Javascript must be enabled to continue!
Relevansi Nasionalisme dan Moderasi Beragama di Lingkungan Multikultural: Paradigma Al-Qur’an dalam Membangun Harmoni Umat
View through CrossRef
Konflik keberagaman di lingkungan multikultural menjadi tantangan yang tidak kunjung berhenti. Terutama di Indonesia sebagai negara dengan latar belakang heterogen menjadikan keadaan ini sebagai tantangan yang dapat merusak keutuhan negara. Keadaan ini seringkali dimanfaatkan oleh sebagian oknum sebagai motif dalam merobohkan keharmonisan umat dan melakukan tindakan disintegrasi umat. Sehingga marak konflik di Indonesia dilatarbelakangi oleh faktor perbedaan. Seperti konflik bermotif perbedaan persepsi dan argumen yang berpotensi menyebabkan terjadinya disintegrasi bangsa. Padahal Indonesia sebagai negara yang menjunjung tinggi toleransi dalam perbedaan. Hal ini berawal dari hilangnya sikap toleransi dan memudarnya jiwa nasionalisme. Dengan demikian untuk menguatkan nilai moderasi beragama di lingkungan multikultural, perlu adanya pemahaman nasionalisme pada setiap individu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis relevansi sikap nasionalisme terhadap penguatan moderasi beragama di lingkungan multikultural perspektif al-Qur’an. Artikel ini menggunakan pendekatan kepustakaan dengan menganalisis data menggunakan model tafsir tematik, yakni melakukan eksplorasi terhadap ayat Al-Qur’an dan Hadist yang berkaitan tema pembahasan serta sumber literatur tekstual lainnya. Hasil dari penelitian ini, berdasarkan analisis Al-Qur’an ditemukan bahwa nasionalisme di lingkungan multikultural relevan dengan nilai-nilai moderasi beragama. Hal tersebut telah diterapkan oleh Islam yakni terdapat gambaran pada surah al-Baqarah 126 Nabi Ibrahim mencontohkan bentuk nasionalisme dengan toleransi terhadap perbedaan dan mengutamakan kepentingan umat. Nasionalisme membentuk kesadaran individual masyarakat memahami komitmen kebangsaan di lingkungan multikultural dengan menafikkan perbedaan dalam upaya mencapai keutuhan bangsa dan memahami perbedaan sebagai media integrasi umat. Maka dengan adanya sikap nasionalisme akan menjadi langkah awal bagi masyarakat untuk mencintai keberagaman. Untuk membangun rasa cinta tanah air tersebut dapat dilakukan dengan keharusan bagi masyarakat memiliki pemahaman multikutural (menghargai dan menghormati perbedaan), pemahaman pluralisme (menerima perbedaan dan sikap tidak egois dalam kehidupan bernegara) dan pemahaman persaudaraan universal (sikap terbuka). Dengan demikian harmoni umat di Indonesia dibangun melalui penguatan paradigma nasionalisme yang berlandaskan nilai-nilai moderasi beragama.
Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Thaha Saifuddin Jambi
Title: Relevansi Nasionalisme dan Moderasi Beragama di Lingkungan Multikultural: Paradigma Al-Qur’an dalam Membangun Harmoni Umat
Description:
Konflik keberagaman di lingkungan multikultural menjadi tantangan yang tidak kunjung berhenti.
Terutama di Indonesia sebagai negara dengan latar belakang heterogen menjadikan keadaan ini sebagai tantangan yang dapat merusak keutuhan negara.
Keadaan ini seringkali dimanfaatkan oleh sebagian oknum sebagai motif dalam merobohkan keharmonisan umat dan melakukan tindakan disintegrasi umat.
Sehingga marak konflik di Indonesia dilatarbelakangi oleh faktor perbedaan.
Seperti konflik bermotif perbedaan persepsi dan argumen yang berpotensi menyebabkan terjadinya disintegrasi bangsa.
Padahal Indonesia sebagai negara yang menjunjung tinggi toleransi dalam perbedaan.
Hal ini berawal dari hilangnya sikap toleransi dan memudarnya jiwa nasionalisme.
Dengan demikian untuk menguatkan nilai moderasi beragama di lingkungan multikultural, perlu adanya pemahaman nasionalisme pada setiap individu.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis relevansi sikap nasionalisme terhadap penguatan moderasi beragama di lingkungan multikultural perspektif al-Qur’an.
Artikel ini menggunakan pendekatan kepustakaan dengan menganalisis data menggunakan model tafsir tematik, yakni melakukan eksplorasi terhadap ayat Al-Qur’an dan Hadist yang berkaitan tema pembahasan serta sumber literatur tekstual lainnya.
Hasil dari penelitian ini, berdasarkan analisis Al-Qur’an ditemukan bahwa nasionalisme di lingkungan multikultural relevan dengan nilai-nilai moderasi beragama.
Hal tersebut telah diterapkan oleh Islam yakni terdapat gambaran pada surah al-Baqarah 126 Nabi Ibrahim mencontohkan bentuk nasionalisme dengan toleransi terhadap perbedaan dan mengutamakan kepentingan umat.
Nasionalisme membentuk kesadaran individual masyarakat memahami komitmen kebangsaan di lingkungan multikultural dengan menafikkan perbedaan dalam upaya mencapai keutuhan bangsa dan memahami perbedaan sebagai media integrasi umat.
Maka dengan adanya sikap nasionalisme akan menjadi langkah awal bagi masyarakat untuk mencintai keberagaman.
Untuk membangun rasa cinta tanah air tersebut dapat dilakukan dengan keharusan bagi masyarakat memiliki pemahaman multikutural (menghargai dan menghormati perbedaan), pemahaman pluralisme (menerima perbedaan dan sikap tidak egois dalam kehidupan bernegara) dan pemahaman persaudaraan universal (sikap terbuka).
Dengan demikian harmoni umat di Indonesia dibangun melalui penguatan paradigma nasionalisme yang berlandaskan nilai-nilai moderasi beragama.
Related Results
PENANAMAN SIKAP MODERASI BERAGAMA DI SMP NEGERI 3 ABIANSEMAL
PENANAMAN SIKAP MODERASI BERAGAMA DI SMP NEGERI 3 ABIANSEMAL
Moderasi beragama digambarkan sebagai upaya untuk mengikuti dan mempertahankan prinsip-prinsip agama, mengubahnya menjadi cara hidup dan karakter, sehingga moderasi beragama dapat ...
PERAN TATA KELOLA PERUSAHAAN DALAM MEMODERASI PENGARUH IMPLEMANTASI GREEN ACCOUNTING, CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY DAN FIRM SIZE TERHADAP KINERJA KEUANGAN
PERAN TATA KELOLA PERUSAHAAN DALAM MEMODERASI PENGARUH IMPLEMANTASI GREEN ACCOUNTING, CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY DAN FIRM SIZE TERHADAP KINERJA KEUANGAN
This study examines the role of corporate governance in moderating the influence of green accounting disclosure, corporate social responsibility (CSR), and firm size on the financi...
PENGARUH PEMAHAMAN MODERASI BERAGAMA TERHADAP SIKAP TOLERANSI BERAGAMA DI BALAI DIKLAT KEAGAMAAN DENPASAR
PENGARUH PEMAHAMAN MODERASI BERAGAMA TERHADAP SIKAP TOLERANSI BERAGAMA DI BALAI DIKLAT KEAGAMAAN DENPASAR
Moderasi beragama dewasa ini perlu ditumbuhkan sehingga menjadi sikap yang melekat di masyarakat Indonesia. Sebagai penggerak moderasi beragama, pegawai BDK Denpasar sudah semestin...
STRATEGI DAN IMPLEMENTASI KEBIJAKAN MODERASI BERAGAMA DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA SEBAGAI UPAYA MEMBANGUN GENERASI BERAGAMA MODERAT
STRATEGI DAN IMPLEMENTASI KEBIJAKAN MODERASI BERAGAMA DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA SEBAGAI UPAYA MEMBANGUN GENERASI BERAGAMA MODERAT
Tujuan dari penelitian ini adalah menjelaskan strategi dan implementasi kebijakan moderasi beragama di Sekolah Menengah Pertama. Jenis penelitian yang digunakan adalah metode deskr...
Moderasi Beragama: Akar Teologi, Nalar Kebudayaan, dan Kontestasi di Ruang Digital
Moderasi Beragama: Akar Teologi, Nalar Kebudayaan, dan Kontestasi di Ruang Digital
Pada hakikatnya, moderasi beragama adalah pendekatan atau sikap yang menekankan pemahaman, toleransi, dan keseimbangan dalam menjalankan praktik keagamaan. Secara etimologi, modera...
Moderasi Beragama: Praksis Kerukunan Antar Umat Beragama
Moderasi Beragama: Praksis Kerukunan Antar Umat Beragama
The Indonesian state has religious pluralism, therefore an effort is needed to maintain inter-religious harmony. One of them is through religious moderation. The principle of relig...
FENOMENA INTOLERANSI BERAGAMA PADA LINGKUNGAN MAHASISWA INDONESIA
FENOMENA INTOLERANSI BERAGAMA PADA LINGKUNGAN MAHASISWA INDONESIA
Indonesai merupakan sebuah negara kepulauan yang masyarakatnya memiliki beraneka ragam budaya meliputi perbedaan budaya, agama, ras, bahasa, suku, tradisi, dan lain-lain...

