Javascript must be enabled to continue!
Analisis Stabilitas Lereng Pada Tubuh Bendungan Manikin
View through CrossRef
Bendungan Manikin merupakan bendungan tipe urugan dengan inti tegak yang dibangun untuk memenuhi kebutuhan air baku di Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur. Struktur bendungan ini terdiri dari beberapa zona material, seperti inti kedap, transisi, dan pelindung, yang berfungsi menahan aliran air serta menjaga kestabilan tubuh bendungan. Stabilitas lereng merupakan faktor penting dalam menjamin keamanan bendungan, terutama saat menghadapi kondisi ekstrem seperti gempa bumi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis stabilitas lereng hulu dan hilir Bendungan Manikin pada berbagai kondisi muka air, yaitu selesai konstruksi, muka air minimum (MAM), normal (MAN), dan banjir (MAB), dengan mempertimbangkan pengaruh beban gempa tanpa gempa, OBE (Operating Basis Earthquake), dan MDE (Maximum Design Earthquake). Analisis dilakukan menggunakan perangkat lunak GeoStudio 2018 R2 melalui modul SLOPE/W dan SEEP/W. Hasil menunjukkan bahwa pada kondisi tanpa gempa dan gempa OBE, faktor keamanan lereng memenuhi kriteria aman. Namun, pada kondisi gempa MDE, nilai faktor keamanan tidak memenuhi kriteria stabilitas, sehingga perlu dilakukan evaluasi terhadap desain geometrik dan properti material bendungan.
Universitas Nusa Cendana
Title: Analisis Stabilitas Lereng Pada Tubuh Bendungan Manikin
Description:
Bendungan Manikin merupakan bendungan tipe urugan dengan inti tegak yang dibangun untuk memenuhi kebutuhan air baku di Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur.
Struktur bendungan ini terdiri dari beberapa zona material, seperti inti kedap, transisi, dan pelindung, yang berfungsi menahan aliran air serta menjaga kestabilan tubuh bendungan.
Stabilitas lereng merupakan faktor penting dalam menjamin keamanan bendungan, terutama saat menghadapi kondisi ekstrem seperti gempa bumi.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis stabilitas lereng hulu dan hilir Bendungan Manikin pada berbagai kondisi muka air, yaitu selesai konstruksi, muka air minimum (MAM), normal (MAN), dan banjir (MAB), dengan mempertimbangkan pengaruh beban gempa tanpa gempa, OBE (Operating Basis Earthquake), dan MDE (Maximum Design Earthquake).
Analisis dilakukan menggunakan perangkat lunak GeoStudio 2018 R2 melalui modul SLOPE/W dan SEEP/W.
Hasil menunjukkan bahwa pada kondisi tanpa gempa dan gempa OBE, faktor keamanan lereng memenuhi kriteria aman.
Namun, pada kondisi gempa MDE, nilai faktor keamanan tidak memenuhi kriteria stabilitas, sehingga perlu dilakukan evaluasi terhadap desain geometrik dan properti material bendungan.
Related Results
Evaluasi Kondisi Fisik Bendungan Sempor Kabupaten Kebumen Dalam Penentuan Prioritas Pemeliharaan Sebagai Upaya Memperpanjang Usia Operasional
Evaluasi Kondisi Fisik Bendungan Sempor Kabupaten Kebumen Dalam Penentuan Prioritas Pemeliharaan Sebagai Upaya Memperpanjang Usia Operasional
Selain memberikan manfaat bagi manusia, bendungan juga menimbulkan potensi bahaya yang besar bagi sekitarnya. Potensi bahaya tersebut adalah runtuhnya bangunan bendungan yang dapa...
PROBABILITAS KERUNTUHAN DAN REKOMENDASI PERKUATAN TEBING SPILLWAY Di BENDUNGAN AMERORO SULAWESI TENGGARA
PROBABILITAS KERUNTUHAN DAN REKOMENDASI PERKUATAN TEBING SPILLWAY Di BENDUNGAN AMERORO SULAWESI TENGGARA
Lereng merupakan galian terbuka yang memiliki kerentanan tinggi di dunia konstruksi terutama bendungan. Konstruksi galian pada litologi metamorf menjadi tantangan besar dalam menja...
PENGARUH PERMEABILITAS TERHADAP STABILITAS KEAMANAN BENDUNGAN GUNUNGROWO
PENGARUH PERMEABILITAS TERHADAP STABILITAS KEAMANAN BENDUNGAN GUNUNGROWO
Bendungan Gunungrowo dibangun sejak tahun 1925 terletak pada Sungai Wadi. Bendungan ini mempunyai tipe urugan tanah homogen dan mempunyai tinggi 20,5 m, dengan kapasitas tampungan ...
FILM KUCUMBU TUBUH INDAHKU DALAM PERSPEKTIF FENOMENOLOGI TUBUH MERLEAU-PONTY
FILM KUCUMBU TUBUH INDAHKU DALAM PERSPEKTIF FENOMENOLOGI TUBUH MERLEAU-PONTY
Abstrak: Penelitian ini berangkat dari permasalahan relasi tubuh dan jiwa yang telah diperdebatkan selama berabad-abad oleh para pemikir Barat. Salah satu film yang cukup menyita p...
Analisis Kestabilan Lereng Andesit Menggunakan Metode FEM pada PT. X
Analisis Kestabilan Lereng Andesit Menggunakan Metode FEM pada PT. X
Abstract. Geotechnical study data collection includes geotechnical mapping, observations of landslide models that can occur, and sampling for testing physical and mechanical proper...
Implementasi Early Warning System Bencana Banjir berdasarkan Ketinggian Air Bendungan
Implementasi Early Warning System Bencana Banjir berdasarkan Ketinggian Air Bendungan
Bendungan Sampean Baru merupakan salah satu bendungan yang berada di Kabupaten Bondowoso Jawa Timur. Bendungan ini memiliki dua fungsi utama yaitu sebagai irigasi dan PLTM. Berdasa...
Analisis Stabilitas Pondasi Terhadap Rembesan Dan Piping Pada Bendungan (Studi Kasus Bendungan Jragung Kabupaten Semarang)
Analisis Stabilitas Pondasi Terhadap Rembesan Dan Piping Pada Bendungan (Studi Kasus Bendungan Jragung Kabupaten Semarang)
Pondasi bendungan menjadi struktur dasar yang memenuhi persyaratan sebagai sektor pendukung pembangunan bendungan serta memastikan keamanan terhadap salah satu ancaman serius berup...
Analisis Penyebab Kelongsoran Lereng JLS LOT 3 Menggunakan Metode Elemen Hingga
Analisis Penyebab Kelongsoran Lereng JLS LOT 3 Menggunakan Metode Elemen Hingga
Pembangunan Jalur Lintas Selatan (JLS) Lot 3 Pantai Serang - Sumbersih, Blitar, Jawa Timur, terjadi pekerjaan galian yang membentuk sebuah lereng pada STA 1+050 - 1+150. Pada bulan...

