Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Analisis Produksi Kelapa Sawit di Kabupaten Muaro Jambi: Pendekatan Model Coob-Douglas

View through CrossRef
Sektor perkebunan kelapa sawit memiliki peran strategis dalam perekonomian nasional, namun Kabupaten Muaro Jambi sebagai pemilik lahan sawit terluas di Provinsi Jambi masih menghadapi kendala rendahnya produktivitas rakyat yang belum mencapai potensi optimalnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji hubungan antara produksi kelapa sawit di Kabupaten Muaro Jambi pada periode 2010 hingga 2025 sebagai fungsi dari luas lahan, jumlah petani, dan angkatan kerja. Seluruh data yang digunakan diperoleh dari sumber sekunder dan dianalisis menggunakan metode regresi linier berganda Cobb-Douglas. Berdasarkan data, semua faktor tersebut secara signifikan memengaruhi produksi kelapa sawit secara bersamaan (F-Prob = 0,000027). Luas lahan memiliki pengaruh negatif, jumlah petani memiliki pengaruh positif dan merupakan variabel terpenting, sedangkan tenaga kerja tidak memiliki pengaruh sama sekali. Model ini berhasil menjelaskan 85,34 persen variasi produksi yang diamati, sebagaimana ditunjukkan oleh nilai R² sebesar 0,853. Jumlah petani bersifat elastis, menurut studi elastisitas, tetapi luas lahan dan jumlah tenaga kerja tidak. Meningkatkan kapasitas dan kualitas petani serta menerapkan pengelolaan lahan yang lebih optimal diperlukan untuk meningkatkan hasil kelapa sawit, yang lebih dipengaruhi oleh jumlah petani. Sektor perkebunan kelapa sawit memiliki peran strategis dalam perekonomian nasional, namun Kabupaten Muaro Jambi sebagai pemilik lahan sawit terluas di Provinsi Jambi masih menghadapi kendala rendahnya produktivitas rakyat yang belum mencapai potensi optimalnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji hubungan antara produksi kelapa sawit di Kabupaten Muaro Jambi pada periode 2010 hingga 2025 sebagai fungsi dari luas lahan, jumlah petani, dan angkatan kerja. Seluruh data yang digunakan diperoleh dari sumber sekunder dan dianalisis menggunakan metode regresi linier berganda Cobb-Douglas. Berdasarkan data, semua faktor tersebut secara signifikan memengaruhi produksi kelapa sawit secara bersamaan (F-Prob = 0,000027). Luas lahan memiliki pengaruh negatif, jumlah petani memiliki pengaruh positif dan merupakan variabel terpenting, sedangkan tenaga kerja tidak memiliki pengaruh sama sekali. Model ini berhasil menjelaskan 85,34 persen variasi produksi yang diamati, sebagaimana ditunjukkan oleh nilai R² sebesar 0,853. Jumlah petani bersifat elastis, menurut studi elastisitas, tetapi luas lahan dan jumlah tenaga kerja tidak. Meningkatkan kapasitas dan kualitas petani serta menerapkan pengelolaan lahan yang lebih optimal diperlukan untuk meningkatkan hasil kelapa sawit, yang lebih dipengaruhi oleh jumlah petani.
Title: Analisis Produksi Kelapa Sawit di Kabupaten Muaro Jambi: Pendekatan Model Coob-Douglas
Description:
Sektor perkebunan kelapa sawit memiliki peran strategis dalam perekonomian nasional, namun Kabupaten Muaro Jambi sebagai pemilik lahan sawit terluas di Provinsi Jambi masih menghadapi kendala rendahnya produktivitas rakyat yang belum mencapai potensi optimalnya.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji hubungan antara produksi kelapa sawit di Kabupaten Muaro Jambi pada periode 2010 hingga 2025 sebagai fungsi dari luas lahan, jumlah petani, dan angkatan kerja.
Seluruh data yang digunakan diperoleh dari sumber sekunder dan dianalisis menggunakan metode regresi linier berganda Cobb-Douglas.
Berdasarkan data, semua faktor tersebut secara signifikan memengaruhi produksi kelapa sawit secara bersamaan (F-Prob = 0,000027).
Luas lahan memiliki pengaruh negatif, jumlah petani memiliki pengaruh positif dan merupakan variabel terpenting, sedangkan tenaga kerja tidak memiliki pengaruh sama sekali.
Model ini berhasil menjelaskan 85,34 persen variasi produksi yang diamati, sebagaimana ditunjukkan oleh nilai R² sebesar 0,853.
Jumlah petani bersifat elastis, menurut studi elastisitas, tetapi luas lahan dan jumlah tenaga kerja tidak.
Meningkatkan kapasitas dan kualitas petani serta menerapkan pengelolaan lahan yang lebih optimal diperlukan untuk meningkatkan hasil kelapa sawit, yang lebih dipengaruhi oleh jumlah petani.
Sektor perkebunan kelapa sawit memiliki peran strategis dalam perekonomian nasional, namun Kabupaten Muaro Jambi sebagai pemilik lahan sawit terluas di Provinsi Jambi masih menghadapi kendala rendahnya produktivitas rakyat yang belum mencapai potensi optimalnya.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji hubungan antara produksi kelapa sawit di Kabupaten Muaro Jambi pada periode 2010 hingga 2025 sebagai fungsi dari luas lahan, jumlah petani, dan angkatan kerja.
Seluruh data yang digunakan diperoleh dari sumber sekunder dan dianalisis menggunakan metode regresi linier berganda Cobb-Douglas.
Berdasarkan data, semua faktor tersebut secara signifikan memengaruhi produksi kelapa sawit secara bersamaan (F-Prob = 0,000027).
Luas lahan memiliki pengaruh negatif, jumlah petani memiliki pengaruh positif dan merupakan variabel terpenting, sedangkan tenaga kerja tidak memiliki pengaruh sama sekali.
Model ini berhasil menjelaskan 85,34 persen variasi produksi yang diamati, sebagaimana ditunjukkan oleh nilai R² sebesar 0,853.
Jumlah petani bersifat elastis, menurut studi elastisitas, tetapi luas lahan dan jumlah tenaga kerja tidak.
Meningkatkan kapasitas dan kualitas petani serta menerapkan pengelolaan lahan yang lebih optimal diperlukan untuk meningkatkan hasil kelapa sawit, yang lebih dipengaruhi oleh jumlah petani.

Related Results

Analisis Titik Kritis Penjaminan Kualitas Benih Kelapa Sawit di Indonesia
Analisis Titik Kritis Penjaminan Kualitas Benih Kelapa Sawit di Indonesia
Benih kelapa sawit merupakan elemen yang sangat penting dalam menentukan hasil produksi tanaman kelapa sawit. Penggunaan benih sawit berkualitas (unggul) akan memberikan produktifi...
Potensi Dan Strategi Pengembangan Ekowisata Danau Tangkas Di Desa Tanjung Lanjut Kecamatan Sekernan Kabupaten Muaro Jambi
Potensi Dan Strategi Pengembangan Ekowisata Danau Tangkas Di Desa Tanjung Lanjut Kecamatan Sekernan Kabupaten Muaro Jambi
ABSTRACT The background of this research is that one of the tourist destinations in Muaro Jambi Regency which offers a natural feel is Tangkas Lake Ecotorisme. This nature tour is ...
Trend Produksi Dan Produktivitas Kelapa Sawit Provinsi Kalimantan Selatan
Trend Produksi Dan Produktivitas Kelapa Sawit Provinsi Kalimantan Selatan
Salah satu potensi unggulan sektor perkebunan di Kalimantan Selatan adalah kelapa sawit. Perlu pengelolaan perkebunan kelapa sawit secara efisien dengan produktivitas tinggi, sehin...
KERAGAMAN FUNGI MIKORIZA ARBUSKULA (FMA) DI LAHAN GAMBUT KONVERSI HUTAN ALAM MENJADI PERKEBUNAN KELAPA SAWIT
KERAGAMAN FUNGI MIKORIZA ARBUSKULA (FMA) DI LAHAN GAMBUT KONVERSI HUTAN ALAM MENJADI PERKEBUNAN KELAPA SAWIT
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keragaman Fungi Mikoriza Arbuskula(FMA) lahan gambut konversi hutan alam menjadi perkebunan kelapa sawit diKotawaringin Timur. Penelit...
DAMPAK KELAPA SAWIT TERHADAP PEREKONOMIAN DIMASYARAKAT DI KABUPATEN ROKAN HILIR RIAU
DAMPAK KELAPA SAWIT TERHADAP PEREKONOMIAN DIMASYARAKAT DI KABUPATEN ROKAN HILIR RIAU
Penelitian bertujuan untuk mengetahui bagaimana tenaga kerja pabrik kelapa sawit dan bagaimana produtivitas petani sawit kontribusi perkebunana pabrik kelapa sawit terhadap pendapa...
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
RANCANG BANGUN PEMBIBITAN KELAPA SAWIT BERBASIS IOT(INTERNET OF THINGS)
RANCANG BANGUN PEMBIBITAN KELAPA SAWIT BERBASIS IOT(INTERNET OF THINGS)
Kelapa sawit adalah tanaman industri/ perkebunan yang diolah sebagai penghasil bahan baku minyak masak, minyak perseroan, maupun bahan bakar. Dalam pengembangan usaha budidaya tana...

Back to Top