Javascript must be enabled to continue!
ANALISIS PERBANDINGAN WAKTU PEWARNAAN MENGGUNAKAN GIEMSA 10% TERHADAP HASIL SEDIAAN DARAH MALARIA
View through CrossRef
Penelitian tentang pemeriksaan malaria secara mikroskopik terhadap parameter waktu dengan menggunakan pewarna giemsa 10%. Hasil penilaian pewarnaan sediaan darah malaria meliputi penilaian secara mikroskopik, kriteria sediaan darah yang baik secara mikroskopik dinilai dari latar belakang, warna lekosit, sitoplasma, inti dan warna eritrosit.Tujuan penelitian ini adalah melihat perbandingan waktu pewarnaan menggunakan giemsa 10% terhadap hasil sediaan darah malaria.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen kuantitatif dan di analisis secara kualitatif menggunakan analisis data statistik. Sampel yang digunakan adalah total Populasi sampel Plasmodium malaria yang dilakukan perbandingan dalam tiga waktu yang berbeda. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah darah penderita malaria.Sediaan darah sebanyak ;2 µl, darah tipis dan 6µL darah tebal dibuat apus untuk pewarnaan menggunakan pewarna giemsa 10% dan dilakukan untuk 15 replikasi pada waktu yang berbeda yaitu 15,20 dan 30 menit. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemeriksaan mikroskopik pewarnaan malaria menggunakan pewarna giemsa 10% pada waktu 15 menit menunjukan terdapat 8 sediaan yang baik dan 7 tidak baik. pada waktu 20 menit semua sediaan memiliki kriteria baik, dan pada waktu 30 menit terdapat 8 sediaan yang baik dan 7 sediaan tidak baik. Hasil uji statistik menggunakan uji Kruskal-Wallis didapatkan nilai signifikan 0,022 (<0,05). Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa adanya pengaruh variasi waktu pewarnaan menggunakan giemsa 10% terhadap hasil sediaan darah malaria, dan waktu yang baik untuk pewarnaan dengan giemsa 10% adalah 20 menit.
Politeknik Kesehatan Kemenkes Bandung
Title: ANALISIS PERBANDINGAN WAKTU PEWARNAAN MENGGUNAKAN GIEMSA 10% TERHADAP HASIL SEDIAAN DARAH MALARIA
Description:
Penelitian tentang pemeriksaan malaria secara mikroskopik terhadap parameter waktu dengan menggunakan pewarna giemsa 10%.
Hasil penilaian pewarnaan sediaan darah malaria meliputi penilaian secara mikroskopik, kriteria sediaan darah yang baik secara mikroskopik dinilai dari latar belakang, warna lekosit, sitoplasma, inti dan warna eritrosit.
Tujuan penelitian ini adalah melihat perbandingan waktu pewarnaan menggunakan giemsa 10% terhadap hasil sediaan darah malaria.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen kuantitatif dan di analisis secara kualitatif menggunakan analisis data statistik.
Sampel yang digunakan adalah total Populasi sampel Plasmodium malaria yang dilakukan perbandingan dalam tiga waktu yang berbeda.
Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah darah penderita malaria.
Sediaan darah sebanyak ;2 µl, darah tipis dan 6µL darah tebal dibuat apus untuk pewarnaan menggunakan pewarna giemsa 10% dan dilakukan untuk 15 replikasi pada waktu yang berbeda yaitu 15,20 dan 30 menit.
Hasil penelitian menunjukan bahwa pemeriksaan mikroskopik pewarnaan malaria menggunakan pewarna giemsa 10% pada waktu 15 menit menunjukan terdapat 8 sediaan yang baik dan 7 tidak baik.
pada waktu 20 menit semua sediaan memiliki kriteria baik, dan pada waktu 30 menit terdapat 8 sediaan yang baik dan 7 sediaan tidak baik.
Hasil uji statistik menggunakan uji Kruskal-Wallis didapatkan nilai signifikan 0,022 (<0,05).
Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa adanya pengaruh variasi waktu pewarnaan menggunakan giemsa 10% terhadap hasil sediaan darah malaria, dan waktu yang baik untuk pewarnaan dengan giemsa 10% adalah 20 menit.
Related Results
Ekstrak Betasianin dari Umbi Bit (Beta vulgaris) sebagai Pewarna Alami pada Sediaan Apusan Darah Tepi
Ekstrak Betasianin dari Umbi Bit (Beta vulgaris) sebagai Pewarna Alami pada Sediaan Apusan Darah Tepi
ABSTRAK
Morfologi sel berupa eritrosit, trombosit dan leukosit merupakan bagian dari pemeriksaan Apusan Darah Tepi (ADT). Pemeriksaan ini mampu mengindetifikasi jenis dan jum...
MENENTUKAN WAKTU STANDAR PADA AKTIVITAS KERJA PRODUKSI SABLON MANUAL DI CV. DWIPUTRA IHWA
MENENTUKAN WAKTU STANDAR PADA AKTIVITAS KERJA PRODUKSI SABLON MANUAL DI CV. DWIPUTRA IHWA
Analisis waktu standar produksi merupakan salah satu analisis metoda kuantitatif yang dilakukan untuk mengukur waktu produksi dan bertujuan agar dapat memiliki waktu standar sebaga...
PERBANDINGAN PENGENCERAN LARUTAN GIEMSA 3% DAN 5% TERHADAP PEMERIKSAAN MORFOLOGI PLASMODIUM FALCIPARUM
PERBANDINGAN PENGENCERAN LARUTAN GIEMSA 3% DAN 5% TERHADAP PEMERIKSAAN MORFOLOGI PLASMODIUM FALCIPARUM
Pewarnaan sediaan darah malaria menggunakan cat Giemsa stok yang harus diencerkan terlebih dahulu dengan konsentrasi tertentu agar parasit dalam sel darah merah dapat menerima zat ...
Shifts in Indonesia’s malaria landscape: an analysis of 2010-2019 routine surveillance data
Shifts in Indonesia’s malaria landscape: an analysis of 2010-2019 routine surveillance data
Abstract
Background
Indonesia faces challenges in achieving its goal of eliminating malaria by 2030, with cases stagnating betw...
Gambaran Eritrosit Pada Sediaan Apusan Darah Tepi (ADT) Dengan Pewarnaan Giemsa Dan Ekstrak Kulit Manggis (Garcinia Mangostana)
Gambaran Eritrosit Pada Sediaan Apusan Darah Tepi (ADT) Dengan Pewarnaan Giemsa Dan Ekstrak Kulit Manggis (Garcinia Mangostana)
Pemanfaatan ekstrak kulit manggis yang dijadikan sebagai pewarnaan merupakan salah satu upaya pemanfaatan produk berbasis kulit buah manggis sebagai pewarna makanan alami Selain pe...
PEWARNAAN SIMPUL, SISI, WILAYAH PADA GRAF DAN PENERAPANNYA
PEWARNAAN SIMPUL, SISI, WILAYAH PADA GRAF DAN PENERAPANNYA
Pewarnaan graf merupakan pemetaan warna-warna pada unsur graf. Terdapat 3 jenis pewarnaan yang digunakan pada pewarnaan graf yaitu pewarnaan simpul, pewarnaan sisi, dan pewarnaan w...
Air-Dried and Wet Fixation on Fine Needle Aspiration Biopsy (FNAB) Specimen
Air-Dried and Wet Fixation on Fine Needle Aspiration Biopsy (FNAB) Specimen
Kualitas pewarnaan Diff-Quick bergantung pada beberapa faktor diantaranya adalah metode fiksasi yaitu fiksasi kering dan fiksasi basah. Kedua metode tersebut memiliki kekurangannya...
Modifikasi Bak Pengecatan pada Pembuatan Sediaan Apusan Darah Tepi
Modifikasi Bak Pengecatan pada Pembuatan Sediaan Apusan Darah Tepi
Pembuatan preparat apusan darah tepi menjadi suatu keterampilan yang harus dimiliki oleh seorang tenaga laboratorium kesehatan. Sediaan apusan darah tepi merupakan bagian yang pent...

