Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

PENGINTEGRASIAN SASTRA PADA PEMBELAJARAN BAHASA MELALUI PENDEKATAN ILMIAH

View through CrossRef
Scientific approach in the learning process is a feature that is becoming its own power from the existence of Curriculum 2013. The scientific approach is believed to be the golden bridge the growth and the development of attitudes, knowledge, and skills of learners. It is certainly not s impossible, because the learning itself is a scientific process (science). Scientific method refers to the technique of investigation into a phenomenon or symptoms, acquiring new knowledge, and then corrected by integrating previous knowledge. Scientific approach emphasizes on the involvement of learners in learning more intensively, creatively, and independently. In this approach, the success would look if learners are able to do some scientific measures ranging from observing, aski, reasoning, trying, and communicating. All these steps are unity and interlocking. Curriculum 2013 is also implementing an integrated thematic learning. In the Indonesian subjects were used for driving knowledge, integrated a variety of other subjects by using a specific theme. In this curriculum, the scientific approach is applied in all subjects, not least on the teaching of language and literature. Then, how the integration of literature on language learning in the curriculum in 2013 through a scientific approach this? Through descriptive method, the goal of this paper is to obtain an overview of integrating literature in the language learning in curriculum in 2013 through a scientific approach. By observing at the Indonesian textbooks promoted by the Agency for Development and Language Development for classes VII and X, it can be concluded that an integration of teaching literature in language learning, and vice versa can be started with literary learning through the application of scientific approach. However, in order to optimize learning lessons of Indonesian literature, teachers need to be careful and creative.AbstrakPendekatan ilmiah dalam proses pembelajaran merupakan satu ciri yang menjadi kekuatan tersendiri dari keberadaan Kurikulum 2013. Pendekatan ilmiah diyakini sebagai titian emas perkembangan dan pengembangan sikap, pengetahuan, dan keterampilan peserta didik. Hal ini tentu saja bukan sesuatu yang mustahil, sebab pembelajaran itu sendiri adalah sebuah proses ilmiah (keilmuan). Metode ilmiah merujuk pada teknik investigasi atas suatu fenomena atau gejala, memeroleh pengetahuan baru, kemudian mengoreksi dengan memadukan pengetahuan sebelumnya. Pendekatan ilmiah menekankan pada keterlibatan peserta didik dalam pembelajaran secara lebih intens, kreatif, dan mandiri. Dalam pendekatan ini, keberhasilan akan tampak jika peserta didik mampu melakukan beberapa langkah ilmiah mulai dari mengamati, menanya, menalar, mencoba, dan mengomunikasikan. Semua langkah ini merupaan satu kesatuan dan saling mengait. Kurikulum 2013 ini juga menerapkan pembelajaran tematik terpadu. Pada mata pelajaran bahasa Indonesia yang dijadikan penghela pengetahuan, diintegrasikan berbagai mata pelajaran lainnya dengan menggunakan tema tertentu. Pada kurikulum ini, pendekatan ilmiah diterapkan dalam semua mata pelajaran, tidak terkecuali pada pembelajaran bahasa dan sastra. Lalu, bagaimana pengintegrasian sastra pada pembelajaran bahasa dalam Kurikulum 2013 melalui pendekatan ilmiah ini? Melalui metode deskriptif, yang menjadi tujuan penulisan ini adalah memeroleh gambaran pengintegrasian sastra pada pembelajaran bahasa dalam Kurikulum 2013 melalui pendekatan ilmiah. Dengan melihat buku pelajaran bahasa Indonesia yang diusung oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa untuk kelas VII dan X dapat disimpulkan bahwa terjadi pengintegrasian pembelajaran sastra ke dalam pembelajaran bahasa, dan juga sebaliknya, pembelajaran bahasa bisa dimulai dengan pembelajaran sastra melalui penerapan pendekatan ilmiah. Akan tetapi, untuk mengoptimalkan pembelajaran sastra dalammata pelajaran bahasa Indonesia, dibutuhkan guru yang cermat dan kreatif.
Title: PENGINTEGRASIAN SASTRA PADA PEMBELAJARAN BAHASA MELALUI PENDEKATAN ILMIAH
Description:
Scientific approach in the learning process is a feature that is becoming its own power from the existence of Curriculum 2013.
The scientific approach is believed to be the golden bridge the growth and the development of attitudes, knowledge, and skills of learners.
It is certainly not s impossible, because the learning itself is a scientific process (science).
Scientific method refers to the technique of investigation into a phenomenon or symptoms, acquiring new knowledge, and then corrected by integrating previous knowledge.
Scientific approach emphasizes on the involvement of learners in learning more intensively, creatively, and independently.
In this approach, the success would look if learners are able to do some scientific measures ranging from observing, aski, reasoning, trying, and communicating.
All these steps are unity and interlocking.
Curriculum 2013 is also implementing an integrated thematic learning.
In the Indonesian subjects were used for driving knowledge, integrated a variety of other subjects by using a specific theme.
In this curriculum, the scientific approach is applied in all subjects, not least on the teaching of language and literature.
Then, how the integration of literature on language learning in the curriculum in 2013 through a scientific approach this? Through descriptive method, the goal of this paper is to obtain an overview of integrating literature in the language learning in curriculum in 2013 through a scientific approach.
By observing at the Indonesian textbooks promoted by the Agency for Development and Language Development for classes VII and X, it can be concluded that an integration of teaching literature in language learning, and vice versa can be started with literary learning through the application of scientific approach.
However, in order to optimize learning lessons of Indonesian literature, teachers need to be careful and creative.
AbstrakPendekatan ilmiah dalam proses pembelajaran merupakan satu ciri yang menjadi kekuatan tersendiri dari keberadaan Kurikulum 2013.
Pendekatan ilmiah diyakini sebagai titian emas perkembangan dan pengembangan sikap, pengetahuan, dan keterampilan peserta didik.
Hal ini tentu saja bukan sesuatu yang mustahil, sebab pembelajaran itu sendiri adalah sebuah proses ilmiah (keilmuan).
Metode ilmiah merujuk pada teknik investigasi atas suatu fenomena atau gejala, memeroleh pengetahuan baru, kemudian mengoreksi dengan memadukan pengetahuan sebelumnya.
Pendekatan ilmiah menekankan pada keterlibatan peserta didik dalam pembelajaran secara lebih intens, kreatif, dan mandiri.
Dalam pendekatan ini, keberhasilan akan tampak jika peserta didik mampu melakukan beberapa langkah ilmiah mulai dari mengamati, menanya, menalar, mencoba, dan mengomunikasikan.
Semua langkah ini merupaan satu kesatuan dan saling mengait.
Kurikulum 2013 ini juga menerapkan pembelajaran tematik terpadu.
Pada mata pelajaran bahasa Indonesia yang dijadikan penghela pengetahuan, diintegrasikan berbagai mata pelajaran lainnya dengan menggunakan tema tertentu.
Pada kurikulum ini, pendekatan ilmiah diterapkan dalam semua mata pelajaran, tidak terkecuali pada pembelajaran bahasa dan sastra.
Lalu, bagaimana pengintegrasian sastra pada pembelajaran bahasa dalam Kurikulum 2013 melalui pendekatan ilmiah ini? Melalui metode deskriptif, yang menjadi tujuan penulisan ini adalah memeroleh gambaran pengintegrasian sastra pada pembelajaran bahasa dalam Kurikulum 2013 melalui pendekatan ilmiah.
Dengan melihat buku pelajaran bahasa Indonesia yang diusung oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa untuk kelas VII dan X dapat disimpulkan bahwa terjadi pengintegrasian pembelajaran sastra ke dalam pembelajaran bahasa, dan juga sebaliknya, pembelajaran bahasa bisa dimulai dengan pembelajaran sastra melalui penerapan pendekatan ilmiah.
Akan tetapi, untuk mengoptimalkan pembelajaran sastra dalammata pelajaran bahasa Indonesia, dibutuhkan guru yang cermat dan kreatif.

Related Results

PEMBELAJARAN BOTANI SASTRA DI ERA MILENIAL
PEMBELAJARAN BOTANI SASTRA DI ERA MILENIAL
Pembelajaran sastra di era milenial memang diperlukan perspektif terbaru. Di antara perspektif yang mulai berkembang yaitu pembelajaran botani sastra. Botani sastra adalah selukd b...
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
INVESTIGASI NATURALISTIK PENGARUH PENDEKATAN SASTRA DALAM MENGEMBANGKAN APRESIASI KARYA SASTRA BAHASA INDONESIA PADA MAHASISWA
INVESTIGASI NATURALISTIK PENGARUH PENDEKATAN SASTRA DALAM MENGEMBANGKAN APRESIASI KARYA SASTRA BAHASA INDONESIA PADA MAHASISWA
Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengaruh pendekatan sastra dalam mengembangkan apresiasi mahasiswa terhadap karya sastra Bahasa Indonesia. Menggunakan pendekatan kual...
PENGAJARAN BAHASA DAN SASTRA SASAK DI SEKOLAH (Hambatan dan Alternatif Pemecahannya)
PENGAJARAN BAHASA DAN SASTRA SASAK DI SEKOLAH (Hambatan dan Alternatif Pemecahannya)
Di dunia saat ini, terdapat tidak kurang dari 6000 bahasa. Separuh dari bahasa-bahasa tersebut terancam punah. Dari jumlah 6000 bahasa tersebut, sebanyak 746 bahasa berada di Indon...
PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA ANAK TUNAWICARA RINGAN SMLB NEGERI PEMBINA KUPANG (Sebuah Kajian Psikolinguistik)
PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA ANAK TUNAWICARA RINGAN SMLB NEGERI PEMBINA KUPANG (Sebuah Kajian Psikolinguistik)
Kajian ini difokuskan pada aspek pembelajaran bahasa Indonesia pada anak tunawicara ringan di SMLB negeri Pembina Kupang sebagai lokasi utama. Sasaran pengkajiannya mencakup cara b...
Pendekatan dalam Penelitian Bahasa dan Sastra
Pendekatan dalam Penelitian Bahasa dan Sastra
Penelitian ini bertujuan untuk memberikan penjelasan yang komprehensif mengenai berbagai pendekatan yang digunakan dalam penelitian bahasa dan sastra, baik dari segi teoritis maupu...
PENERAPAN MODEL BENGKEL SASTRA SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN MAHASISWA DALAM MENULIS SASTRA
PENERAPAN MODEL BENGKEL SASTRA SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN MAHASISWA DALAM MENULIS SASTRA
Proses pembelajaran yang merupakan inti dari proses pendidikan, harus dilakukan dengan menitikberatkan pada pengembangan potensi yang dimiliki mahasiswa sehingga mahasiswa memperol...

Back to Top