Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

SEJARAH PERDAGANGAN ANTARPULAU SAPEKEN - SANGSIT SEBAGAI SUMBER BELAJAR SEJARAH

View through CrossRef
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) Perdagangan antarpulau Sapeken – Sangsit tetap bertahan sampai saat ini; 2) Dinamika Perdagangan antarpulau Sapeken – Sangsit; dan 3) Memahami nilai-nilai yang terdapat dari sejarah Perdagangan antarpulau Sapeken – Sangsit sebagai sumber belajar sejarah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian sejarah dengan menggunakan langkah-langkah: Heuristik (mencari jejak-jejak atau sumber sejarah) dengan menggunakan teknik observasi, wawancara, dokumentasi, studi perputakaan, kritik sumber, interpretasi dan historiografi. Dari hasil penelitian ini dapat diketahui bahwa (1) Perdagangan antarpulau Sapeken – Sangsit tetap bertahan sampai saat ini disebabkan beberapa faktor yaitu: a) faktor geografis; b) faktor harga komoditas dagang yang murah; dan c) faktor konsumen. Selain itu sarana fisik pendukung bertahannya perdagangan antarpulau Sapeken – Sangsit, seperti: a) perkapalan; b) pelabuhan laut; dan c) pusat pendaratan ikan (PPI). (2) Dinamika perdagangan antarpulau Sapeken – Sangsit sejak lama sudah terjalin dan dilanjutkan secara turun temurun oleh generasi ke generasi, seperti: a) alur perdagangan ikan Sapeken; b) alur perdagangan Sangsit – Sapeken; dan c) proses ekspor-impor barang dagang. (3) Nilai-nilai sejarah yang terdapat dalam perdagangan antarpulau Sapeken – Sapeken sebagai sumber belajar sejarah, seperti: a) nilai toleransi; b) nilai kerjasama; c) nilai pantang menyerah; d) tanggung jawab; dan e) cinta tanah air.Kata Kunci : Perdagangan antarpulau, nilai-nilai sejarah, sumber sejarah. This study aims to determine: 1) Sapeken - Sangsit inter-island trade continues to this day; 2) Diversity of inter-island trade Sapeken - Sangsit; and 3) Understanding the values contained in the history of Sapeken - Sangsit inter-island trade as a source of historical learning. The method used in this study is the method of historical research using the steps: Heuristics (searching traces or historical sources) by using observation techniques, interviews, documentation, study perputakaan, source critic, interpretation and historiography. From the results of this study can be seen that (1) Sapeken - Sangsit inter-island trade persisted until now due to several factors namely: a) geographical factors; b) cheap commodity price factors; and c) consumer factors. In addition to the physical facilities supporting the endurance of inter-island trade Sapeken - Sangsit, such as: a) shipping; b) seaports; and c) fish landing center (PPI). (2) The dynamics of inter-island trade of Sapeken - Sangsit have long been interwoven and continued for generations by generations, such as: a) Sapeken fish trade flow; b) the Sangsit - Sapeken trading line; and c) import-export process of merchandise. (3) Historical values contained in Sapeken inter-island trade - Sapeken as a source of historical learning, such as: a) the value of tolerance; b) value of cooperation; c) unyielding value; d) responsibility; and e) love the homeland.keyword : Inter-island trade, historical values, historical sources.
Title: SEJARAH PERDAGANGAN ANTARPULAU SAPEKEN - SANGSIT SEBAGAI SUMBER BELAJAR SEJARAH
Description:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) Perdagangan antarpulau Sapeken – Sangsit tetap bertahan sampai saat ini; 2) Dinamika Perdagangan antarpulau Sapeken – Sangsit; dan 3) Memahami nilai-nilai yang terdapat dari sejarah Perdagangan antarpulau Sapeken – Sangsit sebagai sumber belajar sejarah.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian sejarah dengan menggunakan langkah-langkah: Heuristik (mencari jejak-jejak atau sumber sejarah) dengan menggunakan teknik observasi, wawancara, dokumentasi, studi perputakaan, kritik sumber, interpretasi dan historiografi.
Dari hasil penelitian ini dapat diketahui bahwa (1) Perdagangan antarpulau Sapeken – Sangsit tetap bertahan sampai saat ini disebabkan beberapa faktor yaitu: a) faktor geografis; b) faktor harga komoditas dagang yang murah; dan c) faktor konsumen.
Selain itu sarana fisik pendukung bertahannya perdagangan antarpulau Sapeken – Sangsit, seperti: a) perkapalan; b) pelabuhan laut; dan c) pusat pendaratan ikan (PPI).
(2) Dinamika perdagangan antarpulau Sapeken – Sangsit sejak lama sudah terjalin dan dilanjutkan secara turun temurun oleh generasi ke generasi, seperti: a) alur perdagangan ikan Sapeken; b) alur perdagangan Sangsit – Sapeken; dan c) proses ekspor-impor barang dagang.
(3) Nilai-nilai sejarah yang terdapat dalam perdagangan antarpulau Sapeken – Sapeken sebagai sumber belajar sejarah, seperti: a) nilai toleransi; b) nilai kerjasama; c) nilai pantang menyerah; d) tanggung jawab; dan e) cinta tanah air.
Kata Kunci : Perdagangan antarpulau, nilai-nilai sejarah, sumber sejarah.
This study aims to determine: 1) Sapeken - Sangsit inter-island trade continues to this day; 2) Diversity of inter-island trade Sapeken - Sangsit; and 3) Understanding the values contained in the history of Sapeken - Sangsit inter-island trade as a source of historical learning.
The method used in this study is the method of historical research using the steps: Heuristics (searching traces or historical sources) by using observation techniques, interviews, documentation, study perputakaan, source critic, interpretation and historiography.
From the results of this study can be seen that (1) Sapeken - Sangsit inter-island trade persisted until now due to several factors namely: a) geographical factors; b) cheap commodity price factors; and c) consumer factors.
In addition to the physical facilities supporting the endurance of inter-island trade Sapeken - Sangsit, such as: a) shipping; b) seaports; and c) fish landing center (PPI).
(2) The dynamics of inter-island trade of Sapeken - Sangsit have long been interwoven and continued for generations by generations, such as: a) Sapeken fish trade flow; b) the Sangsit - Sapeken trading line; and c) import-export process of merchandise.
(3) Historical values contained in Sapeken inter-island trade - Sapeken as a source of historical learning, such as: a) the value of tolerance; b) value of cooperation; c) unyielding value; d) responsibility; and e) love the homeland.
keyword : Inter-island trade, historical values, historical sources.

Related Results

SEJARAH LISAN DALAM DISIPLIN ILMU SEJARAH: ANTARA REALITI DAN REPRESENTASI
SEJARAH LISAN DALAM DISIPLIN ILMU SEJARAH: ANTARA REALITI DAN REPRESENTASI
Perkembangan disiplin ilmu sejarah buat sekian lama memusatkan perbahasannya kepada falsafah “tiada dokumen, tiada sejarah” sebagai wadah merealisasikan matlamat sejarawan untuk me...
PENGEMBANGAN PENGELOLAAN PUSAT SUMBER BELAJAR
PENGEMBANGAN PENGELOLAAN PUSAT SUMBER BELAJAR
Artikel ini bertujuan untuk mengetahui pusat sumber belajar, tujuan dan fungsi pusat sumber belajar, langkah-langkah pengembangan pusat sumber belajar, dan cara pengelolaan pusat s...
Editorial
Editorial
Pada mulanya politik dianggap sebagai tulang punggung sejarah, demikian dinyatakan oleh Kuntowijoyo (2003: 174). Oleh karena itu pula, lanjutnya, teks-teks sejarah selalu berisi re...
PEMILAHAN SAMPAH LAUT (MARINE DEBRIS) DI PANTAI SAPEKEN, KECAMATAN SAPEKEN, KABUPATEN SUMENEP
PEMILAHAN SAMPAH LAUT (MARINE DEBRIS) DI PANTAI SAPEKEN, KECAMATAN SAPEKEN, KABUPATEN SUMENEP
The amount of garbage that pollutes the oceans can be reduced by sorting garbage on the beach. Waste sorting is the initial key to waste management activities. With the process of ...
HUBUNGAN KOMPETENSI MENCARI SUMBER BELAJAR DENGAN PRESTASI BELAJAR MAHASISWA JURUSAN PENDIDIKAN TEKNIK OTOMOTIF FT UNY
HUBUNGAN KOMPETENSI MENCARI SUMBER BELAJAR DENGAN PRESTASI BELAJAR MAHASISWA JURUSAN PENDIDIKAN TEKNIK OTOMOTIF FT UNY
Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui kompetensi mahasiswa dalam mencari sumber belajar; 2) mengidentifikasi jenis sumber belajar yang dicari dan digunakan mahasiswa; 3) me...
PENGARUH DISIPLIN BELAJAR TERHADAP PRESTASI BELAJAR KEWIRAUSAHAAN SISWA KELAS XI DI SMK PEMBANGUNAN NASIONAL
PENGARUH DISIPLIN BELAJAR TERHADAP PRESTASI BELAJAR KEWIRAUSAHAAN SISWA KELAS XI DI SMK PEMBANGUNAN NASIONAL
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh disiplin belajar terhadap prestasi belajar pada mata pelajaran Kewirausahaan siswa kelas XI OTKP di SMK Pembangunan Nasional. D...

Back to Top