Javascript must be enabled to continue!
Telaah Etika Seksual Terhadap Fenomena Perselingkuhan dalam Hubungan Monogami
View through CrossRef
Penelitian ini berangkat dari maraknya fenomena perselingkuhan dalam hubungan monogami yang terjadi di Indonesia. Perselingkuhan sebagai bentuk pengkhianatan terhadap komitmen, tetapi tetap dilakukan oleh individu pelaku tindakan. Artinya, perselingkuhan bukan pengetahuan baru sebagai tindakan buruk, tetapi pelaku perselingkuhan tetap melakukanya. Maka tujuan penelitian ini adalah mendeskripsi penyebab terjadinya perselingkuhan dalam hubungan monogami (marital infidelity) serta menganalisis pandangan teori etika normatif terhadap tindakan perselingkuhan pada hubungan monogami. Metode penelitian adalah penelitian kualitatif deskriptif yang menggunakan data-data kepustakaan. Data dari penelitian ini terkait objek material fenomena perselingkuhan dalam pernikahan dan objek formal yaitu etika seksual. Dalam analisis melibatkan unsur-unsur metodis, yaitu interpretasi, holistika, dekrisipsi, dan refleksi kritis. Hasil dari penelitian ini adalah pertama penyebab terjadinya perselingkuhan dalam hubungan monogami (marital infidelity), dapat dimotivasi adanya hubungan yang tidak optimal dan ditandai dengan kepuasan yang rendah, konflik yang tinggi dan kurangnya komunikasi yang baik. Faktor lainnya karena hasrat seksual, mencari cinta yang bervariasi, ketidakpuasan secara seksual, marah pada pasanganya, menginginkan lebih banyak cinta dan perhatian dari pada yang diberikan pasangan, dan merasa terabaikan. Kedua, teori etika normatif deontologi Kant, konsekuensialisme (utilitairianisme, egoisme etis), dan Virtue ethics tidak membenarkan tindakan perselingkuhan.
Title: Telaah Etika Seksual Terhadap Fenomena Perselingkuhan dalam Hubungan Monogami
Description:
Penelitian ini berangkat dari maraknya fenomena perselingkuhan dalam hubungan monogami yang terjadi di Indonesia.
Perselingkuhan sebagai bentuk pengkhianatan terhadap komitmen, tetapi tetap dilakukan oleh individu pelaku tindakan.
Artinya, perselingkuhan bukan pengetahuan baru sebagai tindakan buruk, tetapi pelaku perselingkuhan tetap melakukanya.
Maka tujuan penelitian ini adalah mendeskripsi penyebab terjadinya perselingkuhan dalam hubungan monogami (marital infidelity) serta menganalisis pandangan teori etika normatif terhadap tindakan perselingkuhan pada hubungan monogami.
Metode penelitian adalah penelitian kualitatif deskriptif yang menggunakan data-data kepustakaan.
Data dari penelitian ini terkait objek material fenomena perselingkuhan dalam pernikahan dan objek formal yaitu etika seksual.
Dalam analisis melibatkan unsur-unsur metodis, yaitu interpretasi, holistika, dekrisipsi, dan refleksi kritis.
Hasil dari penelitian ini adalah pertama penyebab terjadinya perselingkuhan dalam hubungan monogami (marital infidelity), dapat dimotivasi adanya hubungan yang tidak optimal dan ditandai dengan kepuasan yang rendah, konflik yang tinggi dan kurangnya komunikasi yang baik.
Faktor lainnya karena hasrat seksual, mencari cinta yang bervariasi, ketidakpuasan secara seksual, marah pada pasanganya, menginginkan lebih banyak cinta dan perhatian dari pada yang diberikan pasangan, dan merasa terabaikan.
Kedua, teori etika normatif deontologi Kant, konsekuensialisme (utilitairianisme, egoisme etis), dan Virtue ethics tidak membenarkan tindakan perselingkuhan.
Related Results
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERILAKU SEKSUAL SISWA SMP DI JAKARTA BARAT
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERILAKU SEKSUAL SISWA SMP DI JAKARTA BARAT
Background: Inappropriate sexual behavior with negative attitudes and low knowledge can reduce the quality of life of adolescents. Risky sexual behavior increases the spread of sex...
Kesehatan Reproduksi Remaja
Kesehatan Reproduksi Remaja
Seksualitas dan kesehatan reproduksi remaja didefinisikan sebagai keadaan sejahtera fisik dan psikis seorang remaja, termasuk keadaan terbebas dari kehamilan yang tak dikehendaki, ...
Urgensi Perlindungan Anak dari Kejahatan Seksual dalam Perspektif Hukum Adat di Kabupaten Buleleng
Urgensi Perlindungan Anak dari Kejahatan Seksual dalam Perspektif Hukum Adat di Kabupaten Buleleng
Berbagai motif kejahatan seksual berkembang dalam dua dekade ini. Berkembangnya teknologi informasi serta arus globalisasi menambah kembali deretan modus operandi baru dalam kejaha...
Perlindungan Hukum Terhadap Korban Kekerasan Seksual Pasca Pengesahan Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual : Penerapan dan Efektivitas
Perlindungan Hukum Terhadap Korban Kekerasan Seksual Pasca Pengesahan Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual : Penerapan dan Efektivitas
Pengesahan Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan seksual (UU TPKS) merupakan momentum bagi negara untuk hadir sebagai garda terdepan dalam melindungi korban kejahatan kekerasan sek...
Hubungan Seksual Usia Dini Dapat Meningkatkan Risiko Kanker Serviks
Hubungan Seksual Usia Dini Dapat Meningkatkan Risiko Kanker Serviks
Kanker serviks menempati urutan kedua kanker terbanyak pada perempuan setelah kanker payudara, baik di dunia maupun Indonesia. Kanker serviks disebabkan oleh Human Papilloma Virus ...
Hubungan Hasrat Seksual dengan Aktivitas Seksual pada Lansia
Hubungan Hasrat Seksual dengan Aktivitas Seksual pada Lansia
Latar Belakang: Seks sering dianggap tabu untuk dibicarakan pada masa usia lanjut. Kemampuan hubungan seksual Lanjut Usia dengan derajat penurunan berbeda-beda antara satu dengan y...
TEORI-TEORI ETIKA DAN SUMBANGAN PEMIKIRAN PARA FILSUF BAGI ETIKA BISNIS
TEORI-TEORI ETIKA DAN SUMBANGAN PEMIKIRAN PARA FILSUF BAGI ETIKA BISNIS
Sebagai ilmu preskriptif, etika adalah cabang filsafat yang mempertimbangakan secara kritis tindakan mana yang baik atau tindakan mana yang buruk berdasarkan ajaran moral tertentu....
Pengaruh Keteladanan Guru Dan Budaya Sekolah Terhadap Etika Siswa Di Sekolah Menengah Atas Negeri 10 Bungo Kecamatan Pelepat Kabupaten Bungo (Studi pada Sekolah Menengah Atas Negeri 10 Bungo)
Pengaruh Keteladanan Guru Dan Budaya Sekolah Terhadap Etika Siswa Di Sekolah Menengah Atas Negeri 10 Bungo Kecamatan Pelepat Kabupaten Bungo (Studi pada Sekolah Menengah Atas Negeri 10 Bungo)
Pendidikan bagi siswa bersumber dari konsep-konsep yang ada dalam ajaran Islam, etika sangat berkaitan dengan diri, orang tua, guru, teman dan masyarakat luas. Tujuan penelitian in...

