman jika ada yang melanggar tentang larangan tersebut. Dalam penelitian ini dirumuskan beberapa permasalahan yaitu: (1) Bagaimana bentuk pelaksanaan dari perkawinan <em>GamyaGamana</em> antara masyarakat TiongHoa dengan masyarakat Batur. (2) Apa dampak dari perkawinan <em>GamyaGamana</em> antara masyarakat TiongHoa dengan masyarakat Batur. (3) Bagaimanakah kajian Aksiologi dari perkawinan <em>GamyaGamana</em> antara masyarakat TiongHoa dengan masyarakat Batur.</p><p>Tujuan dari penelitian ini yaitu: (1) untuk mengetahui bentuk perkawinan GamyaGamana. (2) Untuk mengetahui dampak perkawinan GamyaGamana. (3) untuk mengetahui kajian aksiologi perkawinan GamyaGamana. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teori religi, teori sosiologi, dan teori nilai. Data yang dipakai dalam penelitian ini adalah data primer yang bersumber dari lapangan dan data sekunder yang bersumber dari pusataka, sehingga data dikumpulkan melalui metode observasi, wawancara, dokumentasi, studi kepustakaan dan analisis data.</p><p>Penelitian ini dapat dapat dikemukakan hasilnya sebagai berikut: (1) Bentuk perkawinan <em>GamyaGamana</em> antara masyarakat TiongHoa dengan masyarakat Batur pada umumnya sama seperti perkawinan <em>memadik</em> yang ada di Bali dengan upacara yang sama.(2) Dampak dari perkawinan <em>GamyaGamana</em> antara masyarakat TiongHoa dengan masyarakat Batur adalah dilihat dari segi positif adalah terjalinnya keharmonisan ,sedangkan dampak negatif yang diberikan oleh perkawinan <em>GamyaGamana</em> itu sendiri antara lain, adanya hukuman niskala bagi pasangan yang melaksanakan perkawinan tersebut. (3) Kajian Aksiologi, dalam hal ini nilai yang didapat ada 3 (tiga) yaitu etika, yang menyangkut sikap masyarakat Batur memandang perkawinan <em>GamyaGamana</em>antara masyarakat TiongHoa dengan masyarakat Batur. Estetika menjelaskan bagaimana keindahan dari tatanan busana dan seni dari tiap sarana-sarana yang dipergunakan. Sosial bagaimana hubungan timbal balik tetap terjalin ditengah sebuah perbedaan.</p>
Title: PERKAWINAN GAMYA GAMANA ANTARA MASYARAKAT TIONG HOA DENGAN MASYARAKAT BATUR DI SESA BATUR KECAMATAN KINTAMANI KABUPATEN BANGLI (Kajian Aksiologi)
Description:
<p>Perkawinan merupakan tingkatan awal manusia dalam mengarungi kehidupan yang berdasarkan ikatan lahir batin, ikatan sosial yang paling kuat dan dilaksanakan dihadapan Tuhan, kedua orang tua, keluarga dan masyarakat dengan tujuan menyatukan kedua keluarga yang berbeda.
Perkawinan <em>GamyaGamana</em> antara masyarakat TiongHoa dengan masyarakat Batur yang diyakini oleh masyarakat Batur memiliki hukuman jika ada yang melanggar tentang larangan tersebut.
Dalam penelitian ini dirumuskan beberapa permasalahan yaitu: (1) Bagaimana bentuk pelaksanaan dari perkawinan <em>GamyaGamana</em> antara masyarakat TiongHoa dengan masyarakat Batur.
(2) Apa dampak dari perkawinan <em>GamyaGamana</em> antara masyarakat TiongHoa dengan masyarakat Batur.
(3) Bagaimanakah kajian Aksiologi dari perkawinan <em>GamyaGamana</em> antara masyarakat TiongHoa dengan masyarakat Batur.
</p><p>Tujuan dari penelitian ini yaitu: (1) untuk mengetahui bentuk perkawinan GamyaGamana.
(2) Untuk mengetahui dampak perkawinan GamyaGamana.
(3) untuk mengetahui kajian aksiologi perkawinan GamyaGamana.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teori religi, teori sosiologi, dan teori nilai.
Data yang dipakai dalam penelitian ini adalah data primer yang bersumber dari lapangan dan data sekunder yang bersumber dari pusataka, sehingga data dikumpulkan melalui metode observasi, wawancara, dokumentasi, studi kepustakaan dan analisis data.
</p><p>Penelitian ini dapat dapat dikemukakan hasilnya sebagai berikut: (1) Bentuk perkawinan <em>GamyaGamana</em> antara masyarakat TiongHoa dengan masyarakat Batur pada umumnya sama seperti perkawinan <em>memadik</em> yang ada di Bali dengan upacara yang sama.
(2) Dampak dari perkawinan <em>GamyaGamana</em> antara masyarakat TiongHoa dengan masyarakat Batur adalah dilihat dari segi positif adalah terjalinnya keharmonisan ,sedangkan dampak negatif yang diberikan oleh perkawinan <em>GamyaGamana</em> itu sendiri antara lain, adanya hukuman niskala bagi pasangan yang melaksanakan perkawinan tersebut.
(3) Kajian Aksiologi, dalam hal ini nilai yang didapat ada 3 (tiga) yaitu etika, yang menyangkut sikap masyarakat Batur memandang perkawinan <em>GamyaGamana</em>antara masyarakat TiongHoa dengan masyarakat Batur.
Estetika menjelaskan bagaimana keindahan dari tatanan busana dan seni dari tiap sarana-sarana yang dipergunakan.
Sosial bagaimana hubungan timbal balik tetap terjalin ditengah sebuah perbedaan.
</p>.
Related Results
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
Analisis Kebijakan Kawasan Gunung Batur di Desa Batur Tengah, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli menjadi Global Geopark Network (GGN)
Analisis Kebijakan Kawasan Gunung Batur di Desa Batur Tengah, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli menjadi Global Geopark Network (GGN)
Latar belakang penelitian ini adalah mengingat keuntungan memiliki geopark untuk objek wisata Kintamani yaitu promosi yang terus dilakukan oleh UNESCO. Selain itu, dapat meningkatk...
Studi Perbandingan Hukum Perkawinan Islam di Indonesia dan Thailand
Studi Perbandingan Hukum Perkawinan Islam di Indonesia dan Thailand
Penelitian ini bertujuan untuk (1) Memahami bagaimana sistem perkawinan nasional di Indonesia dan Thailand, (2) Latar belakang pemberlakuan hukum perkawinan Islam di Indonesia dan ...
POLA KOMUNIKASI DALAM SANGKEPAN DESA ADAT PENGLIPURAN KECAMATAN BANGLI KABUPATEN BANGLI
POLA KOMUNIKASI DALAM SANGKEPAN DESA ADAT PENGLIPURAN KECAMATAN BANGLI KABUPATEN BANGLI
Pemimpin desa adat dalam hal ini kelian desa merupakan pemegang otoritas utama dalam kepemerintahan desa adat di desa adat Penglipuran, Kelurahan Kubu, Kecamatan Bangli, Kabupaten ...
Penerapan Sanksi Adat Dalam Perkawinan Gamia Gamana di Desa Bayung Gede Kabupaten Bangli
Penerapan Sanksi Adat Dalam Perkawinan Gamia Gamana di Desa Bayung Gede Kabupaten Bangli
Perkawinan dalam masyarakat adat tidak hanya dipandang sebagai hubungan pribadi antara individu, tetapi juga sebagai institusi sosial dan budaya yang diatur oleh norma serta nilai ...
Preservation of Traditional Art in Batur Traditional Village through Training In The Gamelan Angklung Don Pitu | Pelestarian Seni Tradisi Di Desa Adat Batur Melalui Pelatihan Gamelan Angklung Don Pitu
Preservation of Traditional Art in Batur Traditional Village through Training In The Gamelan Angklung Don Pitu | Pelestarian Seni Tradisi Di Desa Adat Batur Melalui Pelatihan Gamelan Angklung Don Pitu
Batur Village is located in the highlands in Kintamani District, Bangli Regency. Batur Traditional Village has three village areas, namely North Batur Village, Central Batur Villag...
PENCATATAN PERKAWINAN BEDA AGAMA DALAM TINJAUAN HUKUM KELUARGA ISLAM DI INDONESIA
PENCATATAN PERKAWINAN BEDA AGAMA DALAM TINJAUAN HUKUM KELUARGA ISLAM DI INDONESIA
Pencatatan perkawinan merupakan proses yang sangat penting untuk kepastian hukum pada suatu pasangan yang melakukan perkawinan. Hal ini sesuai dengan Pasal 2 ayat 2 Undang-Undang P...
Analisis Perbandingan Kelayakan Usahatani Jeruk Siam dan Jeruk Kintamani Di Desa Manikliyu, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli
Analisis Perbandingan Kelayakan Usahatani Jeruk Siam dan Jeruk Kintamani Di Desa Manikliyu, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli
Feasibility Analysis of Siam Oranges and Kintamani Oranges Farming in Manikliyu Village, Kintamani District, Bangli Regency
Orange plants are one of the plants that are widel...

