Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Sejarah Pergerakan Nasional: Melacak Jejak Sarekat Islam (SI) dari Perdagangan Hingga Kemerdekaan

View through CrossRef
Penelitian ini membahas perjalanan Sarekat Islam (SI) sebagai salah satu organisasi perintis pergerakan nasional Indonesia. Berawal dari Sarekat Dagang Islam (SDI) yang didirikan Samanhudi pada 1905 untuk melindungi pedagang batik Muslim dari dominasi pedagang Tionghoa, organisasi ini berkembang pesat hingga menjadi SI pada 1912. Dalam perjalanannya, SI bertransformasi menjadi Partai Sarekat Islam (PSI) pada 1923 dan kemudian menjadi Partai Sarekat Islam Indonesia (PSII) pada 1929. SI menjadi pelopor organisasi politik yang secara terbuka menyuarakan aspirasi kemerdekaan, melahirkan banyak tokoh yang kelak aktif di partai besar seperti PNI, PKI, Masyumi, dan kelompok nasionalis lain. Metode penelitian yang digunakan adalah library research dengan data utama berupa buku, literatur klasik, jurnal ilmiah, dan dokumen relevan. Analisis data dilakukan melalui tiga tahap: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran SI meluas dari isu ekonomi dan agama ke ranah sosial, budaya, dan politik. Islam menjadi unsur pemersatu masyarakat pribumi di tengah minimnya kesadaran nasional pada masa itu. Pada masa Orde Baru, PSII diintegrasikan ke dalam Partai Persatuan Pembangunan (PPP) sehingga perannya menurun. Upaya menghidupkan kembali PSII pada era Reformasi tidak berhasil menembus ambang batas pemilu. Meski demikian, SI tetap aktif sebagai kelompok sosial yang berkontribusi bagi kemajuan masyarakat dan negara
Title: Sejarah Pergerakan Nasional: Melacak Jejak Sarekat Islam (SI) dari Perdagangan Hingga Kemerdekaan
Description:
Penelitian ini membahas perjalanan Sarekat Islam (SI) sebagai salah satu organisasi perintis pergerakan nasional Indonesia.
Berawal dari Sarekat Dagang Islam (SDI) yang didirikan Samanhudi pada 1905 untuk melindungi pedagang batik Muslim dari dominasi pedagang Tionghoa, organisasi ini berkembang pesat hingga menjadi SI pada 1912.
Dalam perjalanannya, SI bertransformasi menjadi Partai Sarekat Islam (PSI) pada 1923 dan kemudian menjadi Partai Sarekat Islam Indonesia (PSII) pada 1929.
SI menjadi pelopor organisasi politik yang secara terbuka menyuarakan aspirasi kemerdekaan, melahirkan banyak tokoh yang kelak aktif di partai besar seperti PNI, PKI, Masyumi, dan kelompok nasionalis lain.
Metode penelitian yang digunakan adalah library research dengan data utama berupa buku, literatur klasik, jurnal ilmiah, dan dokumen relevan.
Analisis data dilakukan melalui tiga tahap: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran SI meluas dari isu ekonomi dan agama ke ranah sosial, budaya, dan politik.
Islam menjadi unsur pemersatu masyarakat pribumi di tengah minimnya kesadaran nasional pada masa itu.
Pada masa Orde Baru, PSII diintegrasikan ke dalam Partai Persatuan Pembangunan (PPP) sehingga perannya menurun.
Upaya menghidupkan kembali PSII pada era Reformasi tidak berhasil menembus ambang batas pemilu.
Meski demikian, SI tetap aktif sebagai kelompok sosial yang berkontribusi bagi kemajuan masyarakat dan negara.

Related Results

Indie Weerbaar Polemic and the Radicalization of Sarekat Islam (1917-1918)
Indie Weerbaar Polemic and the Radicalization of Sarekat Islam (1917-1918)
This article analyses the polemic relationship between the formation of Indie Weerbaar and the radicalization of the Sarekat Islam. The organization later protected the Dutch East ...
SEJARAH PERDAGANGAN ANTARPULAU SAPEKEN - SANGSIT SEBAGAI SUMBER BELAJAR SEJARAH
SEJARAH PERDAGANGAN ANTARPULAU SAPEKEN - SANGSIT SEBAGAI SUMBER BELAJAR SEJARAH
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) Perdagangan antarpulau Sapeken – Sangsit tetap bertahan sampai saat ini; 2) Dinamika Perdagangan antarpulau Sapeken – Sangsit; dan 3) ...
SIKAP DAN STRATEGI K.H. AGUS SALIM TERHADAP IDEOLOGI KOMUNISME DI DALAM TUBUH SAREKAT ISLAM 1915-1926
SIKAP DAN STRATEGI K.H. AGUS SALIM TERHADAP IDEOLOGI KOMUNISME DI DALAM TUBUH SAREKAT ISLAM 1915-1926
This study aims to determine the attitudes and strategies of K.H. Agus Salim against the ideology of communism which was within the Sarekat Islam in 1915-1926. The method used in t...
ANALISIS NILAI PATRIOTISME NOVEL 693 KM JEJAK GERILYA SUDIRMAN KARYA AYI JUFRIDAR
ANALISIS NILAI PATRIOTISME NOVEL 693 KM JEJAK GERILYA SUDIRMAN KARYA AYI JUFRIDAR
This research aims to describe the value of patriotism in the novel 693 KM Jejak Gerilya Sudirman by Ayi Jufridar.  This research is qualitative descriptive. The data in this resea...
Dakwah dalam perspektif sirah nabi
Dakwah dalam perspektif sirah nabi
Sejarah adalah produk intelektual manusia. Ia adalah hasil kreasi yang tidak sepi dari kepentingan, motif ideologis dan pilihan-pilihan penulisnya yang merefleksikan afiliasi nasio...
Dakwah dalam perspektif sirah nabi saw
Dakwah dalam perspektif sirah nabi saw
Sejarah adalah produk intelektual manusia. Ia adalah hasil kreasi yang tidak sepi dari kepentingan, motif ideologis dan pilihan-pilihan penulisnya yang merefleksikan afiliasi nasio...
SEJARAH LISAN DALAM DISIPLIN ILMU SEJARAH: ANTARA REALITI DAN REPRESENTASI
SEJARAH LISAN DALAM DISIPLIN ILMU SEJARAH: ANTARA REALITI DAN REPRESENTASI
Perkembangan disiplin ilmu sejarah buat sekian lama memusatkan perbahasannya kepada falsafah “tiada dokumen, tiada sejarah” sebagai wadah merealisasikan matlamat sejarawan untuk me...
Editorial
Editorial
Pada mulanya politik dianggap sebagai tulang punggung sejarah, demikian dinyatakan oleh Kuntowijoyo (2003: 174). Oleh karena itu pula, lanjutnya, teks-teks sejarah selalu berisi re...

Back to Top