Javascript must be enabled to continue!
Makna Istikbār dalam Al-Qur’an: Perspektif Semantik Toshihiko Izutsu
View through CrossRef
Realitanya banyak orang yang salah memaknai kata istikbār. Ada yang beranggapan bahwa kata istikbār memiliki makna yang sama dengan kata takabbur. Dengan mempertimbangkan seringnya pemakaian kata istikbār dalam kehidupan sehari-hari, dan juga dilihat di dalam Al-Qur’an bermacam bentuk dan ragam Allah mengungkapkan kata istikbār, maka diperlukan pemahaman yang lebih luas dan detail tentang kata istikbār ini. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apa makna istikbār dalam Al-Qur’an berdasarkan pendekatan semantik Toshihiko Izutsu? Penelitian ini merupakan jenis penelitian library research (kepustakaan). Adapun metode penelitian yang digunakan adalah metode tematik. Berhubung term istikbār merupakan kajian yang berfokus kepada bahasa maka penulis menggunakan pendekatan semantik dengan teori Semantik Toshihiko Izutsu. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis dapat disimpulkan bahwa makna istikbār dalam Al-Qur’an berdasarkan teori Toshihiko Izutsu adalah sebagai berikut: 1) Makna dasar dari kata istikbār adalah besar, mulia, agung dan al-ta’azhum, 2) Makna relasional kata istikbār secara sintagmatik adalah enggan, mendustakan, kafir dan berpaling. Sedangkan secara paradigmatik dibagi dua lagi yakni sinonim dan antonim. sinonim dari kata istikbār adalah angkuh dan menyombongkan diri, dan antonim dari kata istikbār adalah rendah hati dan lemah lembut, 3) Makna Historis dari kata istikbār adalah menyombongkan diri, angkuh dan enggan, dan 4) Weltanschauung dari kata istikbār adalah menyombongkan diri.
IAIN Palangka Raya
Title: Makna Istikbār dalam Al-Qur’an: Perspektif Semantik Toshihiko Izutsu
Description:
Realitanya banyak orang yang salah memaknai kata istikbār.
Ada yang beranggapan bahwa kata istikbār memiliki makna yang sama dengan kata takabbur.
Dengan mempertimbangkan seringnya pemakaian kata istikbār dalam kehidupan sehari-hari, dan juga dilihat di dalam Al-Qur’an bermacam bentuk dan ragam Allah mengungkapkan kata istikbār, maka diperlukan pemahaman yang lebih luas dan detail tentang kata istikbār ini.
Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apa makna istikbār dalam Al-Qur’an berdasarkan pendekatan semantik Toshihiko Izutsu? Penelitian ini merupakan jenis penelitian library research (kepustakaan).
Adapun metode penelitian yang digunakan adalah metode tematik.
Berhubung term istikbār merupakan kajian yang berfokus kepada bahasa maka penulis menggunakan pendekatan semantik dengan teori Semantik Toshihiko Izutsu.
Berdasarkan hasil penelitian dan analisis dapat disimpulkan bahwa makna istikbār dalam Al-Qur’an berdasarkan teori Toshihiko Izutsu adalah sebagai berikut: 1) Makna dasar dari kata istikbār adalah besar, mulia, agung dan al-ta’azhum, 2) Makna relasional kata istikbār secara sintagmatik adalah enggan, mendustakan, kafir dan berpaling.
Sedangkan secara paradigmatik dibagi dua lagi yakni sinonim dan antonim.
sinonim dari kata istikbār adalah angkuh dan menyombongkan diri, dan antonim dari kata istikbār adalah rendah hati dan lemah lembut, 3) Makna Historis dari kata istikbār adalah menyombongkan diri, angkuh dan enggan, dan 4) Weltanschauung dari kata istikbār adalah menyombongkan diri.
Related Results
Kata Ash-Shirāṭ dan Tarāduf-nya dalam Al-Qur’an (Kajian Semantik Toshihiko Izutsu) / The word Ash-Shirāṭ and its Tarāduf in the Qur'an (Toshihiko Izutsu's Semantic Study)
Kata Ash-Shirāṭ dan Tarāduf-nya dalam Al-Qur’an (Kajian Semantik Toshihiko Izutsu) / The word Ash-Shirāṭ and its Tarāduf in the Qur'an (Toshihiko Izutsu's Semantic Study)
This study aims to examine the meaning and use of the words Shirat and Tarāduf in the Qur'an with a semantic approach according to Toshihiko Izutsu. This study uses a qualitative m...
AL-QUR’AN: THE ONLY DIVINE GUIDANCE IN PRISTINE FORM
AL-QUR’AN: THE ONLY DIVINE GUIDANCE IN PRISTINE FORM
Al-Qur’an is the Final divine revelation sent down to the Final Messenger of God, the Prophet Muhammad (PBUH). Allah SWT is the creator of all humankind, Jinns, and all creatures...
Idealisasi Metode Living Qur’an
Idealisasi Metode Living Qur’an
<p align="center"><strong>Abstract</strong></p><p> </p><p>Living Qur’an is one of the contemporary method which needs some supports to be ...
Qur'anic Semantics of Arrogance: A Synonymity Study of Istikbar Mukhtalan Fakhur and Marahan
Qur'anic Semantics of Arrogance: A Synonymity Study of Istikbar Mukhtalan Fakhur and Marahan
Objective: Explain the synonyms of the words in the Qur'an related to arrogance, especially the words istikbar, anger, mukhtalan, and fakhuran, as well as analyze the semantic rela...
Konstelasi Makna Mahabbah dan Raghiba dalam Al-Quran: Analisis Semantik Toshihiko Izutsu
Konstelasi Makna Mahabbah dan Raghiba dalam Al-Quran: Analisis Semantik Toshihiko Izutsu
Kosa kata dalam Al-Quran memiliki peran penting dalam menentukan standar pandangan dunia terhadap pemaknaan teks suci tersebut. Studi semantik, sebagaimana dirumuskan oleh Toshihik...
Kepelbagaian makna Leksikal dalam Pantun Sekalung Budi Seuntai Bahasa
Kepelbagaian makna Leksikal dalam Pantun Sekalung Budi Seuntai Bahasa
Pantun merupakan salah satu khazanah Melayu berbentuk puisi asli dan unik yang melambangkan kehidupan masyarakat di Alam Melayu. Bukan itu sahaja, pantun juga mempunyai akar yang m...
URGENSI PENDEKATAN SEMANTIK DALAM TAFSIR (STUDI PEMIKIRAN TOSHIHIKO IZUTSU)
URGENSI PENDEKATAN SEMANTIK DALAM TAFSIR (STUDI PEMIKIRAN TOSHIHIKO IZUTSU)
<p class="06IsiAbstrak"><span lang="EN-GB">Tulisan ini mengkaji tentang penafsiran Toshihiko yang menggunakan analisa semantik dalam memahami al Qur’an. Kajian semantik...
The Time Factor – Toshihiko Izutsu and Islamic Economic Tradition
The Time Factor – Toshihiko Izutsu and Islamic Economic Tradition
This paper interrogates the notions of time and money in Islamic (economic) tradition by applying Toshihiko Izutsu’s theory of the key terms of a worldview. A Japanese scholar of I...

