Javascript must be enabled to continue!
Kearifan Lokal Dan Dialek Desa Songan: Pilar Pengembangan Pendidikan Berbasis Budaya
View through CrossRef
Desa Songan, yang terletak di Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Bali, merupakan salah satu desa adat yang kaya akan kearifan lokal dan memiliki dialek unik. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran dialek Songan dalam kehidupan masyarakat serta tantangan yang dihadapi dalam pelestariannya. Dialek ini tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi, juga sebagai medium penyampaian nilai-nilai budaya yang tercermin dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat, termasuk dalam sistem sosial, ekonomi, dan pendidikan
Globalisasi dan modernisasi telah menyebabkan minimnya minat generasi muda terhadap budaya lokal, berakibat pada penurunan penggunaan dialek Songan dalam komunikasi sehari-hari. Generasi muda lebih cenderung menggunakan bahasa Indonesia atau bahasa asing, sehingga keterlibatan mereka dalam kegiatan adat dan seni tradisional semakin berkurang. Oleh karena itu, penelitian ini juga menyoroti pentingnya pemanfaatan teknologi digital untuk menarik minat generasi muda terhadap budaya lokal .
Melalui upaya bersama dari berbagai pihak, diharapkan kearifan lokal dan dialek di Desa Songan dapat terus lestari dan berkontribusi pada pembentukan identitas budaya Indonesia yang kaya dan beragam. Penelitian ini menekankan meskipun tantangan dalam pelestarian kearifan lokal tidak bisa diabaikan, penting untuk melakukan upaya khusus agar nilai-nilai budaya tradisional tetap terjaga . Dengan demikian, dialek Bali Dialek Songan dapat berfungsi sebagai alat perekat kebudayaan yang memperkuat identitas budaya masyarakatnya
Universitas PGRI Mahadewa Indonesia
Title: Kearifan Lokal Dan Dialek Desa Songan: Pilar Pengembangan Pendidikan Berbasis Budaya
Description:
Desa Songan, yang terletak di Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Bali, merupakan salah satu desa adat yang kaya akan kearifan lokal dan memiliki dialek unik.
Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran dialek Songan dalam kehidupan masyarakat serta tantangan yang dihadapi dalam pelestariannya.
Dialek ini tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi, juga sebagai medium penyampaian nilai-nilai budaya yang tercermin dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat, termasuk dalam sistem sosial, ekonomi, dan pendidikan
Globalisasi dan modernisasi telah menyebabkan minimnya minat generasi muda terhadap budaya lokal, berakibat pada penurunan penggunaan dialek Songan dalam komunikasi sehari-hari.
Generasi muda lebih cenderung menggunakan bahasa Indonesia atau bahasa asing, sehingga keterlibatan mereka dalam kegiatan adat dan seni tradisional semakin berkurang.
Oleh karena itu, penelitian ini juga menyoroti pentingnya pemanfaatan teknologi digital untuk menarik minat generasi muda terhadap budaya lokal .
Melalui upaya bersama dari berbagai pihak, diharapkan kearifan lokal dan dialek di Desa Songan dapat terus lestari dan berkontribusi pada pembentukan identitas budaya Indonesia yang kaya dan beragam.
Penelitian ini menekankan meskipun tantangan dalam pelestarian kearifan lokal tidak bisa diabaikan, penting untuk melakukan upaya khusus agar nilai-nilai budaya tradisional tetap terjaga .
Dengan demikian, dialek Bali Dialek Songan dapat berfungsi sebagai alat perekat kebudayaan yang memperkuat identitas budaya masyarakatnya.
Related Results
MODEL PENDIDIKAN BERBASIS KEARIFAN LOKAL
MODEL PENDIDIKAN BERBASIS KEARIFAN LOKAL
Ada Tiga rumusan masalah yang menjadi pembahasan dalam tulisan berjudul “Model Pendidikan Berbasis Kearifan Lokal ini. (1) pengaruh faktor lintas budaya dan globalisasi terhadap ke...
LAHJAH ARABIYAH: SEBUAH STUDI DIALEKTOLOGIS
LAHJAH ARABIYAH: SEBUAH STUDI DIALEKTOLOGIS
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengungkapkan berbagai macam Dialek Bahasa Arab (lahjah arabiyah) secara deskriptif, apa sebab dan aspek yang melatari sehingga ...
BIMBINGAN TEKNIS PEMBUATAN PERATURAN DESA DI DESA KAWUNGLARANG, KECAMATAN RANCAH, KABUPATEN CIAMIS
BIMBINGAN TEKNIS PEMBUATAN PERATURAN DESA DI DESA KAWUNGLARANG, KECAMATAN RANCAH, KABUPATEN CIAMIS
Peraturan Desa ditetapkan oleh Kepala Desa setelah dibahas dan disepakati bersama Badan Permusyawaratan Desa merupakan kerangka hukum dan kebijakan dalam penyelenggaraan Pemerintah...
Internalisasi Nilai Kearifan Lokal Dalam Kegiatan Pengabdian Masyarakat oleh Perguruan Tinggi di Era Global
Internalisasi Nilai Kearifan Lokal Dalam Kegiatan Pengabdian Masyarakat oleh Perguruan Tinggi di Era Global
Kearifan lokal, demikian juga tradisi, adalah produk hasil budaya. Oleh sebab itu, sebagaimana halnya budaya, kearifan lokal dapat dibagi menjadi dua: pertama, kearifan lokal yang ...
Efektivitas Peruntukkan Dana Desa
Efektivitas Peruntukkan Dana Desa
Dalam rangka meningkatkan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat Desa, pemerintahan Presiden Joko Widodo membuat terobosan melalui program menyalurkan Dana Desa. “Tahun 2015 Alok...
Nilai-Nilai Kearifan Lokal Pada Wacana Ritual Adat “Helas Keta” Etnik Atoni Pah Meto: Kajian Etnolinguistik
Nilai-Nilai Kearifan Lokal Pada Wacana Ritual Adat “Helas Keta” Etnik Atoni Pah Meto: Kajian Etnolinguistik
Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap nilai-nilai kearifan lokal dalam wacana ritual adat etnik Atoni Pah Meto di Pulau Timor, Nusa Tenggara Timur, dari perspektif etnolinguist...
Nilai-Nilai Kearifan Lokal Pada Wacana Ritual Adat “Helas Keta” Etnik Atoni Pah Meto: Kajian Etnolinguistik
Nilai-Nilai Kearifan Lokal Pada Wacana Ritual Adat “Helas Keta” Etnik Atoni Pah Meto: Kajian Etnolinguistik
Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap nilai-nilai kearifan lokal dalam wacana ritual adat etnik Atoni Pah Meto di Pulau Timor, Nusa Tenggara Timur, dari perspektif etnolinguist...
Harmonisasi dan Akselerasi Desa Siaga (HADesi) pada Pengembangan Desa Mitra
Harmonisasi dan Akselerasi Desa Siaga (HADesi) pada Pengembangan Desa Mitra
Kegiatan desa siaga digulirkan pada tahun 2006. Pada tahun 2012 capaian jumlah desa siaga aktif sebanyak 52.804 dari 81.253 desa di seluruh Indonesia atau sekitar (64,9%) dari targ...

