Javascript must be enabled to continue!
Mendidik Hati Membentuk Karakter: Wawasan Al-Qur’an
View through CrossRef
Manusia diciptakan Allah dalam bentuk yang baik dan keadaan sempurna. Baik dari aspek jasmani maupun aspek rohani. Aspek jasmani yaitu tubuh manusia yang dapat di lihat seperti mata, telinga. Sedangkan aspek rohani bersifat nur atau cahaya, ruh, gaib, yang tidak tampak oleh manusia, diantaranya ialah hati. Kedua aspek tersebut mempunyai kebutuhan masing-masing, hati memiliki pengaruh yang besar dalam setiap karakter manusia. Maka al-Qur’an memberikan panduan dalam melejitkan hati membentuk karakter dengan menyebut hati dengan sebutan shadr, Qalb, Fuad. Masing-masing isitilah tersebut memiliki makna yang berbeda, demikian pula fungsinya. Shadr dimaknai sebagai hati yang paling luar yang masih bisa merasakan kesempitan dan kelapangan dada. Qalb dimaknai sisi tengah hati yang fungsinya adalah mengakal dan memahami, qalb bisa memerankan secara maksimal potensinya sehingga disebut qalbun salim. Fuad dimaknai sisi dalam qalb yang berperan sebagai wadah sekaligus mengilhamkan kebenaran kepada qalb.Hati merupakan sentral dan cerminan perilaku dalam setiap hidup manusia, Muhammmad Nur menegaskan: Adab yang buruk menghasilkan akal yang rusak, akal rusak mengakibatkan kebiasaan buruk, kebiasaan buruk mengakibatkan watak pemberontak, watak pemberontak mengakibatkan perbuatan jahat, perbuatan jahat mengakibatkan dibenci Allah swt. Dan dibenci Allah swt mengakibatkan kehinaan selama-lamanya. Hati adalah sebagai manajer yang akan menentukan apakah seluruh anggota badan diarahkan diperintahkan untuk menjadi baik dan buruk. Hati adalah adalah manajer yang akan menentukan dorongan kepentingan atau konflik antara keinginan baik dan buruk. Hati dengan demikian adalah mempunyai peran sentral menentukan perilaku manusia, termasuk karakternya. Dan mekanisme kerja seluruh potensi manusiawi berawal dari keputusan hati. Alur mekanisme potensi diri diawali dari keyakinan hati, keyakinan hati kemudian dipikirkan dengan menggunakan akalnya, kemudian diwujudkan dengan tindakan indra, dan menghasilkan amalan dan hasil. Al-qur’an memberikan panduan atau petunjuk terhadap hati manusia, diantara petunjuknya ialah jika manusia mau tenang hatinya maka cukup dengan memperbanyak zikir kepada-Nya dan amal-amal shaleh yang lainnya. Maka pasti timbul energi kedamaian dalam batin sehingga mempengaruhi karakter menjadi lebih baik.
Title: Mendidik Hati Membentuk Karakter: Wawasan Al-Qur’an
Description:
Manusia diciptakan Allah dalam bentuk yang baik dan keadaan sempurna.
Baik dari aspek jasmani maupun aspek rohani.
Aspek jasmani yaitu tubuh manusia yang dapat di lihat seperti mata, telinga.
Sedangkan aspek rohani bersifat nur atau cahaya, ruh, gaib, yang tidak tampak oleh manusia, diantaranya ialah hati.
Kedua aspek tersebut mempunyai kebutuhan masing-masing, hati memiliki pengaruh yang besar dalam setiap karakter manusia.
Maka al-Qur’an memberikan panduan dalam melejitkan hati membentuk karakter dengan menyebut hati dengan sebutan shadr, Qalb, Fuad.
Masing-masing isitilah tersebut memiliki makna yang berbeda, demikian pula fungsinya.
Shadr dimaknai sebagai hati yang paling luar yang masih bisa merasakan kesempitan dan kelapangan dada.
Qalb dimaknai sisi tengah hati yang fungsinya adalah mengakal dan memahami, qalb bisa memerankan secara maksimal potensinya sehingga disebut qalbun salim.
Fuad dimaknai sisi dalam qalb yang berperan sebagai wadah sekaligus mengilhamkan kebenaran kepada qalb.
Hati merupakan sentral dan cerminan perilaku dalam setiap hidup manusia, Muhammmad Nur menegaskan: Adab yang buruk menghasilkan akal yang rusak, akal rusak mengakibatkan kebiasaan buruk, kebiasaan buruk mengakibatkan watak pemberontak, watak pemberontak mengakibatkan perbuatan jahat, perbuatan jahat mengakibatkan dibenci Allah swt.
Dan dibenci Allah swt mengakibatkan kehinaan selama-lamanya.
Hati adalah sebagai manajer yang akan menentukan apakah seluruh anggota badan diarahkan diperintahkan untuk menjadi baik dan buruk.
Hati adalah adalah manajer yang akan menentukan dorongan kepentingan atau konflik antara keinginan baik dan buruk.
Hati dengan demikian adalah mempunyai peran sentral menentukan perilaku manusia, termasuk karakternya.
Dan mekanisme kerja seluruh potensi manusiawi berawal dari keputusan hati.
Alur mekanisme potensi diri diawali dari keyakinan hati, keyakinan hati kemudian dipikirkan dengan menggunakan akalnya, kemudian diwujudkan dengan tindakan indra, dan menghasilkan amalan dan hasil.
Al-qur’an memberikan panduan atau petunjuk terhadap hati manusia, diantara petunjuknya ialah jika manusia mau tenang hatinya maka cukup dengan memperbanyak zikir kepada-Nya dan amal-amal shaleh yang lainnya.
Maka pasti timbul energi kedamaian dalam batin sehingga mempengaruhi karakter menjadi lebih baik.
Related Results
DISKURSUS MUNĀSABAH: Problem Tafsīr al-Qur’ān bi ’l-Qur’ān
DISKURSUS MUNĀSABAH: Problem Tafsīr al-Qur’ān bi ’l-Qur’ān
Abstract: Munāsabah al-Qur’ān is a part of ‘Ulūm al-Qur’ān which presents pros and contrast. The pros ulama makes munāsabah as a method to reveal enigma system of Quran verses and ...
AL-QUR’AN: THE ONLY DIVINE GUIDANCE IN PRISTINE FORM
AL-QUR’AN: THE ONLY DIVINE GUIDANCE IN PRISTINE FORM
Al-Qur’an is the Final divine revelation sent down to the Final Messenger of God, the Prophet Muhammad (PBUH). Allah SWT is the creator of all humankind, Jinns, and all creatures...
Idealisasi Metode Living Qur’an
Idealisasi Metode Living Qur’an
<p align="center"><strong>Abstract</strong></p><p> </p><p>Living Qur’an is one of the contemporary method which needs some supports to be ...
Membentuk karakter yang kokoh melalui pendidikan hati
Membentuk karakter yang kokoh melalui pendidikan hati
Pada umumnya pendidikan karakter menyentuh ranah kognitif ,afektif, dan psikomotor, belum dilandasi kesadaran spiritual dan motivasi yang tinggi, akibatnya karakter yang terbentuk ...
Implementasi Program Turjuman Al-Qur’an dalam Membentuk Akhlak Kepada Allah Swt pada Kelompok Akhwat di SMP IT Anni’mah Bandung
Implementasi Program Turjuman Al-Qur’an dalam Membentuk Akhlak Kepada Allah Swt pada Kelompok Akhwat di SMP IT Anni’mah Bandung
Abstract. The most important character that must be taught to someone is character to Allah Swt. The Turjuman Al-Qur'an program is a Qur'anic learning that can be used to make it e...
Implementasi Model Pendidikan Karakter Berbasis Al-Qur’an pada Siswa Madrasah Ibtidaiyah
Implementasi Model Pendidikan Karakter Berbasis Al-Qur’an pada Siswa Madrasah Ibtidaiyah
Abstrak: Kegiatan pembelajaran di Madrasah Ibtidaiyah tidak terlepas dari materi pendidikan karakter. Bahkan pendidikan karakter menjadi visi misi kemetrian pendidikan di Indonesia...
MEMBENTUK KARAKTER SEJAK DINI: PERAN KELUARGA DAN PENDIDIKAN DALAM MEMBENTUK PRIBADI YANG BERKARAKTER
MEMBENTUK KARAKTER SEJAK DINI: PERAN KELUARGA DAN PENDIDIKAN DALAM MEMBENTUK PRIBADI YANG BERKARAKTER
Membentuk karakter sejak dini merupakan hal yang penting dalam membentuk pribadi yang berkarakter. Keluarga dan pendidikan memegang peran penting dalam membentuk karakter sejak din...
THE CHARACTER EDUCATION VALUES IN QUR’ANIC VERSES
THE CHARACTER EDUCATION VALUES IN QUR’ANIC VERSES
Character education is one of the main goals of education. Character education is important due to the common believe that there is the degeneration of ethic and moral of the learn...

