Javascript must be enabled to continue!
Konsep Dasar Makna Dalam Ranah Semantik
View through CrossRef
Kajian tentang konsep dasar makna dalam ranah semantik ini merupakan kajian tentang keutuhan bahasa terletak pada hadirnya kedua lapisan itu, yakni lapisan bentuk dan lapisan makna. Keeratan hubungan ini dianalogikan sebagai dua sisi yang terdapat pada uang logam. Sisi yang satu merupakan bagian dari keutuhan sisi yang lain dan begitupun sebaliknya. Artinya salah satunya tidak mungkin dilepaskan. makna begitu penting dalam bahasa; makna itu sangat vital bagi bahasa walaupun abstrak, makna itu tetap memiliki posisi yang sentral dalam bahasa. Alasannya dengan kemampuannya dalam menyimpan makna itulah, kedudukan bahasa menjadi vital dalam kehidupan manusia. Bahasa juga adalah sarana penyampai makna dari manusia yang satu kepada manusia yang lain. Oleh sebab itu ketika bahasa dianggap sudah tidak bisa menyampaikan makna lagi, untuk apalagi ada bahasa, untuk apa diciptakan bahasa karena ternyata nilai yang penting dalam bahasa terletak pada kemampuannya dalam menyampaikan makna. Bahasa digunakan untuk mengkomunikasikan sesuatu hal apa yang terjadi dan menyatakan hubungan diluar bahasa. Salah satu cara pendekatan kajian makna adalah mencoba mengkorelasikan ekspresi-ekspresi dalam bahasa dengan aspek-aspek diluar bahasa. Hal ini dikenal dengan pendekatan ekstensional. Sesuatu diluar bahasa yang diacu oleh ekspresi-ekspresi tertentu disebut dengan referen (acuan). makna bersifat abstrak dan dipandang sulit untuk dideskripsikan. Dalam kurun waktu yang panjang, kajian makna masih saja diposisikan secara peripheral. Walaupun demikian, seiring dengan adanya pergeseran pandangan dari formalism menuju ke fungsionalisme, kajian makna semakin mendapat tempat yang semestinya dalam khazanah kajian linguistik. Hal ini terbukti dengan semakin populernya kajian bidang semantik dan pragmatik didalam ranah linguistik.
Lembaga Penelitian dan Pendidikan (LPP) Mandala
Title: Konsep Dasar Makna Dalam Ranah Semantik
Description:
Kajian tentang konsep dasar makna dalam ranah semantik ini merupakan kajian tentang keutuhan bahasa terletak pada hadirnya kedua lapisan itu, yakni lapisan bentuk dan lapisan makna.
Keeratan hubungan ini dianalogikan sebagai dua sisi yang terdapat pada uang logam.
Sisi yang satu merupakan bagian dari keutuhan sisi yang lain dan begitupun sebaliknya.
Artinya salah satunya tidak mungkin dilepaskan.
makna begitu penting dalam bahasa; makna itu sangat vital bagi bahasa walaupun abstrak, makna itu tetap memiliki posisi yang sentral dalam bahasa.
Alasannya dengan kemampuannya dalam menyimpan makna itulah, kedudukan bahasa menjadi vital dalam kehidupan manusia.
Bahasa juga adalah sarana penyampai makna dari manusia yang satu kepada manusia yang lain.
Oleh sebab itu ketika bahasa dianggap sudah tidak bisa menyampaikan makna lagi, untuk apalagi ada bahasa, untuk apa diciptakan bahasa karena ternyata nilai yang penting dalam bahasa terletak pada kemampuannya dalam menyampaikan makna.
Bahasa digunakan untuk mengkomunikasikan sesuatu hal apa yang terjadi dan menyatakan hubungan diluar bahasa.
Salah satu cara pendekatan kajian makna adalah mencoba mengkorelasikan ekspresi-ekspresi dalam bahasa dengan aspek-aspek diluar bahasa.
Hal ini dikenal dengan pendekatan ekstensional.
Sesuatu diluar bahasa yang diacu oleh ekspresi-ekspresi tertentu disebut dengan referen (acuan).
makna bersifat abstrak dan dipandang sulit untuk dideskripsikan.
Dalam kurun waktu yang panjang, kajian makna masih saja diposisikan secara peripheral.
Walaupun demikian, seiring dengan adanya pergeseran pandangan dari formalism menuju ke fungsionalisme, kajian makna semakin mendapat tempat yang semestinya dalam khazanah kajian linguistik.
Hal ini terbukti dengan semakin populernya kajian bidang semantik dan pragmatik didalam ranah linguistik.
Related Results
Konsep Dasar Makna Dalam Ranah Semantik
Konsep Dasar Makna Dalam Ranah Semantik
Kajian tentang konsep dasar makna dalam ranah semantik ini merupakan kajian tentang keutuhan bahasa terletak pada hadirnya kedua lapisan itu, yakni lapisan bentuk dan lapisan makna...
KLASIFIKASI MAKNA (Ditinjau dari Ranah Komunikasi)
KLASIFIKASI MAKNA (Ditinjau dari Ranah Komunikasi)
Kajian ini merupakan kajian linguistik yang membahas tentang klasifikasi makna (ditinjau dari ranah komunikasi). Dalam kajian ini di bahas klasifikasi makna atau arti (types of mea...
Semantik: Teori Semantik, Relasi Makna, Marked, dan Unmarked
Semantik: Teori Semantik, Relasi Makna, Marked, dan Unmarked
AbstrakTujuan penulisan ini adalah untuk memberikan penjelasan serta contoh tentang teori semantik de Sausure, unsur makna, relasi makna, marked dan unmarked. Semantik adalah ilmu ...
Kepelbagaian makna Leksikal dalam Pantun Sekalung Budi Seuntai Bahasa
Kepelbagaian makna Leksikal dalam Pantun Sekalung Budi Seuntai Bahasa
Pantun merupakan salah satu khazanah Melayu berbentuk puisi asli dan unik yang melambangkan kehidupan masyarakat di Alam Melayu. Bukan itu sahaja, pantun juga mempunyai akar yang m...
BEBERAPA TEORI DAN PENDEKATAN SEMANTIK
BEBERAPA TEORI DAN PENDEKATAN SEMANTIK
Tujuan penulisan makalah ini untuk mendeskripsikan pengertian semantik, beberapa teori dan pendekatan. Data dikumpulkan dari pendapat beberapa ahli linguistik. Metode pengumpulan d...
ANALISIS KOMPENEN MAKNA
ANALISIS KOMPENEN MAKNA
Makna bahasa dipengaruhi sekurang-kurangnya oleh hubungan antara bahasa (1) objek atau (2) peristiwa diluar bahasa oleh hubungan di antara unsur bahasa dalam suatu sistem bahasa. K...
Evaluasi Pendidikan Agama Islam Berbasis Tiga Ranah: Ranah Kognitif, Afektif, Dan Afektif
Evaluasi Pendidikan Agama Islam Berbasis Tiga Ranah: Ranah Kognitif, Afektif, Dan Afektif
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi serta menjelaskan secara mendalam konsep dasar dari tiga ranah utama dalam evaluasi pendidikan, yaitu ranah kognitif, afektif, dan p...
MAKNA DENOTATIF DAN KONOTATIF <em>HANA</em> (HIDUNG) PADA CERPEN “HANA†KARYA AKUTAGAWA RYUNOSUKE
MAKNA DENOTATIF DAN KONOTATIF <em>HANA</em> (HIDUNG) PADA CERPEN “HANA†KARYA AKUTAGAWA RYUNOSUKE
AbstrakPenelitian ini tentang makna denotatif dan konotatif hana (hidung) dalam cerpen “Hana†karya Akutagawa Ryunosukae. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui makna hidung ya...

