Javascript must be enabled to continue!
Konstelasi Makna Mahabbah dan Raghiba dalam Al-Quran: Analisis Semantik Toshihiko Izutsu
View through CrossRef
Kosa kata dalam Al-Quran memiliki peran penting dalam menentukan standar pandangan dunia terhadap pemaknaan teks suci tersebut. Studi semantik, sebagaimana dirumuskan oleh Toshihiko Izutsu, menjadi pendekatan penting untuk menganalisis makna sebuah kata dalam Al-Quran dengan mengkaji makna dasar, makna rasional, analisis sinkronik, diakronik, serta pandangan dunia (weltanschauung) yang terkandung dalam kata tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi konstelasi makna antara mahabbah (cinta) dan raghiba (keinginan) dalam Al-Quran. Kata mahabbah mencakup cinta Allah terhadap hamba-Nya, cinta hamba terhadap Allah, sesama makhluk, dan duniawi. Sementara itu, kata raghiba lebih condong pada perasaan keinginan atau kesukaan yang bersifat duniawi. Penelitian ini menggunakan metode analisis semantik dengan pendekatan sinkronik dan diakronik, yang memadukan kajian linguistik terhadap konteks kata dalam Al-Quran. Hasil analisis menunjukkan bahwa mahabbah dan raghiba memiliki perbedaan mendasar dalam nuansa makna dan konteks penggunaannya dalam Al-Quran. Mahabbah lebih mengarah pada hubungan vertikal-transendental antara manusia dan Allah, serta hubungan horizontal yang bersifat mendalam antar makhluk. Sedangkan raghiba lebih menekankan pada hasrat atau keinginan manusia terhadap sesuatu yang bersifat material atau duniawi. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa mahabbah dan raghiba memiliki konstelasi makna yang berbeda tetapi saling melengkapi dalam memberikan panduan maknawi tentang cinta dan keinginan dalam Al-Quran. Penelitian ini dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai pandangan dunia Al-Quran tentang relasi manusia dengan Tuhan, sesama, dan dunia.
CV. Syntax Corporation Indonesia
Title: Konstelasi Makna Mahabbah dan Raghiba dalam Al-Quran: Analisis Semantik Toshihiko Izutsu
Description:
Kosa kata dalam Al-Quran memiliki peran penting dalam menentukan standar pandangan dunia terhadap pemaknaan teks suci tersebut.
Studi semantik, sebagaimana dirumuskan oleh Toshihiko Izutsu, menjadi pendekatan penting untuk menganalisis makna sebuah kata dalam Al-Quran dengan mengkaji makna dasar, makna rasional, analisis sinkronik, diakronik, serta pandangan dunia (weltanschauung) yang terkandung dalam kata tersebut.
Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi konstelasi makna antara mahabbah (cinta) dan raghiba (keinginan) dalam Al-Quran.
Kata mahabbah mencakup cinta Allah terhadap hamba-Nya, cinta hamba terhadap Allah, sesama makhluk, dan duniawi.
Sementara itu, kata raghiba lebih condong pada perasaan keinginan atau kesukaan yang bersifat duniawi.
Penelitian ini menggunakan metode analisis semantik dengan pendekatan sinkronik dan diakronik, yang memadukan kajian linguistik terhadap konteks kata dalam Al-Quran.
Hasil analisis menunjukkan bahwa mahabbah dan raghiba memiliki perbedaan mendasar dalam nuansa makna dan konteks penggunaannya dalam Al-Quran.
Mahabbah lebih mengarah pada hubungan vertikal-transendental antara manusia dan Allah, serta hubungan horizontal yang bersifat mendalam antar makhluk.
Sedangkan raghiba lebih menekankan pada hasrat atau keinginan manusia terhadap sesuatu yang bersifat material atau duniawi.
Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa mahabbah dan raghiba memiliki konstelasi makna yang berbeda tetapi saling melengkapi dalam memberikan panduan maknawi tentang cinta dan keinginan dalam Al-Quran.
Penelitian ini dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai pandangan dunia Al-Quran tentang relasi manusia dengan Tuhan, sesama, dan dunia.
.
Related Results
Makna Istikbār dalam Al-Qur’an: Perspektif Semantik Toshihiko Izutsu
Makna Istikbār dalam Al-Qur’an: Perspektif Semantik Toshihiko Izutsu
Realitanya banyak orang yang salah memaknai kata istikbār. Ada yang beranggapan bahwa kata istikbār memiliki makna yang sama dengan kata takabbur. Dengan mempertimbangkan seringnya...
Kata Ash-Shirāṭ dan Tarāduf-nya dalam Al-Qur’an (Kajian Semantik Toshihiko Izutsu) / The word Ash-Shirāṭ and its Tarāduf in the Qur'an (Toshihiko Izutsu's Semantic Study)
Kata Ash-Shirāṭ dan Tarāduf-nya dalam Al-Qur’an (Kajian Semantik Toshihiko Izutsu) / The word Ash-Shirāṭ and its Tarāduf in the Qur'an (Toshihiko Izutsu's Semantic Study)
This study aims to examine the meaning and use of the words Shirat and Tarāduf in the Qur'an with a semantic approach according to Toshihiko Izutsu. This study uses a qualitative m...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2), Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
Kerelevanan Optimum dalam Terjemahan Sifat Allah dalam Al-Quran ke Bahasa Inggeris: Analisis Baseer dalam Surah Al-Isra’
Kerelevanan Optimum dalam Terjemahan Sifat Allah dalam Al-Quran ke Bahasa Inggeris: Analisis Baseer dalam Surah Al-Isra’
Al-Quran adalah teks suci yang mengandungi ciri-ciri linguistik dan retorik yang adakalanya menjangkau kemampuan aspek semantik untuk menerangkannya. Sifat Allah merupakan istilah ...
Semantik: Teori Semantik, Relasi Makna, Marked, dan Unmarked
Semantik: Teori Semantik, Relasi Makna, Marked, dan Unmarked
AbstrakTujuan penulisan ini adalah untuk memberikan penjelasan serta contoh tentang teori semantik de Sausure, unsur makna, relasi makna, marked dan unmarked. Semantik adalah ilmu ...
Konsep Dasar Makna Dalam Ranah Semantik
Konsep Dasar Makna Dalam Ranah Semantik
Kajian tentang konsep dasar makna dalam ranah semantik ini merupakan kajian tentang keutuhan bahasa terletak pada hadirnya kedua lapisan itu, yakni lapisan bentuk dan lapisan makna...
Konsep Dasar Makna Dalam Ranah Semantik
Konsep Dasar Makna Dalam Ranah Semantik
Kajian tentang konsep dasar makna dalam ranah semantik ini merupakan kajian tentang keutuhan bahasa terletak pada hadirnya kedua lapisan itu, yakni lapisan bentuk dan lapisan makna...

