Javascript must be enabled to continue!
PENGARUH PERMEABILITAS TERHADAP STABILITAS KEAMANAN BENDUNGAN GUNUNGROWO
View through CrossRef
Bendungan Gunungrowo dibangun sejak tahun 1925 terletak pada Sungai Wadi. Bendungan ini mempunyai tipe urugan tanah homogen dan mempunyai tinggi 20,5 m, dengan kapasitas tampungan 5,11 juta m3 untuk mensuplai air irigasi seluas 6.000 ha. Karena masa operasionalnya yang sudah mendekati 100 tahun maka perlu mengevaluasi tingkat stabilitas keamanan bendungannya. Tujuan penelitian ini untuk 1) mengetahui stabilitas keamanan rembesan dari berbagai skenario ketinggian muka air waduk; 2) mengetahui stabilitas keamanan lereng (Safety Factor) dari berbagai skenario ketinggian muka air waduk; 3) mengetahui variabel permeabilitas core berpengaruh terhadap rembesan ditubuh bendungan, dan 4) mengetahui variabel permeabilitas core berpengaruh terhadap stabilitas lereng di tubuh bendungan. Pembahasan utama yang dilakukan dalam penelitian ini adalah melakukan analisis stabilitas keamanan bendungan dengan memanfaatkan software GeoStudio-2012 dengan fitur SEEP/W pada debit rembesan dan SLOPE/W pada FK (Faktor Keamanan) lerengnya. Pemodelan pada SEEP/W ini menggunakan konsep saturated soil mechanics. Parameter yang diinput untuk analisis stabilitas lereng adalah dimensi bendungan, jenis material, berat isi (γ), kohesi (c), dan sudut geser (j). Kajian dilakukan pada semua nilai debit rembesan dan semua nilai FK pada saat muka air berada pada elevasi minimum, normal, muka air banjir dan surut cepat dengan perhitungan tanpa beban gempa. Hasil kajian diperoleh nilai FK, nilai debit, stabil terhadap bahaya longsor dan bahaya piping memenuhi syarat aman. Selanjutnya dari nilai debit rembesan dan nilai FK dikaji bagaimana pengaruh variabel permeabilitas core bendungan terhadap bahaya piping dan potensi bahaya longsor. Dari hasil analisis disimpulkan bahwa semakin besar nilai permeabilitas semakin besar debit rembesan dan jika semakin besar nilai permeabilitas akan semakin kecil nilai faktor keamanannya.
Maranatha Christian University
Title: PENGARUH PERMEABILITAS TERHADAP STABILITAS KEAMANAN BENDUNGAN GUNUNGROWO
Description:
Bendungan Gunungrowo dibangun sejak tahun 1925 terletak pada Sungai Wadi.
Bendungan ini mempunyai tipe urugan tanah homogen dan mempunyai tinggi 20,5 m, dengan kapasitas tampungan 5,11 juta m3 untuk mensuplai air irigasi seluas 6.
000 ha.
Karena masa operasionalnya yang sudah mendekati 100 tahun maka perlu mengevaluasi tingkat stabilitas keamanan bendungannya.
Tujuan penelitian ini untuk 1) mengetahui stabilitas keamanan rembesan dari berbagai skenario ketinggian muka air waduk; 2) mengetahui stabilitas keamanan lereng (Safety Factor) dari berbagai skenario ketinggian muka air waduk; 3) mengetahui variabel permeabilitas core berpengaruh terhadap rembesan ditubuh bendungan, dan 4) mengetahui variabel permeabilitas core berpengaruh terhadap stabilitas lereng di tubuh bendungan.
Pembahasan utama yang dilakukan dalam penelitian ini adalah melakukan analisis stabilitas keamanan bendungan dengan memanfaatkan software GeoStudio-2012 dengan fitur SEEP/W pada debit rembesan dan SLOPE/W pada FK (Faktor Keamanan) lerengnya.
Pemodelan pada SEEP/W ini menggunakan konsep saturated soil mechanics.
Parameter yang diinput untuk analisis stabilitas lereng adalah dimensi bendungan, jenis material, berat isi (γ), kohesi (c), dan sudut geser (j).
Kajian dilakukan pada semua nilai debit rembesan dan semua nilai FK pada saat muka air berada pada elevasi minimum, normal, muka air banjir dan surut cepat dengan perhitungan tanpa beban gempa.
Hasil kajian diperoleh nilai FK, nilai debit, stabil terhadap bahaya longsor dan bahaya piping memenuhi syarat aman.
Selanjutnya dari nilai debit rembesan dan nilai FK dikaji bagaimana pengaruh variabel permeabilitas core bendungan terhadap bahaya piping dan potensi bahaya longsor.
Dari hasil analisis disimpulkan bahwa semakin besar nilai permeabilitas semakin besar debit rembesan dan jika semakin besar nilai permeabilitas akan semakin kecil nilai faktor keamanannya.
Related Results
PENERAPAN METODE MODIFIKASI ANDERSEN DALAM PENILAIAN RISIKO BENDUNGAN HALIWEN
PENERAPAN METODE MODIFIKASI ANDERSEN DALAM PENILAIAN RISIKO BENDUNGAN HALIWEN
Indonesia merupakan negara yang rawan bencana, oleh karena itu seluruh infrastruktur yang dimiliki harus dilakukan analisis risiko guna dapat dilakukan upaya-upaya mitigasinya. Sal...
Analisis Stabilitas Lereng Bendungan 1 Tujuh Bukit Tumpang Pitu Banyuwangi
Analisis Stabilitas Lereng Bendungan 1 Tujuh Bukit Tumpang Pitu Banyuwangi
Keberhasilan operasional sebuah bendungan sangat dipengaruhi oleh stabilitas lereng dan keamanan terhadap rembesan. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi stabilitas lereng dan keam...
Evaluasi Kondisi Fisik Bendungan Sempor Kabupaten Kebumen Dalam Penentuan Prioritas Pemeliharaan Sebagai Upaya Memperpanjang Usia Operasional
Evaluasi Kondisi Fisik Bendungan Sempor Kabupaten Kebumen Dalam Penentuan Prioritas Pemeliharaan Sebagai Upaya Memperpanjang Usia Operasional
Selain memberikan manfaat bagi manusia, bendungan juga menimbulkan potensi bahaya yang besar bagi sekitarnya. Potensi bahaya tersebut adalah runtuhnya bangunan bendungan yang dapa...
KAJIAN PENINGKATAN BENDUNGAN BENANGA DI KOTA SAMARINDA PROPINSI KALIMANTAN TIMUR
KAJIAN PENINGKATAN BENDUNGAN BENANGA DI KOTA SAMARINDA PROPINSI KALIMANTAN TIMUR
Tujuan penelitian adalah untuk mendapatkan dokumen perencanaan teknis yang dilengkapi gambar perencanaan/desain peningkatan bendungan Benanga.Penelitian dilaksanakan di kawasan ben...
PERAN TATA KELOLA PERUSAHAAN DALAM MEMODERASI PENGARUH IMPLEMANTASI GREEN ACCOUNTING, CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY DAN FIRM SIZE TERHADAP KINERJA KEUANGAN
PERAN TATA KELOLA PERUSAHAAN DALAM MEMODERASI PENGARUH IMPLEMANTASI GREEN ACCOUNTING, CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY DAN FIRM SIZE TERHADAP KINERJA KEUANGAN
This study examines the role of corporate governance in moderating the influence of green accounting disclosure, corporate social responsibility (CSR), and firm size on the financi...
ANALISIS REMBESAN DAN STABILITAS BENDUNGAN SARADAN
ANALISIS REMBESAN DAN STABILITAS BENDUNGAN SARADAN
Bendungan Saradan merupakan salah satu bendungan yang terletak di Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Bendungan Saradan dibangun antara tahun 1942 oleh Pemeri...
Implementasi Early Warning System Bencana Banjir berdasarkan Ketinggian Air Bendungan
Implementasi Early Warning System Bencana Banjir berdasarkan Ketinggian Air Bendungan
Bendungan Sampean Baru merupakan salah satu bendungan yang berada di Kabupaten Bondowoso Jawa Timur. Bendungan ini memiliki dua fungsi utama yaitu sebagai irigasi dan PLTM. Berdasa...
Analisis Stabilitas Lereng Pada Tubuh Bendungan Manikin
Analisis Stabilitas Lereng Pada Tubuh Bendungan Manikin
Bendungan Manikin merupakan bendungan tipe urugan dengan inti tegak yang dibangun untuk memenuhi kebutuhan air baku di Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur. Struktur bendungan ini...

