Javascript must be enabled to continue!
Internalisasi Nilai Kearifan Lokal Dalam Kegiatan Pengabdian Masyarakat oleh Perguruan Tinggi di Era Global
View through CrossRef
Kearifan lokal, demikian juga tradisi, adalah produk hasil budaya. Oleh sebab itu, sebagaimana halnya budaya, kearifan lokal dapat dibagi menjadi dua: pertama, kearifan lokal yang bersifat kebendaan (material, tangible), dan kedua, kearifan lokal bukan benda (intangible). Lingkup kearifan lokal kebendaan bisa diurai lagi menjadi komponen yang lebih spesifik, seperti kearifan dalam penggunaan material, penciptaan perabotan-peralatan utilitas, arsitektur dan artefak lainnya, hingga kreasi bentuk, ornamentasi atau ragam hias. Dalam hal penggunaan material dan peralatan, banyak kearifan kita temui dalam penggunaan, pengolahan, dan pengelolaan sumber daya alam sebagai bahan baku pembuatan artefak, makanan, maupun obat-obatan tradisional. Adapun kearifan lokal bukan benda, adalah semua aktivitas manusia yang berupa cara/pandangan hidup, adat istiadat, maupun tingkah laku manusia sehari hari. Kedua jenis kearifan lokal ini dilahirkan, dibentuk. dan dikembangkan oleh budaya. Setiap masyarakat lokal tertentu akan menciptakan kearifan lokal tertentu yang dipengaruhi oleh budaya, kondisi geografis setempat, dan beberapa faktor eksternal (Joedawinata, 2005).
Duta Wacana Christian University
Title: Internalisasi Nilai Kearifan Lokal Dalam Kegiatan Pengabdian Masyarakat oleh Perguruan Tinggi di Era Global
Description:
Kearifan lokal, demikian juga tradisi, adalah produk hasil budaya.
Oleh sebab itu, sebagaimana halnya budaya, kearifan lokal dapat dibagi menjadi dua: pertama, kearifan lokal yang bersifat kebendaan (material, tangible), dan kedua, kearifan lokal bukan benda (intangible).
Lingkup kearifan lokal kebendaan bisa diurai lagi menjadi komponen yang lebih spesifik, seperti kearifan dalam penggunaan material, penciptaan perabotan-peralatan utilitas, arsitektur dan artefak lainnya, hingga kreasi bentuk, ornamentasi atau ragam hias.
Dalam hal penggunaan material dan peralatan, banyak kearifan kita temui dalam penggunaan, pengolahan, dan pengelolaan sumber daya alam sebagai bahan baku pembuatan artefak, makanan, maupun obat-obatan tradisional.
Adapun kearifan lokal bukan benda, adalah semua aktivitas manusia yang berupa cara/pandangan hidup, adat istiadat, maupun tingkah laku manusia sehari hari.
Kedua jenis kearifan lokal ini dilahirkan, dibentuk.
dan dikembangkan oleh budaya.
Setiap masyarakat lokal tertentu akan menciptakan kearifan lokal tertentu yang dipengaruhi oleh budaya, kondisi geografis setempat, dan beberapa faktor eksternal (Joedawinata, 2005).
Related Results
Strategi Menjaga Eksistensi Kearifan Lokal sebagai Identitas Nasional di Era Disrupsi
Strategi Menjaga Eksistensi Kearifan Lokal sebagai Identitas Nasional di Era Disrupsi
Penelitian ini memiliki fokus untuk mengetahui keterkaitan antara kearifan lokal dengan identitas nasional, tantangan kearifan lokal di era disrupsi, dan strategi menjaga eksistens...
Klasterisasi Perguruan Tinggi Swasta Berdasarkan Minat Siswa Menggunakan Metode K-Medoids
Klasterisasi Perguruan Tinggi Swasta Berdasarkan Minat Siswa Menggunakan Metode K-Medoids
Perguruan tinggi merupakan lembaga tertinggi dari sistem pendidikan nasional. Perguruan tinggi juga memiliki peran penting dalam mengembangkan kemampuan manusia untuk dilatih dan b...
DCF (Dieng Culture Festival), Wujud Harmonisasi Antara Kearifan Lokal, Agama dan Sosial Ekonomi di Masyarakat Dataran Tinggi Dieng
DCF (Dieng Culture Festival), Wujud Harmonisasi Antara Kearifan Lokal, Agama dan Sosial Ekonomi di Masyarakat Dataran Tinggi Dieng
<p>Tujuan penelitian ini, untuk mengetahui peran nilai-nilai kearifan lokal yang ada dalam <em>Dieng Cultural Festival</em> (DCF) sebagai wujud harmonisasi antara...
KEARIFAN LOKAL DALAM NOVEL AROK DEDES KARYA PRAMOEDYA ANANTA TOER
KEARIFAN LOKAL DALAM NOVEL AROK DEDES KARYA PRAMOEDYA ANANTA TOER
Jurnal ini berjudul “Kearifan Lokal dalam Novel Arok Dedes Karya Pramoedya Ananta Toer”. Penelitian ini dilatar belakangi masalah yang terjadi karena kurangnya novel yang memiliki ...
Nilai-Nilai Kearifan Lokal Pada Wacana Ritual Adat “Helas Keta” Etnik Atoni Pah Meto: Kajian Etnolinguistik
Nilai-Nilai Kearifan Lokal Pada Wacana Ritual Adat “Helas Keta” Etnik Atoni Pah Meto: Kajian Etnolinguistik
Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap nilai-nilai kearifan lokal dalam wacana ritual adat etnik Atoni Pah Meto di Pulau Timor, Nusa Tenggara Timur, dari perspektif etnolinguist...
Nilai-Nilai Kearifan Lokal Pada Wacana Ritual Adat “Helas Keta” Etnik Atoni Pah Meto: Kajian Etnolinguistik
Nilai-Nilai Kearifan Lokal Pada Wacana Ritual Adat “Helas Keta” Etnik Atoni Pah Meto: Kajian Etnolinguistik
Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap nilai-nilai kearifan lokal dalam wacana ritual adat etnik Atoni Pah Meto di Pulau Timor, Nusa Tenggara Timur, dari perspektif etnolinguist...
Nilai-Nilai Kearifan Lokal Pada Wacana Ritual Adat “Helas Keta” Etnik Atoni Pah Meto: Kajian Etnolinguistik
Nilai-Nilai Kearifan Lokal Pada Wacana Ritual Adat “Helas Keta” Etnik Atoni Pah Meto: Kajian Etnolinguistik
Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap nilai-nilai kearifan lokal dalam wacana ritual adat etnik Atoni Pah Meto di Pulau Timor, Nusa Tenggara Timur, dari perspektif etnolinguist...
Civic Culture dalam Kearifan Lokal Masyarakat Sade Rambitan Lombok Tengah
Civic Culture dalam Kearifan Lokal Masyarakat Sade Rambitan Lombok Tengah
Kajian civic culture dalam kearifan lokal masyarakat Sade Rambitan Lombok Tengah dilakukan untuk memberikan pemahaman dan kesadaran kepada masyarakat secara luas akan pentingnya me...

