Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Analisis Perbandingan Penerapan GAP Pada Petani Peserta dan Non Peserta Program Kebun Kelapa Sawit Rakyat di Kabupaten Bangka

View through CrossRef
Penelitian ini bertujuan mengukur penerapan GAP pada petani peserta dan non peserta Program Kebun Kelapa Sawit Rakyat (KKSR), membandingkan produksi dan pendapatan usaha tani petani peserta dengan petani non peserta Program KKSR serta menganalisis pengaruh penerapan GAP melalui kegiatan teknik budidaya, pengelolaan kebun, panen, kepesertaan program serta tahun tanam terhadap pendapatan usahatani kelapa sawit petani peserta dan non peserta Program KKSR di Kabupaten Bangka. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey. Analisa data menggunakan analisis parametrik kasus dua nilai tengah contoh pengamatan tidak berpasangan dan model regresi linear berganda.Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1). Penerapan GAP dalam kegiatan teknik budidaya, pengelolaan kebun serta panen tandan buah segar (TBS) oleh petani peserta Program KKSR sudah baik sedangkan pada petani non peserta berada dalam kategori sedang. 2). Produksi dan pendapatan usaha tani kelapa sawit petani peserta lebih tinggi daripada petani non peserta Program KKSR. 3). Penerapan GAP dalam kegiatan pengelolaan kebun, kegiatan panen TBS, kepesertaan serta tahun tanam berpengaruh nyata terhadap pendapatan usaha tani kelapa sawit petani peserta dan petani non pesertaProgram KKSR.
Title: Analisis Perbandingan Penerapan GAP Pada Petani Peserta dan Non Peserta Program Kebun Kelapa Sawit Rakyat di Kabupaten Bangka
Description:
Penelitian ini bertujuan mengukur penerapan GAP pada petani peserta dan non peserta Program Kebun Kelapa Sawit Rakyat (KKSR), membandingkan produksi dan pendapatan usaha tani petani peserta dengan petani non peserta Program KKSR serta menganalisis pengaruh penerapan GAP melalui kegiatan teknik budidaya, pengelolaan kebun, panen, kepesertaan program serta tahun tanam terhadap pendapatan usahatani kelapa sawit petani peserta dan non peserta Program KKSR di Kabupaten Bangka.
Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey.
Analisa data menggunakan analisis parametrik kasus dua nilai tengah contoh pengamatan tidak berpasangan dan model regresi linear berganda.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1).
Penerapan GAP dalam kegiatan teknik budidaya, pengelolaan kebun serta panen tandan buah segar (TBS) oleh petani peserta Program KKSR sudah baik sedangkan pada petani non peserta berada dalam kategori sedang.
2).
Produksi dan pendapatan usaha tani kelapa sawit petani peserta lebih tinggi daripada petani non peserta Program KKSR.
3).
Penerapan GAP dalam kegiatan pengelolaan kebun, kegiatan panen TBS, kepesertaan serta tahun tanam berpengaruh nyata terhadap pendapatan usaha tani kelapa sawit petani peserta dan petani non pesertaProgram KKSR.

Related Results

DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
PENGARUH PRODUKSI KEBUN PETANI KELAPA SAWIT RAKYAT TERHADAP KESEJAHTERAAN
PENGARUH PRODUKSI KEBUN PETANI KELAPA SAWIT RAKYAT TERHADAP KESEJAHTERAAN
Objektif Perkebunan kelapa sawit rakyat menyumbangkan 40,8 % dari total produksi kelapa sawit di indonesia, dengan demikian dari hasil bertani mampu mem...
Analisis Titik Kritis Penjaminan Kualitas Benih Kelapa Sawit di Indonesia
Analisis Titik Kritis Penjaminan Kualitas Benih Kelapa Sawit di Indonesia
Benih kelapa sawit merupakan elemen yang sangat penting dalam menentukan hasil produksi tanaman kelapa sawit. Penggunaan benih sawit berkualitas (unggul) akan memberikan produktifi...
Analisis Produksi Kelapa Sawit di Kabupaten Muaro Jambi: Pendekatan Model Coob-Douglas
Analisis Produksi Kelapa Sawit di Kabupaten Muaro Jambi: Pendekatan Model Coob-Douglas
Sektor perkebunan kelapa sawit memiliki peran strategis dalam perekonomian nasional, namun Kabupaten Muaro Jambi sebagai pemilik lahan sawit terluas di Provinsi Jambi masih menghad...
DAMPAK KELAPA SAWIT TERHADAP PEREKONOMIAN DIMASYARAKAT DI KABUPATEN ROKAN HILIR RIAU
DAMPAK KELAPA SAWIT TERHADAP PEREKONOMIAN DIMASYARAKAT DI KABUPATEN ROKAN HILIR RIAU
Penelitian bertujuan untuk mengetahui bagaimana tenaga kerja pabrik kelapa sawit dan bagaimana produtivitas petani sawit kontribusi perkebunana pabrik kelapa sawit terhadap pendapa...
KERAGAMAN FUNGI MIKORIZA ARBUSKULA (FMA) DI LAHAN GAMBUT KONVERSI HUTAN ALAM MENJADI PERKEBUNAN KELAPA SAWIT
KERAGAMAN FUNGI MIKORIZA ARBUSKULA (FMA) DI LAHAN GAMBUT KONVERSI HUTAN ALAM MENJADI PERKEBUNAN KELAPA SAWIT
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keragaman Fungi Mikoriza Arbuskula(FMA) lahan gambut konversi hutan alam menjadi perkebunan kelapa sawit diKotawaringin Timur. Penelit...
Persepsi Petani Terhadap Kriteria Lingkungan Dalam Pembiayaan Sektor Agribisnis Kelapa Sawitdi Kabupaten Musi Banyuasin
Persepsi Petani Terhadap Kriteria Lingkungan Dalam Pembiayaan Sektor Agribisnis Kelapa Sawitdi Kabupaten Musi Banyuasin
Ketetapan pemerintah terhadap kriteria lingkungan pada perkebunan kelapa sawit, menjadi syarat pemberian pembiayaan kepada petani kelapa sawit merupakan latar belakang penelitian i...

Back to Top