Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

COMPARISON OF MICROSCOPIC AFB RESULTS WITH NaOH DECONTAMINATION VARIATIONS

View through CrossRef
Pemeriksaan bakteriologis untuk mengkonfirmasi bakteri Mycobacterium tuberculosis atau BTA pada TB Paru merujuk pada pemeriksaan apusan dari sediaan sputum. Pemeriksaan mikroskopis BTA pada sputum secara langsung memiliki kelemahan masih terdapat banyaknya jaringan dan lendir pada volume sampel sehingga memperkecil kemungkinan mengambil sampel yang mengandung kuman Mycobacterium tuberculosis. Oleh karena itu dilakukan proses dekontaminasi pada sputum yaitu dengan menambahkan cairan NaOH untuk mengencerkan sputum sehingga meningkatan efektifitas pemeriksaan mikroskopis sputum. Dekontaminasi pada sputum dilakukan dengan menambahkan larutan variasi konsentrasi yaitu NaOH 2% dan NaOH 4%. Penelitian ini bertujuan membandingkan hasil pemeriksaan mikroskopis BTA dengan metode konvensional dan metode dekontaminasi menggunakan variasi konsentrasi NaOH 2% dan NaOH 4%. Sampel yang digunakan berjumlah 20, konsistensi sputum mucoid dan purulent dilakukan dekontaminasi dengan perbandingan sampel dan NaOH 1:1. Metode penelitian ini adalah penelitian analitik eksperimental dengan pendekatan Cross-Sectional Hasil hitung pemeriksaan mikroskopis BTA positif pada metode konvensional (kontrol) di peroleh jumlah rerata yaitu 19 sedangkan hasil hitung mikroskopis BTA pada sediaan dengan dekontaminasi NaOH 2% diperoleh rerata yaitu 24 dan hasil hitung mikroskopis BTA pada sediaan dekontaminasi NaOH 4% ditemukan jumlah rerata 31. Hasil penelitian menggunakan uji statistik Anova One Way didapatkan nilai F 12.718 dengan sig. = <.001 < 0.05 menunjukkan bahwa hasil hitung jumlah bakteri Mycobacterium tuberculosis dalam 100 lapang pandang pada perlakuan sampel dekontaminasi NaOH 2% dan NaOH 4% terdapat perbedaan signifikan. Berdasarkan hasil penelitian ini diketahui bahwa variasi konsetrasi NaOH yang lebih efektif digunakan pada dekontaminasi sampel sputum terhadap hasil pemeriksaan mikroskopis BTA adalah 4%.
Title: COMPARISON OF MICROSCOPIC AFB RESULTS WITH NaOH DECONTAMINATION VARIATIONS
Description:
Pemeriksaan bakteriologis untuk mengkonfirmasi bakteri Mycobacterium tuberculosis atau BTA pada TB Paru merujuk pada pemeriksaan apusan dari sediaan sputum.
Pemeriksaan mikroskopis BTA pada sputum secara langsung memiliki kelemahan masih terdapat banyaknya jaringan dan lendir pada volume sampel sehingga memperkecil kemungkinan mengambil sampel yang mengandung kuman Mycobacterium tuberculosis.
Oleh karena itu dilakukan proses dekontaminasi pada sputum yaitu dengan menambahkan cairan NaOH untuk mengencerkan sputum sehingga meningkatan efektifitas pemeriksaan mikroskopis sputum.
Dekontaminasi pada sputum dilakukan dengan menambahkan larutan variasi konsentrasi yaitu NaOH 2% dan NaOH 4%.
Penelitian ini bertujuan membandingkan hasil pemeriksaan mikroskopis BTA dengan metode konvensional dan metode dekontaminasi menggunakan variasi konsentrasi NaOH 2% dan NaOH 4%.
Sampel yang digunakan berjumlah 20, konsistensi sputum mucoid dan purulent dilakukan dekontaminasi dengan perbandingan sampel dan NaOH 1:1.
Metode penelitian ini adalah penelitian analitik eksperimental dengan pendekatan Cross-Sectional Hasil hitung pemeriksaan mikroskopis BTA positif pada metode konvensional (kontrol) di peroleh jumlah rerata yaitu 19 sedangkan hasil hitung mikroskopis BTA pada sediaan dengan dekontaminasi NaOH 2% diperoleh rerata yaitu 24 dan hasil hitung mikroskopis BTA pada sediaan dekontaminasi NaOH 4% ditemukan jumlah rerata 31.
Hasil penelitian menggunakan uji statistik Anova One Way didapatkan nilai F 12.
718 dengan sig.
= <.
001 < 0.
05 menunjukkan bahwa hasil hitung jumlah bakteri Mycobacterium tuberculosis dalam 100 lapang pandang pada perlakuan sampel dekontaminasi NaOH 2% dan NaOH 4% terdapat perbedaan signifikan.
Berdasarkan hasil penelitian ini diketahui bahwa variasi konsetrasi NaOH yang lebih efektif digunakan pada dekontaminasi sampel sputum terhadap hasil pemeriksaan mikroskopis BTA adalah 4%.

Related Results

PENGARUH KONSENTRASI NaOH DAN WAKTU PENAHANAN TERHADAP KARAKTERISTIK ZEOLIT YANG DISINTESIS DARI LIMBAH GEOTHERMAL
PENGARUH KONSENTRASI NaOH DAN WAKTU PENAHANAN TERHADAP KARAKTERISTIK ZEOLIT YANG DISINTESIS DARI LIMBAH GEOTHERMAL
Abstract THE EFFECT OF CONCENTRATION OF NaOH AND HOLDING TIME ON CHARACTERISTIC OF ZEOLIT SINTHESIZED FROM GEOTHERMAL WASTE. Objective of this research is to investigate the effect...
Abstract A21: Lung cancer surveillance with CT scan and autofluorescence bronchoscopy
Abstract A21: Lung cancer surveillance with CT scan and autofluorescence bronchoscopy
Abstract Background: More than 75% of lung cancer patients are diagnosed at an advanced stage, when the survival rate is less than 15%. Sputum cytology, x-ray and CT...
Dry versus wet decontamination in disaster medicine: a focused review
Dry versus wet decontamination in disaster medicine: a focused review
Background: A key component of disaster preparedness and response is efficient decontamination, especially in situations involving mass casualties and chemical, biological, radiolo...
A Comparison of Bicarbonate Hemodialysis, Hemodiafiltration, and Acetate‐free Biofiltration on Cytokine Production
A Comparison of Bicarbonate Hemodialysis, Hemodiafiltration, and Acetate‐free Biofiltration on Cytokine Production
Abstract:  Acetate‐free biofiltration (AFB) is a special hemodiafiltration (HDF) modality performed with a base‐free dialysate and simultaneous injection of non‐pyrogenic sodium bi...
Tanggung Jawab Hukum CV Yasindo atas Tumpahnya NaOH sebagai Limbah B3 pada Saat Pengangkutan di Media Jalan Kabupaten Bandung Barat
Tanggung Jawab Hukum CV Yasindo atas Tumpahnya NaOH sebagai Limbah B3 pada Saat Pengangkutan di Media Jalan Kabupaten Bandung Barat
Abstract. The transportation of Hazardous and Toxic Waste (B3) is a high-risk activity that is normatively required to comply with vehicle technical standards, transporter crew com...
Determination of protective role of selenium against aflatoxin B 1 -induced DNA damage
Determination of protective role of selenium against aflatoxin B 1 -induced DNA damage
Selenium is an essential mineral for a healthy life. Appropriate doses of it may undertake a protective role in the organism. In this study, the protective role of selenium (Se ...
European survey on decontamination in mass casualty incidents
European survey on decontamination in mass casualty incidents
Objective: The goal of this study is to assess the European status in the case of mass casualties regarding legislation, responsibilities of ministries and organizations, education...

Back to Top